Bukan Kau Tapi Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 16 March 2016

Namaku Amanda, dan aku mempunyai 3 orang sahabat yang sangat baik dan pengertian, mereka adalah Tino, Arya, dan Putri. Kami berempat berteman baik mulai SD dan pada akhirnya kami bersahabat hingga saat ini. Bahkan sampai sekarang kami berempat masih bersekolah di SMA yang sama yang cukup favorit di kota kami. Setiap weekend kita selalu nongkrong bareng, makan-makan, keluyuran entah ke mana yang penting happy, tapi jangan salah kami ini juga remaja yang taat beribadah, dan rajin mengaji. Tapi sedihnya, di antara kita berempat kegiatankulah yang paling padat. Mulai dari kegiatan ekstra di sekolah, kegiatan bakti sosial, dan masih banyak lagi.

“Manda, pulang sekolah main ke rumah Putri yuk..” ajak Tino yang menyadarkan lamunanku.
“Hah? Nanti? Sorry ya gak bisa, aku ada ekstra nih pulang sekolah,” ucapku yang masih linglung karena kaget.
“Yah Manda gak seru!” ucap Arya tiba-tiba di belakangku.
“Eh kalian, gue cari ke mana-mana, ternyata di taman. Ada apa nih?” Teriak Putri yang menghampiri kita di taman.
“Cuma mau ngajakin manda ke rumah lo, pulang sekolah nanti.. Tapi gak bisa dianya.” Jelas Tino panjang lebar.
“Oh..” Jawab Putri.

Semakin hari waktuku untuk mereka semakin sedikit, dan tak jarang mereka pergi main tanpaku. Rasanya sedih tapi mereka bertiga selalu mendukung kegiatan yang ku lakukan, memang sahabat yang pengertian. Biasanya untuk melepas rindu di antara aku dan ketiga sahabatku, mereka datang diam-diam ke rumahku masuk kamarku dan mengejutkanku karena sering tak ada waktu bersama.

Di suatu sore yang indah, kita berempat sedang asyik ngobrol di teras rumahku. Dan tiba-tiba Tino mengajak kami bermain bola, spontan aku dan Putri langsung menolak tanpa basa-basi. Tapi sedihnya, Tino dan Arya memaksa kita untuk main. Tak kuasa aku. Akhirnya kita pun main sepak bola asal-asalan. Setelah cukup lama bermain, Arya pamit pulang dan Putri juga. Tinggal aku dan Tino yang sedng ngobrol berdua. Tino mondar-mandir di depanku dan membuatku bingung.

“Kenapa Tin?” tanyaku. Tiba-tiba dia duduk di depanku dan mendekatkan wajahnya ke aku, menatapku tajam.
“Aku suka kamu Amanda, udah 4 tahun aku nyimpan rasa ini dan sekarang aku mau tahu apa kamu punya rasa yang sama ke aku,” Ucap Tino dengan cepat dan tegas. Aku hanya diam dengan mata terbelalak dan tak tahu harus berbuat apa. Dalam hatiku tak menyangka Tino akan mengatakan ini padaku, kita sudah lama bersama sebagai sahabat tanpa ku sadari bahwa Tino memendam rasa yang teramat dalam buatku.

“Maaf, tapi bukan kamu Tin.” Jawabku sambil menundukkan kepala.
“Lalu siapa dia?” tanya Tino dengan cepat.
“Dia… Dia Arya Tin. Orang yang ada di hati Amanda, bukan kamu.” Jawabku jujur.

Tanpa basa-basi lagi Tino segera berdiri dan pulang tanpa pamit. Mungkin hatinya kini sangat hancur, tapi kenyataan akan membuatnya lebih baik, karena aku tak ingin menyakiti siapa pun dalam cinta rahasiaku ini. Sangat sulit untuk ku katakan pada Arya bahwa aku suka dia, sudah banyak sinyal dan isyarat-isyarat cinta yang ku berikan padanya. Tapi tak tahu sebenarnya Arya tahu atau tidak tentang rasaku. “Aku terlalu takut kehilangan kalian sahabat, tapi aku memang benar suka Arya, bukan Tino. Aku ingin kita tetap bersahabat sampai kapan pun. Tolong jangan ada perpisahan hanya karena keegoisan masing-masing.” ucapku lirih sampai tak terasa butiran-butiran bening telah membasahi pipiku.

Aku merasa menyesal dan bersalah, tapi siapa yang harus disalahkan? Beberapa minggu berikutnya aku tak pernah melihat Tino, Arya, dan Putri juga tak tahu Tino ke mana. Masalah pembicaraan empat mata aku dan Tino belum ku ceritakan pada kedua sahabatku. Biarlah menjadi rahasia. Saat pulang sekolah, kami bertiga menuju tempat parkir sambil bercanda, dari kejauhan aku seperti melihat Tino,

“Eh, Tino tuh.” Ucap Arya sambil menunjuk.
“Eh iya, dia ke sini, sama siapa tuh?” ucap Putri bersemangat. Aku hanya diam.
“Hai guys… Apa kabar? Nih kenalin pacarku, mananya Dilla,” ucap Tino yang sudah sampai di depan kami sambil merangkul ceweknya.
“Hai Dilla..” sapa kami bertiga hampir bersamaan.

Setelah itu kami berlima pergi jalan-jalan, dan di situ aku hanya diam tak banyak bicara seperti biasanya. Ku sadari Tino berulang kali melirikku. Tapi berusaha tak ku hiraukan karena aku merasa canggung dekat dia. Setelah cukup lama ku pikir-pikir, ada baiknya juga kalau Tino punya pacar, berarti dia bisa move on dari aku. Dan di sini berarti aku yang paling menyedihkan, karena sampai sekarang belum punya pacar. Entah aku terlalu selektif atau apa, aku gak tahu.

Yang jelas aku sudah tak terlalu terikat dengan rasa canggungku dengan Tino dan perlahan aku mulai menguapkan rasa cintaku pada Arya yang tak akan pernah tersampaikan ini. Aku berpikir sahabat lebih baik dari sekedar keinginan pribadi, aku tak akan rela jika kami harus berpisah dan untuk itu aku relakan rasaku ini terpendam dan hilang. Karena aku ingin melihat sahabatku bahagia, walaupun disudut hati diriku yang tersakiti. Kalian terlalu berharga untuk disakiti.

Cerpen Karangan: Ana Setiyoningsih
Facebook: Ana Setiyoningsih

Cerpen Bukan Kau Tapi Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tian si Masa Lalu

Oleh:
Hujan di sore ini membawaku untuk mengingat tentang masa laluku, entah apa hubungannya Tian (Si masa lalu) dengan Hujan. Aku suka hujan, asal dia tidak membawa teman-temannya si Gemuruh,

Dan, Kita (Part 1)

Oleh:
Dari dulu aku selalu ingin bertanya pada diriku sendiri, Kenapa? Kenapa aku meninggalkanmu? Kenapa aku memutuskan untuk menjauh dan pergi? Sampai saat ini, ketika dia sudah mengisi waktu di

HP Membawa Sepi

Oleh:
Malam ini kami duduk berdampingan, tetapi sepatah kata pun tidak keluar dari mulut kami. Seolah bibir-bibir kami sudah enggan bergerak. Jari-jari kami asyik menekan-nekan layar handphone masing-masing. Otak kami

Merindukan Kekasih Seseorang

Oleh:
Kisah ini berawal dari seorang pelajar smp yang duduk di kelas 8. Ia bernama Anis. Ia mempunyai seorang kekasih yang bernama Afan. Afan adalah pelajar smp yang masih duduk

Dariku Untukmu

Oleh:
Bagaimana perasaanmu ketika sahabatmu telah menemukan seseorang yang dicintainya? Akankah kau takut ditinggalkan olehnya? Tetapi, sebagai sahabat yang baik kau akan tetap ada untuknya seperti apa pun dia bukan?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *