Ketidakmungkinan Yang Disemogakan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 1 May 2021

Yeah, hari ini hari pernikahanku. Aku akan menikah dengan seorang wanita yang aku impikan. Oh iya, namaku ahmad dan istriku Siti Hawa. Sebelum hari ini, banyak hal menakjubkan yang terjadi antara kami. Perihal aku dan dia, adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan.

Semua berawal dari bangku sekolah, kita satu angkatan dan juga satu kelas. Pada mulanya aku menggapnya biasa saja, seperti teman-teman wanita sekelasku lainnya. Kelas X berlalu dengan perasaan biasa, lalu pada saat kelas XI seperti ada angin berhembus ke wajahku ketika aku memandangnya dari dekat, yeah selama ini aku selalu menjaga jarak dengan wanita manapun. Waktu itu ada tugas kelompok, dan aku satu kelompok dengannya, terus mau enggak mau aku berdekatan dengannya. Mungkin itulah pertama kali ku jatuh cinta padanya, namun aku mengabaikan perasaan itu, sebab prinsipku, ku tak ingin pecaran, ku ingin jatuh cinta dan menyatakannya sekaligus itu pula menikah.

Setelah hari itu, hari-hari sekolahku berjalan dengan biasanya. Setelah lulus dari SMA 1 Cinta Tanah Air itu, aku jadi lebih akrab dengannya, aku memang terkenal sebagai seseorang yang suka menulis kata-kata bijak, dan yang membuat ia akrab denganku ialah ketika ia sering minta nasehat dariku. Yeah sudah bisa dibayangkanlah nasehat tentang apa, untuk gadis muda hal yang paling menarik ialah tentang cinta, dan aku juga suka perihal itu.

Suatu hari ia membawa cerita padaku, bahwa orangtuanya menerima tawaran lamaran seorang pemuda, pemuda itu bernama Nazar. Nazar itu seorang guru muda, wajahnya tampan ia terpaut beda usia sekitar 7 tahun dengan Hawa. Hawa ingin menolak lamaran Nazar dengan alasan ia punya pacar, nama pacarnya adalah Reyhan. Reyhan ini adalah anak seorang dosen. Orangtuanya Hawa bukan tidak menerima alasan Hawa ataupun tidak merestui Hawa dengan Reyhan, hanya saja orangtuanya Hawa takut, kalau-kalau orangtuanya Reyhan tidak merestui Reyhan dengan Hawa, sebab Hawa bukanlah lulusan akedemis strata, Hawa cuma lulusan SMA, orangtuanya Hawa takut nantinya anaknya akan ditinggalkan oleh reyhan, makanya mereka menerima lamaran Nazar. Di sinilah Hawa terbuka denganku menceritakan semuanya, ia minta nasehat dariku untuk menentukan pilihan, tetap bersama Reyhan dengan kemungkinan lima puluh lima puluh menikah atau patuh dengan orangtua dan menikah secepatnya dengan Nazar. Tapi kata Hawa pilihan tetap ada di tangan Hawa, orangtuanya percaya pada pilihan Hawa, tidak memaksakan kehendak mereka. Lalu aku memberikan nasehat untuk memilih mengikuti keinginan orangtuanya, alasanku menyuruh itu adalah karena orangtua itu lebih tau dari siapapun apa yang terbaik untukmu, mereka membesarkan dengan cinta, tidak mungkin mereka menjerumuskanmu ke jalan yang salah.

Akhirnya Hawa menuruti nasehatku, ia memutuskan hubungan dengan Reyhan dan mencoba menjalin cinta dengan Nazar. Namun di sinilah masalahku, aku jatuh cinta dengan Hawa, bukan perihal wajah yang membuatku jatuh cinta, namun ia yang menuruti nasehatku membuatku jatuh cinta, aku bukan mencari wanita sempurna, aku hanya mencari wanita yang percaya padaku dan mau kubimbing, dan aku menemukan itu pada pribadinya. Sebenarnya bukan hanya kali itu ia minta nasehat dariku, dan sebenarnya juga bukannya hanya nasehat masalah cinta, kadang juga tentang kehidupan. Dan ia selalu menuruti nasehatku, seakan-akan ia selalu mau kubimbing hingga akhir hayatnya.

Namun tidak berselang lama, entah kenapa Nazar malah memutuskan hubungannya dengan Hawa, dan Hawa sedih lagi, sebab katanya hatinya sudah mulai menerima dan mencintai hadirnya Nazar. Ia cerita itu lagi padaku, ia tidak menyalahkan siapa-siapa perihal itu, katanya mungkin tidak ada jodoh dengannya. Di satu sisi aku sedih dengan kesedihannya, namun di sisi lain aku gembira, sebab peluangku menikah dengannya masih ada, meskipun jujur aku tidak percaya diri, karena Hawa termasuk orang kaya, sedang aku cuma orang yang kerja hari ini untuk makan hari ini dan besok. Selain minder aku juga takut tidak bisa membuat ia bahagia, dia anak orang kaya, banyak dimanja oleh orangtuanya. Di sinilah hatiku merasa, bahwa ia adalah ketidakmungkinan untukku, namun apa boleh buat hatiku terlanjur mencintainnya, aku menyingkatnya “Kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan”.

Terlepas dari itu beberapa waktu kemudian ia cerita lagi, kalau dia balikan lagi dengan Reyhan. Hubungan mereka berjalan lancar terus hari demi hari bulan demi bulan dan tahun demi tahun, meskipun demikian Hawa masih terus curhat tentang masalah-masalahnya padaku. Hingga akhirnya datanglah hari di mana Reyhan mengajak orangtuanya melamar Hawa, keluarga Hawa menyambut keluarga Reyhan dengan hangat. Namun, ternyata kekhawatiran orangtuanya Hawa menjadi kenyataan, ketika orangtuanya Reyhan tau bahwa keluarganya Hawa bukanlah keluarga orang yang berpendidikan strata, orangtuanya Reyhan membatalkan lamaran tersebut, Reyhan yang anak yang baik dan penurut dengan orangtuanya tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti keinginan orangtuanya.

Hawa cerita semua padaku, katanya hari itu adalah hari terburuk dalam hidupnya. Untuk menghiburnya aku melakukan apa yang kubisa, misalnya menulis kata-kata.
~ Sesuatu yang ditakdirkan untukmu tidak akan terlapas darimu ~
~ Tuhan menjauhkan seseorang yang tidak baik darimu agar mereka yang terbaik bisa datang padamu ~

Selain itu, untuk menghiburnya aku juga mengajaknya untuk berkunjung pada guru favorit kami, kami pergi berempat aku Hawa Saufi dan Sifa. Guru itu bernama bapak Rahman. Di rumah beliau kami dapat ilmu dapat cerita dapat tawa. Setelahnya keadaan hati Hawa sudah mulai membaik.

Setelah itu kami jadi semakin akrab, kami sering cerita ini itu, dari perihal serius sampai hal konyol, hingga suatu waktu ia menyinggung kata-kataku, “agar yang terbaik itu bisa datang” apa maksudnya yaa, bukannya sudah datang yaa. Seakan ia memberi isyarat, bahwa ia mencintaiku. Saat itulah hatiku bertengkar dengan logikaku, hatiku bilang ungkapkan saja perasaanmu dan logikaku bilang, jangan diungkapkan kamu tidak layak untuknya. Aku membalas katanya, jujur selama ini aku mencintaimu, mendengar itu dia langsung tersenyum. Tapi Hawa, aku ini enggak punya apa-apa, aku tidaklah kaya dan punya tahta. Ia bilang aku tidak mencari yang bisa menafkahiku dengan mewah sempurna, aku hanya mencari dia yang bisa membimbingku ke syurga. Lalu kataku aku tidak bisa apa-apa, tidak ada yang bisa dibanggakan dariku. Katanya lagi, seseorang yang mencintaimu melihat keindahan pada dirimu yang dirimu sendiri tidak melihatnya. Saat itulah aku tersenyum gembira, hari itu juga aku langsung melamarnya, dan orangtuanya Hawa menerimaku dan keluargaku dengan hangat.

Dan terjadilah hari ini, hari ini aku menikah denganya, dia yang bernama Siti Hawa, dia yang selalu kusebut ketidakmungkinan yang selalu kusemogakan.

Selasai.
Terima kasih sudah membaca ^_^

Cerpen Karangan: Haddad Ahmad
Blog / Facebook: Haddad Ahmad

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 1 Mei 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Ketidakmungkinan Yang Disemogakan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Sebatas Patok Tenda

Oleh:
Cinta. Baca cinta dengan titik. Cinta itu sebenarnya tidak bermakna, cinta itu berarti. Betul bukan? Cinta itu sungguh berarti. Sebelumnya aku berpikir bahwa cinta itu hanya fantasi. Setelah menulis

Separuh Dari Satu Yang Utuh

Oleh:
Langit malam yang tadinya hitam kelam, kini memerah, yang sepertinya menandakan pertukaran malam menjadi pagi. Langkah jarum jam seakan terdengar begitu keras pada malam menjelang pagi itu. Yang kemudian

Tersenyumlah (Part 1)

Oleh:
You Don’t Know How Precious It Is To Have A Body,Do You? Being Able To Touch And Feeling Warmth. You Have A Voice That Someone Else Can Hear And

Kisah Sashi Di Sekolah (Part 2)

Oleh:
“Mit, lo kenal ga sama cowo yang ngobrol sama Al tadi?” “Engga, keknya bukan anak sini!” “Kita ikutin.. ikutin Mit, ngga tau kenapa, gue penasaran aja!” “Kita duluan tunggu

Je T’aime (Aku Mencintaimu)

Oleh:
‘Lima tahun, bukankah waktu itu terbilang cukup untuk bisa berada di dekatmu. berdiri di sampingmu dan mencoba membuat hal-hal indah bersama.’ Catatan itu masih tersimpan rapi di laciku dalam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *