Seperti Yang Kau Minta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 August 2017

“Aku tahu ku takkan bisa menjadi seperti yang engkau minta. Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba menjadi seperti yang kau minta.” alunan lirik diiringi nada terdengar begitu indah di telinga. Membuat mulut bergerak mengikuti setiap kata juga kalimatnya. Mata terpejam menikmati lagu yang mengalun melalui sebuah headset yang bersumber pada sebuah handphone yang dipegang oleh kedua tangannya.

Tiba-tiba…
“Adit?” begitu ia membaca tulisan yang tertera di layar handphonenya. Ia segera bergegas berjalan menuju jendela kamarnya. Didapati seorang pria berdiri di depan sebuah mobil yang berada tepat depan rumahnya. Ia segera turun dan ke luar menemui pria tersebut.
“Kamu tuh ke mana aja sih? Dari tadi dipanggilin enggak ke luar-luar”.
“Iya maaf. Tadi aku enggak dengar.” jawab perempuan itu dengan raut rasa bersalah.
“Buruan ganti baju! Dandan yang cantik! Soalnya kita bakal ketemu sama teman-teman aku”. Jangan ditanya mengapa. Mengapa perempuan yang diketahui bernama Diani itu begitu tahan dengannya. Selain karena 5 huruf “CINTA”, ia juga yakin bahwa suatu saat, Adit pasti akan sadar dan berubah. Hanya itu alasannya.

Di sebuah cafe yang tampak lumayan ramai. Satu buah meja telah dikerubungi oleh beberapa pemuda yang tampak asyik mengobrol. Termasuk diantaranya Adit dan Diani. Tiba-tiba, salah seorang temannya mengajak Adit berbicara berbisik.
“Jadi ini pacar baru lo?”.
“Yoi. Lo kan tahu nyokap mau jodohin gue sama anak sahabatnya. Ya gue enggak maulah.” ucap Adit. Rupanya, Diani mendengar percakapan mereka. Namun ia tampak diam saja. Ia baru menyadari bahwa Adit tak benar-benar mencintainya.

Sudah hampir seminggu Diani menghilang tanpa kabar yang jelas, bak ditelan bumi. Adit pun sebenarnya mengkhawatirkannya. Ia mulai kehilangan sosok seorang Diani. Diani yang perhatian, selalu menuruti apa katanya. Ia menyesal. Penyesalan yang tak berarti. Penyesalan yang ia sadari setelah Diani pergi. Telepon pun tak aktif, rasa kecewa semakin menjadi saat ia tahu bahwa Diani beserta keluarganya telah pindah entah ke mana.

Suasana malam yang tampak redup dan sunyi. Wajah Adit begitu kusut, bagai sebuah kertas yang diremas dengan kedua tangan. Adit hanya mempermainkan makan malamnya yang tak berdosa. Ia tak mempedulikan keberadaan mama juga sahabat mamanya yang tampak asyik dengan obrolan mereka sendiri. Sebenarnya, ini adalah acara makan malam sekaligus rapat mengenai perjodohan Adit dengan anak sahabat mamanya itu. Namun, anak sahabat mamanya belum tampak datang. Adit begitu pasrah setelah Diani pergi meninggalkannya. Ia ingin pergi ke toilet, menghindari obrolan ala ibu-ibu.

Beberapa menit kemudian, Adit telah berjalan untuk kembali ke tempat duduknya. Namun tiba-tiba…
“Diani??” ucap Adit begitu melihat seorang perempuan berdiri di samping sahabat mamanya.
“Adit?”. Rupanya, Diani adalah anak dari sahabat mamanya. Diani buru-buru pergi begitu melihat Adit. Namun Adit tak bisa membiarkannya pergi lagi. Ia berhasil mencegah Diani. Kali ini, Diani menjelaskan penyebab kepergiannya. Diani berpikir bahwa Adit akan berubah. Tenyata pemikirannya itu salah besar. Ia kecewa sekali dengan Adit. Terlebih lagi, saat ia tahu bahwa Adit menjalani hubungan dengannya itu hanya karena tak mau dijodohkan oleh mamanya.

Adit menyesal. Ia meminta maaf pada Diani. Ia berjanji akan berubah, dan membuat Diani bahagia. Adit terus memohon pada Diani. Hingga akhirnya Diani bersedia memberikan kesempatan kedua. Mama Adit dan sahabatnya tersenyum melihat putra-putri mereka. Adit memeluk Diani. Terdengar suara merdu mengalun dari seorang penyanyi cafe yang sedari tadi telah menghibur para pengunjung cafe.
“Aku tahu ku takkan bisa menjadi seperti yang engkau minta. Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba menjadi seperti yang kau minta”.

Cerpen Karangan: Ria Puspita Dewi
Facebook: Elfa Puspita

Cerpen Seperti Yang Kau Minta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dio Maaf, Aku Mencintaimu

Oleh:
Aku berjalan dengan semangat sambil bibir terus mengukir senyum menuju tempat pemberhentian bus di sepulang sekolah hari ini untuk menemui seseorang. Seseorang yang akan kutemui itu sudah berhasil membuatku

Hujan Saksinya

Oleh:
23:45 mataku masih saja belum mengantuk, masih terbayang senyum manisnya tadi siang di sekolah. Kata sahabatku dia menyukaiku, tapi entahlah. “Aduh Qilla, apaan sih lo. Udah tidur besok lo

Pelangi Dan Elang

Oleh:
Di kehidupan nyata memang sakit bila kita mencinta seseorang tapi tidak direstui oleh orangtua. Memang sih menurut orangtua ya kalau di mata mereka tidak cocok buat kita, kita harus

Call From The Past

Oleh:
Untuk kesekian kalinya, aku merenggangkan badan dan menguap. Hari ini, pekerjaanku banyak sekali. Gara-gara sekretarisku cuti, aku harus mengerjakan semuanya sendirian. “Miss, sudah larut, lebih baik Miss selesaikan pekerjaan

Masih Ada

Oleh:
Tik… tik… tik… dentuman detik waktu membawaku berlari begitu cepat. Memaksaku untuk cepat melupakan masa lalu. Ya, masa lalu. Masa lalu yang sulit terdefinisikan. Bahagiakah? Senangkah? Sedihkah? Pilukah? Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *