Rain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 5 May 2016

Seperti biasa, aku memandangi serpihan tetes hujan yang turun dengan derasnya tik..tik..tik. Ditemani secangkir cokelat panas, suasana sendu dicampur dengan kehangatan yang menyelimutiku. Sesekali, diriku menatap dirinya yang sedang asyik memotret tetesan hujan.

“Kapan dirinya tahu bahwa diriku mencintainya sejak pertama dia menatap hujan di balik jendela? Ahh aku tak peduli,” Gumamku. Dengan menutup mata sambil memegang tetesan-tetesan hujan yang jatuh. Tenang, damai, sendu, itulah yang ku rasakan. “Hei!” tiba-tiba sepatah kata keluar dari bibirku. Aku pun tak mengerti kenapa. Ah aku tak tahu apa yang ku lakukan ini. Dirinya hanya menatapku dan tersenyum sesaat. Sehabis itu, dia asyik dengan kamera dan objek yang ia potret.

“Apakah kau mengenalku?” Seruku dengan degupan yang menghantui diriku.
“Siapa dirimu?” Sahut lelaki itu.
“Aku Sabrina, dan kau?” Sahutku dengan nada gemetaran.
“Kau tak perlu tahu,” Sahut lelaki itu dengan nada begitu dingin.
“Mengapa dirimu dingin sedingin hujan?” Sahutku dengan nada bertanya-tanya.
“Tak ada satu pun bagian dari hidupku yang perlu kau tahu.” Jawab lelaki itu.

Jleb.. Seperti dirobek-robek hatiku ini. “Apakah dia tak menyukaiku? Bahkan membenci diriku?” Gumamku.
“Seru sekali memotretnya.” Sindirku. Tanpa menjawab, lelaki itu hanya sibuk memotret, memotret, dan memotret. Sepertinya diriku benar-benar tak dianggap olehnya. Aku hanyalah patung bagi dirinya. Aku menginginkannya dia menjawab ramah akan setiap percakapan kami. Namun, ah dia sangat dingin.

“Pernahkan kau berpikir betapa rindunya menunggu hujan ketika musim kemarau?” tutur diriku. “Itu sama halnya dengan menunggumu yang tak kunjung tahu.. Bahwa aku..” Lanjutku. Tiba-tiba dirinya menatapku dengan tatapan misterius. Tatapan kebingungan. Tatapan tanda tanya.
“Sejujurnya, aku mengagumimu.. bahkan mencintaimu.” Sahutku dengan tersenyum lembut.
“Aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan kameraku.” Sahut lelaki itu.
“Aku tak menuntumu untuk membalasnya. Paksaan terlalu hina untuk cinta.” Sahutku santai. Meskipun hatiku benar-benar jatuh tenggelam di lautan gelap.

Lelaki itu pun tersenyum, sangat indah, manis sekali. Namun, ku tahu, itu hanyalah harapan buta yang bisu. Dia tak menyukaiku, bahkan tak mencintaiku. Sudah ku akui, memang cinta terlalu susah untuk dipaksakan. Tetapi, hal itu tak membuatku berhenti untuk mencintainya. Dirinya terlalu indah di mataku. Walaupun dia dingin, sedingin suasana hujan. Tetapi aku akan terus mengaguminya walaupun dirinya tak menghiraukanku.

Cerpen Karangan: Valerie GT

Cerpen Rain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perpisahan Akhir

Oleh:
Jam beker berbunyi tepat jam 06:00 pagi . Saatnya untuk lian bersiap-siap untuk kesekolah , di sekolah lian anak yang bersahabat , memang sih gak pinter pinter amat .

Ku Akhiri Segalanya

Oleh:
Terbuai dalam dekapan malam, terpancarkan cahaya hati. Terlampiaskan akan canda tawa, terjerat kembali akan memori. Seuntai rasa segumpal hati. Berjuta cinta berjuta kasih tiada tara dalam kiasan hati. “Rasya…..ayo

Am I Yours

Oleh:
Hari sudah beringsut syuruq, deburan ombak berlomba-lomba silih berganti di ruang-ruang sunyi pasir pasir basah digenangi hujan yang jemu surut, diselingi angin musim desember yang sedikit-sedikit membawa aroma dingin.

Pemilih Hati

Oleh:
Semua orang lihai dalam masalah cinta. Namun, tidak bagi pemuda yang sedang terduduk melamun di atas balkon itu. Matanya yang hitam pekat memandangi pemandangan di depannya. Seulas senyum ia

Biarkan Aku Memandang Ke Puncak Menara

Oleh:
Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh seorang gadis bernama lengkap Mikaila Anugerah. Dimana hari pengumuman kelulusan telah tiba. Ia sudah begitu yakin akan kelulusannya. Sebab, ia selalu menduduki juara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *