Mencumbui Bibir Waktu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 29 April 2021

Randi adalah mahasiswa baru di universitas swasta di salah satu kota. Masuk kampus dan mulai kuliah, berkenalan dengan beberapa teman adalah harapan dari Randi karena baginya teman adalah keluarga, dia juga dipercayakan menjadi ketua kelas di jurusannya, meskipun sudah menjadi ketua kelas dia tidak pernah sombong dan angkuh selalu bergaul dengan siapa pun, banyak cewek yang senang karena sikapnya.

Tinggi, kulit sawo matang, rambutnya agak bergelombang itulah ciri-ciri Randi dia mempunyai fans cewek-cewek, serta aktif dalam setiap kegiatan kampus itu menjadi hal sangat positif bagi orang lain dan banyak yang memujinya. Karena dia baru semester awal sudah mengikuti event-event besar kampus. Dia jomblo banyak yang dekat tapi dia tidak merespon balik.

Waktu pun terus berjalan semua teman-temannya sudah kenal meskipun begitu banyak yang belum akrab karena mungkin faktor gengsi (hehehee).

Lisa adalah teman kelasku cantik, putih, bibir seksi, rambut air, sering ceplas-ceplos kalau omong, cerewet pula tapi dia baik, sekaligus perhatian. Kami selalu bertemu tetapi tidak pernah berbincang karena sibuk dengan temannya.

Paling informasi yang diberikan dan komunikasi via whatsApp itu pun jarang sih kami chat pribadi. Mungkin karena kesibukan masing-masing, pernah sih aku mencoba untuk chat tapi kadang pun tidak dibalas (sakit sekali itu rasanya tidak direspon).

Waktu terus berlalu kami selalu dipertemukan karena tugas kelompok, itu pun kami juga omong seperlunya saja.

Malam setelah kami pulang mengerjakan tugas aku memberanikan diri untuk membuka percakapan lewat chat pribadi.
Awalnya dia cuek tapi aku tidak pernah kehabisan kata kata untuk merayu sampai pada akhirnya dia juga luluh, “ternyata dia itu baik cuma karena belum kenal saja,” Cetusku.

Besok pagi aku berangkat dari rumah ke kampus ternyata dia sudah datang lebih dulu. Aku mencoba menyapanya yang sedang duduk di bangku panjang.
“Hai, selamat pagi, Lisa,” ucapku.
“Halo Randi, selamat pagi juga.” Dia membalas dengan sebuah senyuman indah dengan bibirnya berwarna merah, bibirnya begitu seksi hingga aku terdiam beberapa saat sambil mencuri waktu melihat bibirnya. Dalam hatiku aku berkata “kapan aku dapat mencumbu bibirnya itu mungkin waktu yang akan menjawab”.

Terus dia berkata “kamu melamun apa Randy?” Aku sengaja mengalihkan perhatian dengan berkata “ayo lis, kita masuk dosen sudah ada di kelas. Kami pun meninggalkan tempat bangku itu bergegas masuk.

Siang itu setelah habis belajar dia pamit kepadaku untuk pergi ke kantin. Setelah pulang dari kantin, dan sementara aku masih duduk di kelas sambil membaca cerita. Anehnya pas aku berdiri dan dia langsung memelukku.
Aku cukup kaget, dalam hati pikiranku sudah mulai melayang, jantungku berdebar sangat kencang karena kaget.
Mungkinkah awal cerita akan dimulai dengan pelukan hangat seperti ini dan apakah ini bertanda kepadaku. Setelah dia lepas pelukannya kembali untuk bercerita dengan teman ceweknya.

Kami pulang dari kampus sore hari. Tapi aku dan ia bersama teman-teman lainya belum pulang masih bercerita di kantin.
Sembari bercerita, mereka minta tolong kepadaku “Randi kamu bisa antarkan Lisa karena kami kekurangan motor,” dengan spontan saya menjawab “iya bisa”. Dalam hatiku berpikir ini adalah langkah awal yang bagus untuk kami bisa dekat lagi.

Karena baterai HPku habis, syukur juga di motorku telah kupasang sebuah alat cas jadi aku langsung mengambil motor.

Setelah beberapa menit dia menghampiri dan duduk di belakangku. Aku mencoba perlahan dengan sengaja bercerita tapi tujuannya ingin menyandarkan diri untuk menyentuh tubuhnya. Perlahan kucoba buat dia tidak merasa risih akan awal perbuatan anehku ini.
Ternyata dia tidak merasa risih mungkin pikirannya bahwa kita teman saja. Setelah itu kami bergegas pergi karena sudah waktu mereka untuk latihan.

Besoknya kami pergi kampus karena kuliah sore maka kami memutuskan untuk beristrahat di kosnya teman. Sampai di sana aku coba membaringkan diri di tempat tidur.
Dia yang melihatku sudah di atas tempat tidur. ia pun mulai menyusul. Aku mulai sengaja mengelus rambut Lisa, ternyata dia tidak diam.
Dia membalas dengan memeluk diriku ini merupakan kesempatan kedua yang telah diberikan.

Beberapa menit ponselku berbunyi bahwa pesan dari dosen dia tidak masuk karena sakit, betapa senanngnya, ditambah malam ini merupakan hal yang tidak akan kusia siakan.
Kamipun memutuskan untuk bermalam minggu di tempat yang penuh istimewa. Bukan karena mewahnya tetapi susana romantisnya.

Makan malam telah usai, kami bercerita. kami tertawa terbahak-bahak. Kamipun bergegas untuk tidur.

Lisa tidurnya berdekatan denganku, secara tidak langsung dia spontan memelukku untuk kedua kali jantung berdebar kencang aku tetap stay cool.

Tanganku tidak diam aku mencoba memberanikan diri untuk mengelus rambutnya. kata orang “cewek akan mempunyai keinginan tertentu setelah rambut di elus-elus.” Tapi dalam konteks bercanda dan terus bercerita tapi sembari memegang tangganya untuk menimbulkan hasrat malam itu.
Timbul keinginan untuk bercumbu dengannya tapi karena masih ramai aku urungkan niatku, sambil mengawasi mereka yang belum tidur dengan indera penglihatanku.

Dalam hati perasaanku semakin menggebu-gebu untuk segera mengatasi malam yang penuh waktu itu. Malam pun semakin larut kupandangi bibirnya dengan penuh nafsu yang bergelora sementara itu matanya sedang tertutup mungkin karena mimpi indah.

Karena aku tadi sudah mencium keningnya. Selang beberapa menit kemudian tangannya telah meramba ke telingaku sambil membuat gesekan, sehingga aku geli dan membangkitkan hasrat tanpa aku sadari kepala kami telah silang saling bersentuhan.
Bibirku telah mendarat di bibirnya, tetapi aku tidak ingin terburu-buru. Aku terdiam sembari mencari posisi yang elegan sehingga percintaan itu mengasyikan. Setelah kudapat posisi yang tepat kami pun langsung bersentuhan di tepi bibir.

Malam itu dia seperti pasrah semua dipercayakan kepadaku untuk membuat dia melayang. Kulihat ekspresi nafsu yang dikeluarkan lewat gigitannya betapa dia sangat liar dalam mempermainkan bibir.

Kadang aku secara diam-diam memulai mempermainkan bibirnya dengan gigitan ringan. Dia merintih entah itu kesakitan atau hasrat tinggi.
Kami melakukan seperti orang yang sudah ahli dibidanngnya. kami tidak ingin membuang kesempatan.

Kamipun melakuan itu hingga 15 menit. Tepi bibir kami bersentuhan waktu itu badan kami dipenuhi dengan keringat dingin entah karena takut dengan teman yang akan melihat kami atau kami terlalu berambisi.
Setelah itu kami istirahat saling bertatapan dengan senyum tersipu-sipu. Aku mencoba memberi kekuatan dan rasa hormatan padanya dengan mencium keningnya.

Saat aku mencium matanya tertutup dan aku berkata “maafkan aku Lisa karena telah mencumbuimu. Semuanya itu tanpa sadar. Ia pun menjawab “Rand, sudahlah jangan sesali apa yang telah kita perbuat.”

Pagi itu sekitar pukul 08:30, aku segera beranjak dari tempat tidur untuk siap pulang karena masih ada jam kuliah.
Dia memperhatikanku dengan tatapan yang tajam mungkin ia menyesal melalukan hal bodoh.
Ia melihat sebagai laki-laki pendosa yang telah bercumbu dengan bibirnya waktu malam itu.

Cerpen Karangan: Yanuarius Adrian Lotu
Facebook: om opa jetlie
Penulis yang sering disapa Opa Jetlie adalah Mahasiswa Semester 4, Ilmu Komunikasi di Kampus Unwira.

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 29 April 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Mencumbui Bibir Waktu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tia ku

Oleh:
Langit Jakarta sore ini tampak menguning, tapi tak seperti kuningnya daun yang menua. Mentari pun sudah terlalu lelah setelah seharian bercokol di atas langit. Ranum senja yang kini menyamarkan

Gadis Cantik Berkerudung Merah

Oleh:
Aku terbangun dari mimpi ku yang jauh melambung tinggi. Pandangan ku menuju keluar jendela. Kulihat dedaunan dan halaman rumah ku masih basah terkena air sisa hujan semalam. Matahari pun

Faith (Part 2)

Oleh:
Setelah aku bangun dari tidur sore aku langsung mandi dan salat maghrib. Setelah aku hampir lupa mau bbm Nadya tapi untungnya saja aku langsung ingat dan menaruh hp-ku lagi

Pengakuan Terlarang

Oleh:
Drrt.. drrt.. drrt.. I have died everyday waiting for you.. drrt.. drrt.. drrt.. Darling don’t be afraid I have loved you.. “Halo Dhik?” ucapku setelah menekan tombol hijau di

Yang Bukan Segalanya

Oleh:
Bagaimana rasanya membenci sesuatu yang dicintai hampir semua orang? Dipuja mayoritas manusia? Bahkan sebagian orang dibutakan olehnya, rela mengorbankan segalanya. Sendiri melawan arus bukanlah hal yang mudah. Kau bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *