Perjuanganku Terbalas (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 September 2016

“Fan mau nyanyiin lagu apa?” Tanyaku menatap refan.
“Terserah kamu aja”
“Jamrud judulnya pelangi di matamu, gimana?” Tanyaku lagi.
“Boleh, kebetulan aku juga hafal kunci gitarnya” balasnya balik menatapku.

Kebetulan ini hari Minggu, kami pun berlatih untuk praktek besok. Kebetulan juga di rumahku hanya ada Bi ira, dan pak Ujang. Jadi aku meminta refan untuk berlatihnya di rumahku.
Dia pun langsung memetik senar gitarnya dan aku pun mulai bernyanyi, matanya yang fokus dengan senar gitar yang dimainkannya, sedangkan mataku terlalu asik mantapnya.

“Bagus Ge, Kita pilih lagu ini aja ya” ucapnya.
Aku pun hanya mengangguk dan tersenyum saja.
“Ini kan udah lancar, dari tadi juga kita udah latihan dan udah hafal kan, Aku pulang yaa..” Ucapnya menatapku.
“Kamu lagi sibuk?” Tanyaku balik menatapnya.
“Enggak sih, Tapi mau apa lagi?” Tanyanya balik.
“Ngobrol dulu sama aku bisa kan hehe” ucapku tertawa kecil.
Dia pun hanya tersenyum melihat tingkahku. Sesaat suasana mendingin tanpa suara, lalu aku pun memulai percakapan dengannya dan suasana pun menjadi hangat kembali.

Ternyata Refan asik, Dia sangat baik, bukan hanya senyumnya yang aku lihat tapi aku pun mendengar tawanya hari ini.
“Ini hari pertama aku mendengar tawa kamu fan” ucapku menatapnya dengan tersenyum.
“Kamu ini suka belebihan”
“Aku gak bisa menahan, terasa sesak aku menahannya terlalu lama. Boleh aku berbicara, karena hatiku ingin membicarakannya.” Ucapku menatapnya penuh harap.
“Boleh.. bicara aja Ge” balasnya balik menatapku.
“Aku menyukaimu” ucapku langsung tanpa gugup.
Dia pun biasa saja, tidak menjawabku malah terus menatapku dengan tersenyum.
“Fan… Kenapa? Aku salah?” Tanyaku heran.
Dia pun hanya tersenyum, semakin aku tak mengerti dibuatnya.
“Refaaan… Are you ok?” Tanyaku cemberut.
“Jangan cemberut, kamu makin manis kalau gini” balasnya terus menatapku.
Mendengar kata itu dari bibirnya, aku pun terdiam sejenak. Serasa tak mampu berkata, terasa bahagia di dada.
“Sekarang giliran kamu yang diem..” Ucapnya.
“Aaaaaaahhh…” Teriaku yang memeluknya.
“Geaa… Kenapa?” Tanyanya heran.
“Maaf maaf… Uuhhh maaf refleks, bahagianya kebangetan. Duhh jadi malu” ucapku langsung melepaskan pelukan itu dan bersikap salah tingkah di depannya.
“Besok kamu harus nyanyi yang bagus ya, lebih bagus dari latihan ini. Udah mau malem, aku pulang yaa.. Besok aku kasih kejutan sama kamu.” Ucapnya berdiri di hadapanku.
“Iyaa pasti, Hati hati ya bawa motornya” “Iyaa, See you Gea” balasnya dia pun menyalakan motornya dan pergi.

Aku pun langsung berlari dan masuk kamarku.
Ya ampun, demi apa Refan gak cuek lagi? Demi apa Refan respon tatapan aku?, Demi apa ini aaaaa bahagia bangeet, Teriaku dalam kamar.
Aku pun berbaring di atas tempat tidur dengan rasa bahagia yang tercipta, Perjuangan dari kelas X sampe XI SMA terbayar, hari ini aku mendengar tawanya melihat sangat jelas senyumannya hari ini, dengan semua hal yang tercipta hari ini, dengan rasa lelah yang tercampur bahagia, aku pun langsung tertidur untuk beristirahat menghadapi hari esok.

Tak terasa pagi pun tiba, aku pun langsung berangkat sekolah dengan diantarkan oleh pak Ujang. Sesampainya di sekolah, aku pun langsung masuk kelas sambil berlari, karena aku tau, aku terlambat 5 menit masuk sekolah.
“Assalamualaikum, maaf bu saya terlambat” ucapku berdiri di depan pintu kelas.
“Waalaikumsalam, iya gak papa. Masuk Gea” jawabnya.
Aku pun langsung duduk di kursiku, untungnya aku hanya telat 5 menit saja.
“Jumat kemarin, Ibu udah kasih tugas kan? Sekarang kita praktek. yang pertama maju ke depan” minta bu Dewi.

Satu per satu teman teman aku pun sudah ke depan, Kebeteulan aku dan Refan nomor prakteknya terakhir, aku pun harus sabar menunggu. Hingga waktu tak terasa kini pun bagianku dan Refan untuk tampil.
“Gea dan Refan” ucap bu dewi.
Aku dan Refan langsung ke depan, dan mulai bernyanyi. Saat Refan memetik senar gitarnya aku pun sesekali menatapnya, menatap seorang pria yang aku cintai selama ini.

“Huuhhh… Keren abis, kalian cocoook” Teriak Bagas.
Teman teman sekelas pun langsung memberi tepuk tangan dan tersenyum melihat penampilan aku dan Refan.
Memang aku sangat menghayati lirik demi lirik di dalam lagu itu, Karna sebenarnya aku bernyanyi untukmu Refan..

Setelah semua selesai praktek ini, bel istirahat pun berbunyi.
“Ge.. Ada waktu?” Tanya refan.
“Ada.. Mau apa fan?” Tanyku balik.
“Ikut aku sebentar bisa?”
“Kemana?” Tanyaku penasaran.
“Taman sekolah, ada yang aku mau omongin sama kamu” jelasnya menatapku.
Sepertinya dia ingin bicara serius, terlihat dari wajahnya, Batinku.
“Ya udah yu..” Balasku.

Aku dan Refan pun berjalan menuju taman sekolah yang tak jauh dari kelasku, lalu Refan mengajakku duduk.
“Mau ngomong apa fan?” Tanyaku heran.
Refan pun hanya menatapku, Akupun mulai bingung dan penasaran.
“Faan…?” Tanyaku lagi.
“Aku gak bisa terus menahan Rasa ini Gea” ucapnya menatapku.
Aku pun bingung dengan ucapannya, Rasa apa yang ia maksudkan.
“Maksud kamu?” Tanyaku mengerutkan kening.
“Aku fikir, kamu sama kaya perempuan lain. Tapi baru pertama kali ini ada seorang wanita yang membuatku jatuh cinta, Kamu Gea.. Aku mencintaimu, Sikap Periangmu, Tawamu, Ucapanmu yang selalu jujur kepadaku, kamu gak malu mengatakan kamu menyukaiku di depan umum sekalipun, Aku menyukai tingkah konyolmu, aku jatuh hati akan sosokmu Gea..” Jelasnya yang terus menatapku.
Aku pun hanya mampu terdiam tanpa berkata, seperti mimpiku, seperti cerita dalam mimpi indahku sosok Refan mengungkapkan Perasannya.
“Aku tau ini mimpi bukan? Ayo bangun Geaa” ucapku yang bengong.
“Gea.. This is real” ucapnya memegang pundaku.
“Refan.. Aku mencintaimu sejak pertama masuk sekolah ini, Semua pria melirikku kecuali kamu. Aku berusaha membuatmu jatuh hati kepadaku, aku berharap kamu membalas cintaku, Putus asa terus menghantuiku tapi tekadku ingin memilikimu menguatkanku.” Ucapku yang menundukan kepala.
“Aku hanya tak ingin melukaimu karena sikap cuekku, makanya aku menghadirkan jarak untukmu. Aku tak pernah meresponmu, Acuh terhadapmu. Itu hanya karena aku tak ingin melukaimu, dan aku tak ingin mencintaimu. Karena aku tau, kau istimewa, aku hanya takut mencintaimu, aku takut tak mampu membahagiakanmu.” Jelasnya.
“Refan.. Tak peduli orang berkata apa, aku terus mengejarmu. Semakin kau memberi benteng dalam usahaku mengejarmu, semakin aku tertantang menghancurkan benteng itu, Itulah sebabnya aku tak pernah berhenti mencintaimu meski kamu berusaha menjauhiku.” Jawabku menatapnya.

Refan pun terus meyakiniku, bahwa dia memiliki perasaan yang sama, hanya saja dulu dia takut tak mampu membahagiakanku jika dia membalas cintanku, padahal melihat dia tersenyum saja aku sangat bahagia, sangat sangaaat bahagia.

“Gea.. Aku belajar darimu banyak hal, Bahagia, tertawa, Ceria. Dan kamu mengajarkanku berani mengungkapkan Rasa, Kamu merubah hidupku, Aku yang tak mengerti sikapku sendiri. Kini aku memperbaikinya, Aku memperbaiki suatu hal dalam diriku karena melihatmu.” Ucap Refan yang menatap penuh harap.
“Melihatmu tertawa saja sudah membuatku bahagia bukan main, Aku tak menyangka perjuanganku terbalas, mimpiku menjadi nyata hari ini” Balasku tersenyum
“Gea.. Mau gak kamu menjadi pacarku? Aku ingin memilikimu” Ucapnya menatapku dengan memegang tanganku.
“Tak usah kau bertanya, Aku menunggu sangat lama Moment ini, Aku berjuang sangat lama, Aku yakin perjuanganku terbalas. Dan aku mampu buktikan, aku mampu menghangatkan sikapmu yang sangat dingin. Aku ingin memilikimu selama hidupku” jawabku tersenyum.
Dia pun hanya tersenyum kegirangan menatapku, Apa lagi aku? Bahagia bukan main.

Cinta.. Perjuanganku cukup lama, Merubah cibiran orang yang menjadi nyata. Aku mampu meluluhkan hati Refan, Seorang pria yang sangat dingin di sekolah. Aku mampu membuatnya jatuh cinta, Jika harus menunggu 2 tahun kurang seperti ini agar kamu mencintaiku aku rela, Merasakan Kecewanya saat diacuhkan tapi aku tetap berdiri mengejarmu. Siapa yang bisa menawar hati bila jatuh cinta? Jika hati mampu ditawar, aku pun tak ingin jatuh cinta kepada Refan yang membuatku mengejarnya selama 2 tahun kurang, Padalah pria lain banyak yang mengejarku, tapi aku malah mengabaikan mereka demi Refan. Akhirnya perjuanganku terbalas, Pelangiku tlah datang saat badai telah reda. Hariku akan bersinar, karena mendung telah berlalu. Letihku telah usai karena aku telah mendapatkanmu.. Akhirnya mimpiku nyata, Menggenggam tanganmu, bersamamu, memiliki dirimu, mendengar tawamu. Refan… Sungguh sulit meluluhkan hatimu yang keras seperti batu, Sungguh sulit menghangatkan sifatmu yang sangat dingin, Sangat sulit mendengar tawamu yang begitu dekat denganku. Akhirnya hari yang kunanti tiba, Memilikimu… Dan aku pun mampu merubah sifat dinginmu menjadi selembut hangat hariku

Cerpen Karangan: Novia Fernanda
Facebook: Novia Sepersial Fernanda

Cerpen Perjuanganku Terbalas (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Ini Mengingatkan Aku

Oleh:
Siang itu panas matahari seakan membakar kulitku, kutelusuri jalan demi jalan untuk melarikan diri dari orang-orang di rumahku yang tak pernah akur. Ayah dan ibuku selalu saja bertengkar. Ayahku

Normala Sang Purnama

Oleh:
Malam masih berayun bersama bintang, Angin masih meraba pepohonan, Tanah masih menghisap sisa air hujan, Dan aku tetap saja bersandar di kursi goyang tua ini, Di depanku terdapat beberapa

Past of Moment

Oleh:
“Huacchh..” terpaksa aku harus menguap dan secepat mungkin aku menutupnya. jam menunjukkan pukul 04.00 pm. kupandang suasana di luar yang dapat ditembus oleh kaca tepat di samping tempat dudukku.

Tuhan Tahu ku Cinta Kau

Oleh:
Langkahku menyusuri menuruni tangga pesawat, sejenak aku berhenti memandang sekeliling. Ini hari pertama aku pulang setelah hampir 5 tahun aku merantau, Aku rindu sekali dengan tempat ini. kota jakarta

Sweet Love

Oleh:
Terlihat seorang lelaki yang sejak tadi tengah sibuk dengan kertas dan pena di hadapannya, lelaki itu adalah Justin mahasiswa tingkat akhir di kampus tempat dia berkuliah wajah lelaki itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *