Ayunan Merah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 13 November 2014

Pagi ini terlihat sangat cerah. Angin bertiup dengan lembut menembus kulitku dan juga membuat rambutku menari-nari. Burung-burung berkicauan di jendela rumahku. Ku buka jendela, dan ku lihat matahari belum muncul juga. Memang, pagi itu terlihat sangat sejuk dan juga membuat nyaman tetapi tidak dengan hatiku.

Tetap sama, mendung.

Akhir-akhir ini, aku sering termenung dan memikirkan tentang hal-hal yang mungkin tak akan pernah terjadi. Ya, tak akan pernah terjadi. Bertahun sudah aku menunggumu di kota kecil ini. Aku cukup tahu itu menyakitkan bagiku dan juga perasaanku. Namun apa yang harus aku lakukan selain menunggu dia kembali?

“Selamat pagi” ucapku dalam hati, dengan harapan dia mendengar sapaanku untuk pagi ini.
Ku arahkan pandangan mataku ke taman bunga yang berada tepat di bawah kamarku. Teringat dulu aku dan dia sering bermain di ayunan kecil yang hingga saat ini belum hilang dari tempatnya. Aku sudah bilang kepada ayah untuk tidak memindahkannya atau bahkan menjualnya. Terdapat berbagai bunga yang sedang menyapaku di sebelah ayunan kecil itu. Bunganya memang cukup banyak karena dulunya merupakan sebuah kolam kecil yang sering aku gunakan untuk berenang bersamanya.
“Aku rindu…”
Tiba-tiba kata itu terlontar dari mulutku. Jujur saja, aku benar-benar rindu akan hal-hal yang telah aku lalui bersamanya. Aku mencoba mengingat kembali hal-hal yang sudah aku lalui dengan dirinya di ayunan kecil itu…

“Kamu nanti kalo sudah besar mau jadi apa, Din?”
“Mau jadi apa ya, aku mau jadi dokter atau jadi pramugari. Kamu Dan?”
“Aku mau jadi pilot atau jadi astronot.”
“Wah, hebat dong. Semoga tercapai ya Dan.”
“Iya, terimakasih Adin. Kalo sudah tercapai, aku mau kamu jadi ibu untuk anak-anak aku nantinya”
“Kenapa?”
“Rahasia. Kamu harus janji ya sama aku. Kamu harus jadi ibu buat anak-anak aku nantinya”
“Iya. Aku janji”

Aku tertawa kecil saat teringat dengan janji yang sangat konyol itu. Apakah dia masih mengingat janji itu? Apakah dia serius dengan janji yang dia ucapkan 11 tahun lalu disana? Apakah dia merindukanku? Apakah dia mengingatku? Pertanyaan-pertanyaan terus muncul di kepalaku. Untuk kesekian kalinya, ayunan kecil dengan cat berwarna merah itu mengingatkan aku tentang dia yang telah pergi ke negeri sebrang 2 tahun lalu dengan meninggalkan sepucuk surat di atas ayunan itu yang bertuliskan
“Tunggu aku, Din. Aku bakal balik buat kamu.”

Hingga saat ini tak ada kabar dari Dani. Dia hilang tanpa suara dan aku tenggelam dalam kepedihan batin. Aku, Dia, Terpisahkan oleh Jarak, Terjebak dalam Kerinduan, dan Terhanyut dalam Keraguan.

Cerpen Karangan: Vinilia
Facebook: www.facebook.com/taeminwifey

Cerpen Ayunan Merah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pengorbanan yang Sia-Sia

Oleh:
Namaku Raka. Aku Anak Kedua Dari Tiga Bersaudara. Aku Lahir Di Keluarga Yang Cukup Sederhana. Aku Tinggal Di Suatu Kota Yang Bernama Tangerang Dan Aku Tinggal Di BALARAJA. Umurku

Ini Aku

Oleh:
“Hey! Jangan lari! Gue cuma pengen tau lo siapa!” kata Fahru terhadap orang yang tak dikenal itu. “Maaf, aku tidak bermaksud untuk menguntit. Aku tidak berniat jahat. Sungguh.” Pria

Kebijaksanaan Sebuah Kisah

Oleh:
Pemuda itu berjalan menyusuri trotoar menuju kedai kopi yang biasa dikunjungi kala sore hari, kali ini kepalanya tertunduk dengan kedua tangan menyusup di saku celana twis nya, cuaca sore

Catatan Harian

Oleh:
Masih kusimpan kisah yang indah dalam balutan kertas putih. Warna sampulnya yang manis membuat aku selalu ingin menggenggamnya. Sudah lama aku tak membuka jilidnya, Catatan yang bertempat di sana

Rest Area

Oleh:
Entah apa yang menjadi alasan Ayumi seringkali menolak ajakan Nathan untuk bertemu. Namun Nathan enggan menyerah agar bisa bertemu Ayumi. Setelah 3 tahun lamanya mereka hanya bersua via media

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *