Second HeartBreak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 May 2021

Pernah patah hati dan dapat membuat trauma untuk kenal dengan orang baru, memang wajar dan banyak orang yang mengalami itu. Ya, termasuk denganku. Aku pernah merasakan yang namanya patah hati karena berharap lebih pada laki-laki. Berpindah sekolah dan melupakan semuanya adalah obatku. Dan mempunyai suatu keinginan untuk aku bisa memenuhi keinginan tersebut menjadi harapan dan tujuanku. Namun, keinginanku yang ini sepertinya belum bisa terpenuhi. Ya, aku mempunyai keinginan untuk tidak lagi dekat dengan seseorang, seperti yang aku bilang sebelumnya.

Karena mempunyai rasa trauma pada patah hati dan takut kejadian sebelumnya terulang. Namun semesta berkata lain. Di sekolah baruku ini, aku sudah mengenal dan bahkan sedang dekat dengan seseorang dan dia adalah kakak kelasku. Sebut saja namanya Kak Alga. Siapa sih di sekolah yang tidak mengenalnya? Seorang siswa yang dikenal kerusuhannya dan seorang kakak kelas yang dikenal ketegasannya kepada adik kelasnya. Memang, Kak Alga yang kukenal menunjukkan sikapnya yang sangat dewasa. Tapi tidak kerusuhannya padaku. Selalu menasehati dan mengingatkanku tentang hal kebaikan.

Setiap hari mengobrol via WhatsApp menjadi kebiasaan kami berdua. Jarak tak menghalangi kami untuk tetap dekat. Meski jarang bertemu karena waktu jam sekolah berbeda, juga tidak menghalangi kami untuk tetap dekat. Kami memang tidak mempunyai hubungan lebih selain antara kakak kelas dan adik kelas. Tapi entah mengapa, setiap hari mengobrol via WhatsApp untuk menanyakan berbagai hal dan bertukar cerita, memberikan perhatian dan menunjukkan kedewasaannya, membuat aku menaruh harapan padanya.

“ting” suara pesan masuk menggetarkan hp ku.

“hallo my favorite person”

Tidak salah lagi. Pesan itu ternyata dari Kak Alga, yang berisikan sapaan dan akan dimulainya sebuah percakapan. Sapaan yang tak biasa memang sering aku terima darinya. Bukan seperti adik dan kakak kelas, melainkan seperti dua insan yang saling mencinta.

Jarang bertemu membuatku dan Kak Alga sangat ingin merasakan yang namanya arti sebuah pertemuan. Dimana kami bisa secara langsung bertukar cerita dengan saling menatap mata dan bukan menatap ponsel. Siapa sangka, semesta mengabulkan keinginan kami. Hari ini aku dengan Kak Alga bertemu di sekolah. Namun, tak ada kata dan tak saling sapa dari kami berdua. Dan pada akhirnya pertemuan yang kami inginkan, hanya sekedar tatap empat mata.

Sepulang aku dari sekolah, terdapat pesan masuk dari Kak Alga yang berisikan alasan atas pertemuan yang tak menimbulkan sapaan diantara kami tadi. “ting” hp ku berbunyi.

Kak Alga [sombong ah]
Kak Alga [males]
Kak Alga [ga negor ga apa]
[sendirinya juga engga] jawabku kesal.
Kak Alga [pengen negor, eh salting anjirr]
Kak Alga [ga berdaya]
Kak Alga [mau natap malu, negor apalagi] [lebay deh hahaha] ejek ku padanya.
Kak Alga [seriusan tauu]

Hanya tinggal hitungan bulan Kak Alga lulus dari sekolah dan akan menjadi seorang mahasiswa. Rasa gelisahku timbul secara tiba-tiba. Jika ia lulus, aku tidak dapat satu sekolah lagi dengannya? Masuk universitas mana dia? Bagaimana kalau universitas yang ia pilih tak sekota denganku? Makin sulit untuk aku bertemu dengannya. Argh… ada apa denganku? Aku kan sudah sepakat dengan diriku untuk tidak menaruh perasaan lebih pada siapapun termasuk dengannya. Dengan rasa penasaran, aku pun bertanya kepadanya. Dan benar, rasa gelisah menjadi kenyataan.

“lulus nanti mau masuk ITB Bandung nih.”
“5 tahun kita ga meet deh, alias LDR wkwk.”
“bisa ga ya nahan rindu sampe 5 tahun?”

Jawabannya seperti membuat rasa sakit yang tidak kuinginkan dulu terulang. Bagaimana bisa aku menaruh harapan dengan seseorang yang jauh disana? Ada apa denganku? Apakah aku menyukainya? Mengapa saat aku pindah ke sekolah ini, rasa trauma ini terulang. Mengapa aku berharap lagi pada seseorang? Aku mencoba untuk tidak menghubunginya.

Bulan demi bulan berlalu dan tiba saat untuk dirinya pergi meninggalkanku. Aku tidak tahu dia berpamitan atau tidak denganku. Karena aku memblokir pesan darinya semenjak ia berkata tidak lagi sekota padaku. Ya, dia berpamitan padaku melalui sebuah surat yang ia kirimkan untukku melalui abang pos.

“Hai cantik. Tunggu aku ya 5 tahun lagi. Aku akan membawamu sukses dan menata masa depan bersama. Dibuka dong bloknya. Jangan ngambek. Aku pamit ya.”

Air mataku perlahan menetes saat ku membacanya. Membuang surat itu adalah pereda dari rasa sedihku. Aku tidak tahu apakah aku harus dan bisa menunggunya sampai 5 tahun? Andai aku hanya mengenal dan tak sedekat ini padanya. Mungkin patah hati ini tak terulang untuk yang kedua kalinya.

Hari demi hari kulalui tanpanya. Mencoba menghirup udara baru dan lebih berhati-hati lagi harus aku jalani. Terimakasih sudah datang dan pergi.

Cerpen Karangan: Mumtaaz Qadhifa
Saya Mumtaaz. Penulis cerpen pemula yang ingin bisa menciptakan sebuah buku dari karya sendiri.
instagram: @mumtaaz29

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 1 Mei 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Second HeartBreak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nastar I Love You

Oleh:
Kenny memandangi toples di meja. Semuanya ludes dimakan Maminya. Ternyata Mami Kenny baru saja menikmati Nastar. “Itu Mami beli di mana?” tanya Kenny penasaran. “Oh langganan Mami namanya Syifa

Toilet Yang Berbahaya

Oleh:
Rasa cemas, gelisah, was-was dan takut itu yang menghampiri gue jika menumpang BAB di rumah orang lain. Rasa tak enak hati mungkin itu yang menjadi faktor utamanya. Ya karena

Because I’m Possible

Oleh:
Tidak semua orang bisa mengertiku saat ini, termasuk matahari sekalipun. Tugasnya hanya bersinar di pagi hari sampai senja lalu menghilang sesukanya. Tidak termasuk mendengar curhatanku, bukan? Ya, namaku Fandi.

Disabilitas Wife (Part 1)

Oleh:
Aku berjalan keluar dari kelasku, aku menjinjing tas sekolahku, hari ini aku pulang lebih awal. Aku menuju halte untuk menunggu jemputanku. Hari ini sangat melelahkan aku ingin segera menyelesaikan

Different Faith

Oleh:
“Pokoknya ibu enggak mau tau, kamu putusin hubungan dengan lelaki itu atau kamu bakal kehilangan ibu” “Bu! Apa-paan sih? Aku cinta sama Rio bu! Ibu nggak bisa ngehalangin Desi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *