Ketika Kesetian Tak Terbalaskan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga
Lolos moderasi pada: 24 February 2015

Cinta ini hal baru bagi Reysa, bahkan belum pernah dia rasakan sebelumnya. Cinta ini begitu sangat indah datang ke hatinya, hingga dia tak tau harus bagaimana mengungkapkan kepada Mamanya yang sejak tadi harus rela menunggu di ambang pintu kamarnya, yang penuh dengan Mawar Merah dan butiran-butiran cokelat.

“Mama, baru lihat anak Mama seperti ini, udah mulai tau cinta ya” Mama datang membelai rambut Reysa yang tergerai indah menutupi sebagian punggungnya,
“Mah, namanya Rizky, dia emang kakak kelasku, dan pasti lebih tua dong Ma, tapi aku kayaknya seneng banget deh deket dia, nyaman” Reysa memalingkan pandangannya ke Mama yang semula memandang banyaknya mawar merah yang memenuhi kamarnya.
“Cinta boleh, tapi inget ya jangan sampai terlalu atau kamu bakal tau rasanya terluka” Mama bangkit dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Reysa yang masih tersipu dengan pemberian kekasihnya Rizky.

“Lihatin apa sih kamu dari tadi Riz?” Reysa memincingkan sebelah matanya, dan melirik ke arah Rizky yang sejak tadi hanya terfokus pada arah lain.
“emm.. enggak enggak, bukan apa-apa kok” Rizky memalingkan pandangannya kepada Reysa dan tak lupa senyum yang sejak tadi ditunggu Reysa mengembang dengan tingginya.
“Nanti pulang sekolah main ke rumah ya Riz, Mama nyari kamu” Reysa mencubit lengan Rizky yang sejak tadi tidak bisa diam, karena memainkan jemari-jemarinya.
“ha? Mama? ngapain?” Rizky tercengang dengan pernyataan Reysa.
“Iya, kan kamu yang pengen deket sama Mama?!” Reysa malah balik memasang ekspresi bingung di depan Rizky, dengan mengangkat kedua bahunya.
Rizky hanya mengangguk pelan, dan kemudian beranjak dari duduknya, dan membelai rambut Reysa.

“Tante sering banget lo denger kamu dari ceritanya Reysa Riz” Mama membuka pembicaraan di tengah-tengah makan siang Reysa, Rizky dan Mama.
“wah, Reysa pasti cerita yang aneh-aneh ya Te?” Rizky tersenyum dengan jail ke arah Reysa. Reysa hanya menjulurkan lidahnya.
“enggak kok Riz, dia malah cerita baiknya kamu diang, sampek Tante heran kok kamu gak ada salahnya dikit-dikit pun di mata Reysa” Mama terkekek pelan.
“Wah, padahal Rizky juga gak begitu baik kok Te ke Reysa” Rizky menjulurkan lidahnya ke arah Reysa yang terbelalak endengar pernyataan Rizky.
“Tapi Tante yakin kamu gak akan bikin Reysa nangis” Mama menggenggam tangan Rizky, yang dibalas anggukan pelan oleh Rizky.

Hari tepat 1 tahun dimana hubungan Reysa dan Rizky bersatu menyatukan perbedaan yang mungkin ada di antara mereka. Reysa menyiapakan sebuah video yang sudah dia siapkan jauh hari sebelum hari ini datang. Video itu berisi cerita pertemuan Reysa dan Rizky hingga tepat 1 tahun ini.

Reysa sudah sampai di ambang pintu rumah Rizky, disana terlihat 2 mobil yang berjajar hingga menutupi pagar rumah Rizky yang menjulang tinggi. Reysa melangkahkan kakinya dengan pasti, ini bukan kali pertama Reysa ke rumah Rizky, karena hampir setiap hari dia ke rumah Rizky untuk membangunkan Rizky, maupun hanya sekedar bermain, atau bahkan bercengkrama dengan Keluarga Rizky. Semua keluarga Rizky bahkan telah mengetahui statusnya dengan Rizky, jadi tak heran kalau Reysa dapat melenggang dengan pasti menuju ke dalam Rumah Rizky.
“Assalamu’alaikum” Reysa mengucapkan salam, seraya berlari kecil ke arah Mama Rizky yang telah menyambut kedatangannya dengan senyuman.
“Wa’alaikumsalam Nduk, kamu baik-baik kan?” Mama Rizky menjabat tanganku dan mencium kedua pipiku dengan penuh kasih sayang.
Reysa tersenyum tulus, “Alhamdulilah baik Te, Mas Rizky dimana?” Reysa mencari-cari di setiap sudut ruang yang bisa dia lihat.
“Mas Rizky lagi di kamar, ke sana gih Nduk” Mama Rizky member ijin Reysa untuk memasuki kamar Rizky, Reysa mengangguk pelan dan melenggang pergi meninggalkan Mama Rizky.

“Riz?” Reysa tertegun hebat, ketika dia mendengar suara Rizky yang sedang membalas telepon di sebarang sana, ya dengan kata panggilan “Sayang”. Reysa mengerenyitkan dahinya, ketika Rizky terkaget melihat sosok di depannya, dan segera menyembunyikan Handphonenya di saku celananya.
“eh Rey? ngapain kesini gak kabar dulu?” Rizky bangkit dari duduknya dan mendorong pelan tubuh Reysa untuk meninggalkan kamarnya.
“siapa tadi yang kamu telpon?” Reysa segera memberikan Rizky sebuah pertanyaan.
“Nenek ku kok” Dia hanya menjawab singkat tanpa berani menatap mata Reysa.
Reysa hanya bisa mengangguk percaya, dia tau Rizky tidak akan pernah berani untuk bermain api dengannya.
“Happy Anniv’ for 1st, ini kadonya ada di software” Reysa menyodorkan sebuah Flashdisk ke arah Rizky.
“Happy Anniv’ too, besok-besok kabari dong kalau mau kesini Rey” Rizky menjawab dengan nada yang sedikit tinggi, yang membuat Reysa sangat merasa keceewa karena dia merasa tak dihargai.
“okey, ya udah aku pamit” Reysa pergi meninggalkan Rizky yang sedang asyik memainkan layar terpanya, tanpa memperdulikan lagi Reysa pergi.

Hari ini Reysa dan Rizky akan pergi ke Pantai, perjalanan telah mereka tempuh sejak jam 6 pagi tadi. Cuaca dipagi hari ini sangat bersahabat, tetapi di tengah jalan mereka harus terhenti karena hujan lebat yang mengguyur Kota.
“Pulang aja yuk Riz, nanti bakalnya hujan lagi” Reysa merengek dengan manja ke Rizky.
“apaan sih?! nanggung tau yang” Rizky membelai rambut Reysa dengan begitu lembut yang membuat Reysa hanya dapat mengangguk pelan.

“wah pantainya bagus banget yang, aku masuk air ya?” Rizky merengek manja dengan segumpal pasir yang masih menetupi kedua telapak tangannya.
Reysa hanya menggeleng pelan. “Kamu gak bawa ganti”.
“yah, enggak apa ntar gampang deh, ya ya?” Rizky menghampiri Reysa dan mencubit pipi Reysa pelan.

“Udah dibilangin tetep aja ngenyel ya tuh mulut, sekarang gak punya daleman” Reysa mencibir pelan di hadapan Rizky.
“udah udah jangan marah dong yang” Rizky memeluk tubuh Reysa yang tengah mengeringkan tubuhnya dengan jaket kesayangan Reysa.
Reysa tertegun dengan apa yang dilakukan Rizky, ini adalah pelukan terhangat yang pernah Reysa rasa.

Reysa membuka matanya pelan, tubuhnya bergetar hebat. Reysa baru saja melalui perjalanan yang membuat sadarnya hanyut dalam sukmanya. Sahabatnya sudah berada di tengah-tengah Rizky dan Dony. Ya Syafi tersenyum sambil menitikan air matanya.
“kenapa sih? aku pengen pulang” Reysa memberontak ketika dia sadar tubuhnya telah berbalut tumpukan selimut.
“Sya! diem, diem jangan gerak aja! istirahat!” Rizky memeluk tubuh Reysa erat, suara tingginya itu tak membuat Reysa takut, karena getir tangisnya menyelimuti setiap aksara yang terucap. Reysa menangis tertahan, dia tak tahu apa yang terjadi.

“Ya Tuhan, masa Rizky sampek nangis lihat gue pingsan Syaf?” Reysa menyela di tengah keramian kantin hari ini.
“iya, dia sangat khawatir saat lo pingsan, saat tubuh lo gak berhenti bergetar mengigil, dan saat lo gak bangun-bangun. Dia nangis banget, dan dia gak lepas nyium pipi lo” Syafi menjelaskan panjang lebar, hingga membuat Reysa tak percaya apa yang dia dengar sekarang. Reysa semakin yakin bahwa Rizky tulus dengan dia.

“Aku gak pernah ada waktu buat kamu?!” Reysa meninggikan suaranya ketika umur hubungannya tepat 1 tahun 2 bulan.
“ya! aku capek tau gak kamu sibuk sama urusanmu sendiri!” Rizky membentak dengan membanting jam tangan pemberian Reysa 1 bulan yang lalu.
Reysa tertegun dengan apa yang dilakukan Rizky, air matanya mulai merebak. “dan kamu sadar apa gak, Hpmu sekarang selalu kamu sembunyiin, alasannya mati, mati! dan kamu sekarang selalu banyak main dan ngopi! kamu jadi anak yang nakal sekarang” Reysa ikut membuang cincin pemberian Rizky.
“itu juga gara-gara kamu yang gak ada waktu buat aku, aku hari sabtu mau ke bromo sama anak-anak” Rizky dengan lantang mengucapkan kata-kata itu dan pergi meninggalkan Reysa.
“Bahkan kamu gak pernah sedikitpun cerita tentang kehidupanmu! aku gak pernah tau!” Reysa membelakan matanya, tangannya meraih saku celana Rizky untuk menyelidiki sebab apa dia tak pernah menunjukkan Hpnya lagi. Tapi, tangan Rizky dengan sigap menangkis dan berlari ke dalam rumah. Reysa tak habis akal, dia membuntuti Rizky.
“siniin!” Reysa membentak Rizky, tapi tangannya tetap menghalangi.
“ada apanya sih!” Reysa terus berusaha, hingga tangan Rizky mencengkeram tangan kanannya dengan keras sehingga memar berhasil menghiasi kulit tangan Reysa, Reysa hanya bisa menitikkan air mata dan pergi meninggalkan Rizky.

Hari ini tepat Rizky ke Bromo, Reysa sengaja menyempatkan waktunya untuk membuka Facebooknya. Disana terlihat ada status teman Rizky yang bernama Jeko.

Otw, Bromo Bismilah.

Reysa membuka status itu, dan dia mengernyitkan dahinya disana ada akun Fb bernama Liliant yang mengomen status Jeko.

Jagain Rizkyku ya Jek.

Reysa tertegun dan langsung membuka akun Fb itu, matanya tambah terbelalak. Dia melihat sebuah foto yang tak asing baginya, wajah Rizky dengan senyum sumringah berpelukan dengan Liliant di sebuah taman. Air mata pun tak bisa tertahan dari mata Reysa. Reysa menghela nafas panjang.

“Apa ini maksudnya!” begitu bentak Rizky ketika Reysa datang membawa semua barang-barang yang pernah diberikan kepada Reysa.
“aku minta kita putus! jadi ini orang yang selama ini kamu ajak main terus, yang buat kamu makin gak betah menunggu aku yang terlalu sibuk bagi kamu” Reysa menunjukan tumpukan foto yang dia dapat dari Akun Fb Liliant. Air mata eysa tak berhenti mengalir. Reysa beranjak dari duduknya dengan melempar segala barang-barang Rizky.
Rizky menahan tangan Reysa, di ambang pintu terlihat Mama Rizky yang meneteskan air mata. “Sumpah, aku Cuma temen! aku sayang kamu Rey!” Riz menghentakkan kata-katanya.
Reysa menoleh ke arah Rizky, dan kemudian berteriak dengan tangisnya. “temen? temen macam apa bergandeng tangan? temen macem apa mesra seperti ini? Temen macem apa yang setiap di status selalu bilang kata mesra dan sayang dengan menyebut namamu? temen macem apa! Pembohong! kamu tau gak aku selama ini jaga hati buat kamu, gak pernah aku foto-foto kayak gini, dan sekarang begitu entengnya kamu bilang ini teman?” Reysa membentakkan kata-katanya.
“Karena dia selalu ada buat aku, gak kayak kamu!” Rizky melepaskan tangan Reysa, dan berlari meninggalkan Reysa.

Hari Reysa sangat sunyi terlebih lagi sekarang tepat Ulang Tahunnya, Rizky tak pernah memberi dia ucapan, bahkan memberi pesan lewat sms pun tak pernah sejak kejadian 1 Bulan yang lalu.
Kian hari akun Fb Liliant dipenuhi dengan Foto-foto mesra mereka berdua, air mata Reysa terus mengucur deras. Dia tak mengerti apa yang ada di benak Rizky, orang yang selama ini dia banggakan tega melakukan hal ini.

7 Tahun berlalu, Reysa masih sendiri, bahkan rasanya semakin dalam untuk Rizky walaupun Reysa tahu Rizky masih tetap tertahan pada Liliant.

Pak Pos datang dengan tiba-tiba membuat Reysa tertegun melihatnya.
PRAKKK!!! Foto Rizky yang terbingkai indah di dinding kamar Reysa terjatuh seiring dengan Undangan Pernikahan Rizky dengan Liliant yang berbeda keyakinan segera berlangsung 2 hari lagi. Ya Rizky menikah dengan mengikuti keyakinan Liliant, di altar lah mereka melangsungkan pernikahan.

Reysa hanya bisa meneteskan air mata, hatinya sangat terluka. Mengapa setia itu menyakitkan? Bahkan Reysa tak mengerti apa yang sebenarnya membutakan Rizky? semua begitu menyakitkan.

Cerpen Karangan: Ria Cahyaningrum S.
Facebook: Ria Cahyaningrum

Nama: Ria Cahyaningrum S.
TTL: KEDIRI, 21 JANUARI 1998.
Hobby: Membaca Novel, bikin puisi, dan menyanyi.
Status: single 😀
bersekolah di sman 3 kediri.
no tlpn: 083846646510.

Cerpen Ketika Kesetian Tak Terbalaskan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pengorbanan Cinta

Oleh:
Secarik kertas putih di hadapanku, kugerakan tanganku, mulai menggoreskan tintaku dan merangkai kata. Seulas senyum dan semburat merah jambu menghiasi wajahku. Saat ini, aku tengah menulis surat cinta, iya..

Kesedihanku

Oleh:
Aku duduk dibangku kelas. Diam membisu seperti biasa. Menatap satu persatu teman yang sedang asyik ngobrol dengan tatapan semu. Biasanya aku, Andika, Ifan, dan Rafli akan bercerita tentang hal-hal

Friend and Boyfriend (Part 2)

Oleh:
Di kelas Hani masih memikirkan kata-kata Levin tadi. Memang benar Hani sangat membenci ibunya karena ibunya setahun yang lalu telah memarahi kakaknya yang gagal diujiannya dan membuat kakaknya bunuh

L.O.V.E

Oleh:
Marc tengah duduk di bangku taman yang sepi ini. Awan mendung menghiasi langit seolah mengerti perasaan Marc yang dilanda rasa cemas. Seorang wanita yang ia cintai terbaring di Rumah

Engkau Kekasih Sahabatku

Oleh:
Malam ini aku hanya duduk terdiam dan terpaku menatap layar handphoneku. Aku sangat gundah dan benar-benar gelisah. Ada sesuatu yang terus menerus melintas dipikiranku. Aku masih memikirkan kejadian tadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *