Because of Love (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 15 December 2013

“selamat pagi semua..” sapa eby kepada keluarga kecilnya saat sarapan pagi.
“Pagi sayang, senang banget kelihatannya?” tanya mamanya.
“Just right, mom. Eby memang lagi seneeeng banget”
“Karena apa? ada job..?” tanya papa nya.
“Ada 2 hal yang membuat ebby bahagia pa. yang pertama karena ebby diundang ke sebuah perusahaan ternama yang ada di Manado. yang kedua… cukup ebby yang tahu, hehe”
“Diundang? maksud kamu?”
“Jadi gini pa. Tadi pagi, mbak sisil telpon. Katanya, ada perusahaan yang nawarin kerja sama dengan perusahaan nya. Perusahaan itu tertarik dengan desainan-desainan gaun yang ebby buat, makanya eby diundang ke manado. semua biaya mereka yang tanggung.”
“Kapan berangkat nya.” tanya papa lagi.
“Hari ini pukul 15.00 wib.”
“Hari ini? sama siapa by. mama khawatir. kuliah kamu gimana?”
“ebby sudah bilang ke dosen ebby. dan beliau tidak mempermasalahkan nya.”

Setelah lama meyakinkan kedua orang tua nya, akhirnya mereka menyetujui keberangkatan ebby ke kota manado sore nanti.
“Tapi papa sama mama gak bisa ngantar kamu sampai bandara, by. Karena ada acara di kantor”
“Iya, ebby ngerti kok, ebby bisa berangkat sama kak dika,” kata ebby dengan tersenyum kepada dika. Dika hanya bisa mengangguk lugu dengan senyumnya yang dingin.

Waktu berjalan dengan cepatnya Pukul 14.00 wib, eby sudah berada di bandara. hanya dika yang menemani eby saat itu, tanpa derren. Sebenarnya hal itu membuat eby sedikit kecewa.
“Derren kemana, by.” tanya dika.
“Gak tahu kak. Sudah dari pagi tadi ebby coba hubungin dia, tapi nomornya gak aktif. Hanya satu pesan yang dia kirim tadi siang, dia bilang lagi sibuk.” ebby menjadi manyun.
“Apa kamu memang benar-benar sayang sama derren.” tanya dika, kemudian.
“Iya, kak. Dari dulu malah. hehe.. em emangnya kenapa? tumben kak dika tanya gitu.”
Dika tak langsung menjawab pertanyaan ebby.
“Apa derren juga merasakan apa yang kamu rasa ke dia?” tanya dika lagi.
Ebby tertegun dan menggeleng. kemudian dengan perlahan ebby mulai bercerita. Bercerita tentang awal pertemuannya dengan derren, tentang kedekatan mereka, Sampai pada akhirnya eby menyukai derren. Dari dulu hingga sampai saat ini, rasa itu tak kunjung hilang.
“Tapi yang ebby tak mengerti adalah kenapa derren memberikan perhatiannya namun dari dulu sampai sekarang derren tak pernah mengatakan cintanya pada ebby.”
“apa hal itu membuat kamu merasa sakit, atau…”
“Iya kak, sakit banget malah. Secara tidak langsung derren menggantung perasaan ebby. Coba aja sekarang kak dika berada di posisi ebby, yang deket sama seseorang, dan orang itu memberikan perhatian, pengertian, yang lebih. Tapi orang tersebut tak pernah menyatakan cintanya. Dan kedekatan kami ini tidak hanya 1 atau 2 bulan saja, tapi sudah 3 tahun kedekatan ini terjalin.”
“Terus apa yang akan elo lakukan, by?”
“ebby masih gak tahu kak. mungkin ebby akan tetap menunggu kak. Karena eby benar-benar menyayangi derren.”
“Sampai kapan?”
“Sampai eby tahu siapa yang sebenarnya ada di hati derren. Entah itu eby atau orang lain.”
Dika hanya bisa tertegun dan tersenyum.
“Gue salut sama elo, by. Ternyata seorang eby bisa sekuat ini. Semangat, semoga elo dapetin cinta elo. Jangan pernah putus asa dalam berjuang untuk mendapatkan cintanya derren.” Kata dika dengan memberi support untuk eby, walaupun sebenarnya saat itu hatinya sakit dan kecewa, melihat seseorang yang dicintainya, ternyata mencintai orang lain.
“Thanks kak dika, mulai sekarang gue Febby arsyanti akan berusaha sekuat tenaga untuk dapetin cinta derren” . Mereka berdua sama-sama tertawa.

Namun Pembicaraan mereka segera terhenti, karena pesawat yang ditunggu ebby telah tiba.
“Hati-hati, by. Tetap jaga kesehatan elo”
“Oke.. ebby berangkat dulu”
Dika mengangguk dan melepas senyum melihat kepergian eby. Sebenarnya dika juga tak bisa melepas eby sendirian tanpa ada dirinya di sampiing eby sekarang. Karena dika begitu mengkhawatirkan eby.

“pagi, by.” sapa mbak sisil dalam telpon.
“Pagi juga, mbak. Tumben telpon pagi-pagi gini, ada apa?”
“Iya, mbak Cuma mau ngasih tahu kamu kalau desainan gaun baru kamu, kemarin dilirik orang bahkan orangnya mau membelinya. Menurut kamu…”
“Wow, benarkah? good… udah mbak jual aja ke oraangnya..”
“Beneran? padahal mbak pengen kamu yang make, by.”
“Haa.. udahlah mbak, kasih aja. Ini rezeki kita. peluang mbak…”
“Hmm, ya udah deh, kalau itu mau kamu. Bagaimana dengan kamu disana, by”
“Oke. Eby disini baik-baik aja, nanti siang eby ada rapat. kemungkinan besok eby udah kembali ke jakarta.”
“Ya udah mbak lanjut kerja ya, by. Baik-baik disana.”
“ya, thanks mbak,”
Tuuut… sambungan telpon ditutup.
Eby segera bergegas mandi. Dan segera berangkat ke kantor.

Hufffttt… Eby menghembuskan napas lega. Akhirnya rapat siang ini sudah selesai dengan hasil yang menggembirakan. Eby berhasil meyakinkan pihak perusahaan untuk bekerja sama dengan perusahaan mbak sisil. Yeahhh…
Eby melihat handphone nya. Tak satu pun sms yang masuk. Derren kemana ya, tiba-tiba ngilang gini. Derren kenapa sih elo selalu gini. Seenaknya datang dan pergi ke hati gue. Gue yang merasakan sakitnya, bukan elo. Pikiran eby melayang kemana-mana. Tapi hanya satu yang dituju, derren. Ya eby tengah memikirkan derren. Hingga makan siangnya ia abaikan.
Tapi seharusnya gue gak boleh gini. Kata kak dika gue harus tetap semaangat dalam memperjungkan cinta gue. Harus, seorang eby tidak boleh putus asa.
Segera saja eby mengambil ponselnya untuk menelpon derren dan dika tapi alhasil gak ada yang aktif semua. Ngebetein banget… batin eby.

Dengan lesu eby kemudian kembali ke hotel untuk menyiapkan barang-barangnya. karena besok pagi, eby harus segera ke bandara.
Tringgg.. sebuah SMS dari mbak sisil masuk.
> eby… semuanya udah beres. gaun udah terjual dan ternyata kita diundang juga by.. dalam acara pertunangan orang yang membeli gaun itu.
> hah? seriusan. kita diundang. waaa seneng banget eby mbak… eby pengen ngelihat pengantin perempuannya. Cantik gak make gaunnya..
> waah sudah pasti cantik, by. gaunnya aja mewah kaya gitu.
> iya, mbak. oh ya, eby berhasil mbak. mulai minggu depan kita sudah resmi menjadi partner kerja mereka.
> oh ya, alhamdllah deh, kamu emang bisa di andelin, by. terimakasih ya..
> Iya, sama-sama?

Kota manado ternyata indah juga, ya. Dilihatnya pemandangan kota dari atas balkon hotel. sangat indah. Kotanya gak sepadat jakarta. Eby menjadi betah tinggal di manado, kota yang nyaman.
Perasaan baru sebentar disini tapi besok harus kembali ke jakarta lagi. Tapi ya sudahlah, semoga setelah sampai jakarta nanti, gue langsung ketemu derren. I miss you, my derren…

Keesokan pagi nya, eby berangkat ke bandara tanpa ada yang menemani. Gak kaya kemarin di jakarta. Masih ada kak dika yang nemenin gue, batin ebby. Tapi kenapa gue jadi merasa rindu bertemu kak dika ya… aduh… udah deh jangan pikirkan hal lain. Hanya derren yang boleh memasuki ruang pikiran gue. hee lebay dikit

Satu jam empat puluh lima menit, kemudian pesawat penerbangan manado-jakarta telah tiba. Dan dengan perlahan pesawat yang ditumpangi eby meninggalkan tanah manado. Good bye.. kota manado.

“Eby…” teriak mamanya saat eby baru saja membuka pintu rumahnya.
“Mama… eby kangen mama sama papa..” kata eby dengan memeluk mamanya.
“Papa kemana, ma. kok sepi. kak dika juga gak ada, tumben banget.
“Papa masih di kantor sayang, kalau kak dika… dika, sudah tidak di jakarta lagi,”
“maksud mama..”
“Kemarin, kak dika berangkat ke london. Om jaya menjemputnya kemarin.”
Dug.. jantung eby berdetak, eby kecewa, karena kedatangannya tak ada lagi dika. Dan entah mengapa eby merasa ada yang hilang di hatinya. Tapi eby sendiri tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan hatinya.
“Ya udah, cepat mandi, kemudian kita makan bareng, sebentar lagi papa juga pulang, by”
“Ya, mam.” ucap eby dengan lemas.

Seperti kata mamanya, eby segera membersihkan diri. Tapi nafsu makannya mendadak hilang. Eby merebahkan tubuhnya.
Ufffttt… capek juga perjalanan singkat kemarin.
Kak dika? pikirannya tertuju pada dika. Eby mencoba menelpon dika, tapi hasilnya tetap nihil. Kenapa sih, pada ngilang gini, gak derren nya, ini lagi kak dika yang gak ada!!!. kak dika, kenapa gak bilang ke eby kalau mau pindah. Padahal eby pengen banget ketemu kak dika. ugghhf… eby merebahkan tubuhnya. Memikirkan dika lagi.

Treeed… getar handphone tanda pesan masuk.
Satu pesan dari mba sisil masuk.
> nanti sore jam 18.30 wib, mbak jemput kamu…
> hah? jemput kemana mbak… balas eby.
> kamu pasti lupa, jam 19.00 wib ada acara pernikahan di tempat orang yang membeli gaun kita, kemarin…
> oh.. iya-iya. oke.. balas eby. Padahal sebenarnya ebby masih merasa capek.
Eby melihat jam dinding, baru menunjukkan pukul 12.50 wib, emm.. masih punya waktu untuk istrahat. Perlahan eby memejamkan matanya.

Tok.. tok,
“By, kamu udah siap?” Kata mbak sisisl di luar pintu.
“Oh udah, mbak.” kata eby seraya membuka pintu kamarnya.
“Yu by, kita berangkat sekarang.”
“Oke, mbak…”
Eby kemudian meminta izin kepada papa dan mamanya.
“Hati-hati, kalian” Pesan papanya.
“Oke, pa. daaahh..”
Setelah itu mbak sisil segera melajukan mobilnya.

Pesta pertunangan dilaksanakan di sebuah gedung. Dari luar terlihat sangat megah. Gila… tajir benar yang punya acara ini, batin eby. sepintas bayangan derren muncul di benaknya. Andai saja yang akan tunangan di gedung ini, gue sama deerren. Hmm… eby tersenyum-senyum sendiri.

Tiba-tiba handphone eby bergetar, ternyata dika yang menelpon nya.
“Em mbak sisil duluan aja, eby lagi ada telpon mbak. Ntar eby menyusul”
“oke, by. Cepat ya..”
Eby pun mengangguk dan segera mengangkat telpon tersebut.
“Hallo, kak dika”
“iya by, ganggu gak”
“Em gak, kok. Ada apa kak”
“kak dika Cuma mau minta maaf, karena pergi gak bilang sama elo, by. mendadak banget sih, saat itu. Oh ya.. gimana kabar kamu”
“oh iya, gak apa-apa kok. Yang penting sekarang kak dika udah hubungin eby. kalau kabar eby sih baik-baik saja, kalau kak dika?”
“syukurlah. iya baik juga. Emm pesan kak dika jaga diri elo baik-baik. kalau ada apa-apa langsung hubungin kak dika, karena sebenarnya gue khawatir sama elo, by”
“iya, kak dika. Tenang aja. eby baik-baik disini. Makasih atas perhatiannya. EM.. kalau gitu udah dulu ya, eby ada acara nih, kak. nanti malam kita sambung lagi”
“oh oke. bye.. bye.. Ebby”
“bye kak dika”
Eby segera menutup pembicaraanya dengan dika dan buru-buru masuk ke acara pesta.

Cerpen Karangan: Evitaa
Facebook: vii evhi

Cerpen Because of Love (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Untuk Sahabat

Oleh:
Malam begitu sunyi ketika ku berjalan di sisi kota tua itu…yang terasa hanya dingin menyengat jiwa-jiwa yang kesepian… Jalan_jalan itu nampak sepi..Hanya terlihat beberapa kendaraan yang lalu lalang…hmmm…benar-benar malam

Getar Kenangan Dinda

Oleh:
Suatu hari sahabatku Dinda divonis sakit oleh dokter. Memang bagi kami tak begitu kaget ketika mengetahui bahwa dia telah divonis karena sebelumnya dia memang sering sakit. Dinda adalah anak

Ikhlas

Oleh:
Terdengar suara tawa, teriakan, bising, gaduh bahkan suara tv yang seolah dibiarkan menyala dengan volume yang besar. Mengganggu tidurku kala itu. Dengan pandangan yang masih kabur dan tubuh yang

Love You Till The End

Oleh:
Dua minggu aku merasakan hari hari tanpamu seakan aku kehilangan mu. Yah… Aku yang selalu merasakan itu dan mungkin kamu tidak. Dua hari sebelum masuk sekolah aku merasakan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *