Bidadari dalam Ketidakpastianku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 7 January 2013

Namanya ziezie. Usianya memang terpaut jauh dibawahku. Gadis belia berambut ikal yang memesona. Aku menyayanginya, ya! Ketika peliknya masalah tengah membelenggu kehidupanku. Dia satu-satunya yang mampu mengukirkan canda tawa itu untukku.

Hatinya lembut. Bahkan masih tetap selembut sutera ketika dia tahu bahwa aku bukanlah seseorang yang seperti dia kenal selama ini.
Dia selalu membiarkan senyumnya terkembang dengan indah. Pun disaat aku telah tanpa sengaja mengecewakan perasaannya.

“ aku cuman mau kejujuran aja ko dari aa. Aa kan tahu aku paling ndag suka dibohongi.” Ucap ziezie seraya merendahkan suaranya.
“ jujur apa sayang? Aa udah jujur. Yang aa sembunyiin cuman rasa sayang aa ke ziezie. Itu aja kan.” Aku yang tidak tahu maksud pertanyaan ziezie berusaha untuk merayunya.
“ oke. Yakin ndag ada yang aa sembunyiin? Lantas bagaimana dengan dinda? Aa kenal gadis cantik itu?” ziezie sedikit meninggikan nada suaranya.
“ ooo.. jadi itu yang sayang maksud? Iya. Itu kan yang aa ceritain tempo hari.”
“ bukannya ziezie sudah tahu kan, kalau gara-gara gadis ndag jelas itu aa jadi dipindah kerja. Aa cuman mau cari tenang saja sayang. Ndag mau aa bikin kamu jadi salah paham.” Lanjutku menjelaskan padanya.
“ selain itu? Yakin ndag ada lagi?” ziezie mengulangi pertanyaannya.
“ sebenarnya ada. Tapi aa takut kamu akan sock dan ndag percaya kalau aa ceritakan.”
“ katakan a. Mana ziezie tahu, ziezie akan kaget atau ndag kalau ziezie belum tahu bagaimana ceritanya.” Dia memegang bahuku. Tersenyum, memberikan kode bahwa dengan segenap hati dia sudah siap mendengar penuturanku.
Dengan berat hati. Antara perasaan takut kehilangan, takut melukai dan perasaan bersalah beradu menjadi satu. Pilu rasanya jika aku mengingat itu. Kuungkapkan semua, ya! Semua tentang kelamnya jalan hidup yang aku jalani. Tentang ketidak pastian hidup yang hingga saat ini masih mengganjal.
“ ya jadi begitulah ceritanya. Sekarang terserah ziezie, ziezie berhak marah dan benci sama aa. Aa terima apapun keputusan ziezie.” Aku menyudahi penuturanku. Tidak kudengar jawaban darinya.
“ yang? Kamu marah ya sama aa ? maaf, aa belum siap buat mengungkapkan itu tempo hari.” Lanjutku.
“ ajari ziezie buat marah. Ziezie tahu kedengarannya memang aneh kalau ziezie ndag marah. Tapi itu kenyataannya. Memang ziezie sedikit kaget. Tapi ya itu semua kan memang sudah seperti itu jalannya. Lantas sekarang bagaimana? “
“ semua terserah ziezie.” Sahutku.
“ ziezie masih bisa kasih kesempatan ke aa. Bagaimanapun itu nanti akhir jalan ceritanya. Entah nanti aa akan tetap denganku menjalani cerita yang baru atau aa akan kembali ke tempat aa yang seharusnya. Yang jelas tentu tawa ceria dari peri kecil aa akan terus membayangi. Dia malaikat yang tak tahu apa-apa.” Ziezie tersenyum. Senyum yang begitu meluluhkan perasaanku.
“ ajari ziezie untuk mengobati luka itu. Luka yang aku lihat dari kedua mata itu.” Lanjutnya sembari menatap tajam kearah mataku.
Entahlah terbuat dari apa hati malaikatku ini. Ya! Sebelum aku mengenalnya, aku sudah memiliki keluarga kecil. Aku menikah dengan gadis cantik yang begitu dipuja-puja. Bahkan diantara kami telah lahir peri kecil yang seharusnya saat ini sedang bercanda ria dalam pangkuanku.
Tapi peliknya masalah membuat semua yang terjadi tercerai berai. Aku berpisah dengan keluarga kecilku. Dan selama bertahun menyimpan segumpal luka di dalam hatiku. Banyak memang gadis yang datang dan pergi dalam kehidupanku, tapi ziezie? Dia berbeda. Uantaian maaf dan kata-kata lembutnya selalu mampu meluluhkan segenap perasaanku.
“ doain aja ya sayang. Terimakasih sudah selalu ada buat aa, dalam suka ataupun duka. Aa ndag tau mesti bagaimana kalau aa ndag pernah menemukan seseorang seperti ziezie dalam kehidupan aa yang seperti sekarang ini. Sekali lagi, terimakasih banyak.”
“ ndag usah terlalu berlebihan seperti itu. Apa yang terjadi memang sudah jalan Tuhan kan. Kita jalani saja yang ada. Ziezie Cuma bisa ada untuk aa seperti sekarang ini. Ziezie memang sayang sama aa, tapi biarkan ziezie ndag berharap lebih untuk bisa memiliki aa seutuhnya. Karena sebenarnya kebahagiaan sejati bagi ziezie adalah melihat peri kecil aa bisa tertawa bahagia dalam pangkuan kedua orang tuanya. Senyum seorang anak yang paling bahagia adalah ketika berada dalam keceriaan keluarga yang utuh. “ ziezie tersenyum. Senyum seorang malaikat yang selalu memberiku kekuatan untuk bangkit dan terus bertahan.
“ aa minta maaf. Aa ndag pernah bisa membahagiakan ziezie.” Ucapku seraya mengelus rambut panjangnya yang ikal.
“ darimana aa tahu kalau ziezie ndag bahagia? Ziezie selalu bahagia setiap ada di dekat aa. Bahkan selama ziezie bersama aa, itu adalah saat-saat yang paling bahagia. Jangan minta maaf lagi ya, kesannya jadi seperti lebaran nih. Hehe”
Kekehannya menyejukan kalbuku. Membuyarkan imagi akan pedihnya luka yang sempat terus membayang-bayang di pelupuk mata. Angin terus berhembus, meniupkan sejuta puisi untuk kubisikkan padanya. Malaikat cantik yang membantuku untuk mengusap air mata, membantuku untuk mengeja kata bahagia disela-sela ketidak pastian yang masih terus menghantuiku.
“ a…”
“ iya? “
“ kalaupun nati aa akhirnya memilih untuk memperbaiki dan kembali ke pelukan mantan istri aa, ziezie rela kok. Yang penting aa bisa bahagia.”
“ ya tapi kalau aa masih saja terluka seperti sekarang ini. Ziezie akan terus berdoa supaya Tuhan menakdirkan aku lah orang yang akan menemani perjalanan hidup aa setelah ini.”
Aku hanya tersenyum mendengar penuturannya. Dia memang begitu istimewa Tuhan. Kau ciptakan dari apa ketulusan hatinya ini.
“ oya. Apapun itu yang akan terjadi dengan hubungan kita nanti. Aku yakin itu jalan yang terbaik dari Tuhan untuk hidup kita. Ya, seandainya saja nanti kita ndag akan berakhir bersama dan happy ending layaknya ftv. Mungkin saja kan Tuhan hanya menghadirkan dan mempertemukan kita saat ini hanya untuk saling mengobati luka yang ada pada kita.” Lanjut ziezie ringan.

Aku terkesima mendengar kata-katanya.Gadis 19 tahun ini. Pemikirannya begitu dewasa. Hati dan wajah yang begitu memesona. Sungguh aku merasa begitu berdosa telah melibatkan dia dalam hidupku yang pelik ini. Terkadang aku berfikir, kenapa tidak aku mengenalnya sedari dahulu saja. Pasti senyum indahnya akan terus menghiasi hari-hariku yang indah bersamanya.

Tapi, dia memang benar. Mungkin tidak akan ada rasa sayangnya jika aku bertemu dengannya sebelum aku mendapat luka dalam kegagalan ini. Mungkin aku tidak akan menemukan obat dari hati emas dan maaf yang tulus darinya jika aku sudah menjadi kekasihnya sejak dahulu. Ya! Dia selalu benar. Semua jalan cerita pasti akan menjadi berbeda jika aku tidak mengenalnya disaat seperti sekarang ini.
“ terimakasih ziezie tersayang. “

Cerpen Karangan: Galuh Sita
Facebook: reksita galuh wardani

Cerpen Bidadari dalam Ketidakpastianku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kasih Yang Tak Dianggap

Oleh:
“Hari itu semuanya baik-baik saja aku masih bersamanya dan menjalani hari-hari dengan indah dan penuh keceriaan tapi entah mengapa 3 hari ini dia sangat berubah padaku bahkan tak menemuiku

Pelangi

Oleh:
“Hei Jihan, bangun, bangun, bangguunnnn” Teriak ibuku sambil membuat susu di dapur. “Ini hari besarmu Jihan, tidakkah kau ingin menyambutnya dengan semangat?”. Kubuka mataku, kulihat mentari pagi seakan dia

Bertemu Kembali

Oleh:
Kita tidak tahu kapan bakal senang dan kapan bakal sedih, ketika salah satunya tiba-tiba datang, anggap saja kejutan dari Tuhan. Ku berlari menuju jendela dan ku melihat sesosok yang

Akhir Cerita Sabtu Senja (Part 3)

Oleh:
Penampilan tak kalah mengesankan dari peserta lomba tari lain, namun penentuan kemenangan ada di tangan para juri yang duduk di urutan kursi paling depan. Semua rombongan menangis saat tidak

Bahagiaku Bahagiamu

Oleh:
Kala hati berbisik dalam kalbu Berteriak dan tak ada seorang pun yang tahu Ku pandangi langit seakan tanganmu menyentuh jemariku Air mata pun mengalir di pipiku Sesak pun merasuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *