Serangkai Kisah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 18 April 2016

“Sahabat itu identik dengan mereka yang sesama jenis, sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa akan sangat susah jika laki-laki dan perempuan murni hanya sebatas bersahabat tanpa melibatkan hati di dalamnya.”

Sejak dulu hingga sekarang, entah mengapa aku selalu punya sahabat laki-laki dan aku sangat menikmati bersahabat dengan mereka. Mungkin karena aku bukanlah tipe perempuan yang girly atau super feminim, kalau dilihat secara penampilan fisik bisa dibilang sedikit agak tomboi. Cara berpikir yang praktis, cenderung gak sabaran, gak mau ribet dengan segala jenis make up yang biasa dipakai perempuan pada umumnya dan dalam hal penampilan lebih nyaman dengan gaya sporty seperti kemeja, jeans, dan sepatu kets. Bisa jadi sifat-sifat itulah yang membuatku merasa nyambung bersahabat dengan laki-laki dan sikap mereka yang tidak bertele-tele dalam memberikan pendapat, komentar, ide ataupun kritikan juga membuatku merasa nyaman.

Karena menurutku, dalam berbagai hal pandangan laki-laki dan perempuan itu jauh berbeda. Perempuan biasanya menilai menggunakan perasaan, sedangkan laki-laki lebih mengedepankan logika. Bermula saat aku duduk di bangku Taman Kanak-kanak, saat itu aku masuk di sekolah TK Mekar Galih. Aku berkenalan dengan teman baruku seorang laki-laki yang bernama Radit, hingga akhirnya kami berteman. Saat masuk SD, aku tak menyangka Radit juga bersekolah di sekolah yang sama denganku. Pertemanan yang sudah terjalin sejak TK pun menjadi semakin akrab, kini kami sering menghabiskan waktu bersama setiap hari. Mulai dari pulang sekolah bareng, bermain bareng, mengaji bareng, pokoknya banyak kegiatan yang sering kami lakukan bareng-bareng.

Memasuki kelas 6 SD, mungkin inilah yang di sebut “cinta monyet,” Teman laki-laki di kelasku banyak yang mulai menyukai teman perempuan dan begitu pun sebaliknya. Tak terkecuali sahabatku Radit. Teman-teman selalu menjodoh-jodohkan dia dengan Hana, perempuan feminim yang selalu menempati peringkat 2 di kelas karena peringkat 1 nya masih di peroleh sama aku (Alhamdulillah). Aku tak pernah tahu pasti apakah Radit benar-benar suka dengan Hana, atau itu hanya candaan teman-teman saja. Karena Radit tak pernah mau cerita soal itu.

Beberapa bulan kemudian, kelas kami kedatangan murid baru laki-laki namanya Angga. Dia pindah sekolah karena ikut tinggal dengan neneknya. Keisengan teman-temanku berlanjut, mulai saat itu aku jadi sering dijodoh-jodohkan dengan Angga si murid baru itu. Rumah Radit yang berdekatan dengan Angga, menjadi alasan Radit mengejekku setiap hari. Entah benar atau dia hanya ikut-ikutan teman-teman saja, yang jelas aku tak pernah menanggapinya. Karena yang aku suka itu bukan Angga, melainkan Radit. Aku tak tahu pasti kapan aku mulai menyukainya, yang pasti aku menyukai sahabatku sendiri. Tapi Radit tak pernah tahu akan hal itu. Hingga akhirnya kami semua lulus SD. Aku, Radit dan Angga melanjutkan ke sekolah yang sama, hanya saja kami berbeda kelas. Di sekolah yang baru dengan teman-teman yang baru pula, rasa suka aku terhadap Radit pun seolah sirna. Kini yang aku rasakan, Radit adalah sahabatku dan selamanya akan seperti itu.

Di kelas yang baru, aku banyak mendapatkan teman baru yang salah satunya laki-laki yang kini menjadi sahabatku juga namanya Diky. Dia anak yang pintar, selalu mendapat peringkat pertama di kelas. Aku senang bisa berteman dengannya, karena dia selalu menjadi teman curhat yang baik untukku. Sementara Radit, dia sudah mendapatkan perempuan pujaan hatinya. Ya teman sekelasnya juga sih. Begitu pun dengan Angga, dia kini tengah dekat dengan Rani teman sekelasku. Awalnya pertemananku dengan Diky baik-baik saja, hingga pada suatu hari Diky menyatakan perasaannya kalau dia suka sama aku. Sejak saat itu, aku mulai menjaga jarak dengannya. Hal itu aku lakukan karena aku gak mau persahabatan yang baru kami jalani ini hancur hanya karena perasaan dia terhadapku. Karena menurutku, persahabatan jika mengandung unsur cinta di dalamnya hanya akan berlangsung sesaat.

Semuanya tak akan lagi sama, yang biasanya bercanda tanpa beban apa pun pasti kini akan terasa berbeda. Apalagi jika berlanjut ke tahap pacaran, memang sahabat jadi cinta itu sah-sah saja. Tapi aku tak menganut aturan itu, karena jika nanti putus, pasti persahabatan pun ikut berakhir. Aku menceritakan semua itu pada Radit, dan dia menanggapinya dengan santai. Dia mendukung apa pun yang menjadi keputusanku. Kali ini aku dan Radit bersekolah di SMA yang berbeda, sementara Angga pindah dengan orangtuanya ke luar kota. Namun sebelum pindah, Angga mengajakku bertemu dengannya di taman dekat sekolah, tapi kali ini dia melarangku mengajak Radit. Katanya sih, ada yang ingin dia bicarakan padaku dan sudah waktunya aku mengetahui hal ini.

“Hai, Ra,” sapaan Angga membuyarkan lamunanku.
“Hai,” Jawabku singkat.
“Udah lama nunggu?”
“Nggak kok, baru datang. Oh, iya ada apa kamu mengajakku ketemu di sini?
“Aku mau ngasih tahu kamu sesuatu, Ra,” Ini soal Radit,”

“Soal Radit?”
“Kenapa dengan Radit?”
“Dia putus sama pacarnya?” Rasa penasaran membuatku berprasangka buruk terhadap Radit.
“Bukan itu. Radit suka sama kamu, Ra,” Ucap Angga.
“Maksud kamu?”
“Iya, sebenarnya sejak SD Radit suka sama kamu Ra. Tapi dia gak pernah berani bilang ini sama kamu, dia pikir waktu itu aku suka sama kamu gara-gara ejekan anak-anak di kelas makanya dia gak pernah berani mengungkapkan perasaannya karena dia gak mau ngerusak persahabatan kita, Ra,”
Jadi selama ini Radit juga merasakan hal yang sama denganku? aku hanya termenung mendengar ucapan Angga. Aku tak menyangka ternyata Radit juga suka sama aku.

Tiga tahun berlalu, setelah Angga pindah ke luar kota bersama orangtuanya. Aku tak lagi mendengar kabarnya. Begitu pun dengan Diky, sejak kelas 2 SMA kami lost contact. Tapi dengan Radit, walaupun sekarang kami berjauhan. Karena aku melanjutkan kuliahku di kota Bandung sementara dia lebih memilih kuliah di Yogyakarta tapi sedikit pun tak pernah kami lepas contact. Apa pun selalu aku ceritakan padanya, mulai dari teman baru di kampus, kakak tingkat yang cool dan ganteng, suasana kosan baru, pokoknya semuanya aku ceritakan padanya.

Begitu pun dengan dia, sampai-sampai mau nembak perempuan pujaannya saja Radit minta restu dulu sama aku (dikira ibunya kali ya, pakai acara minta restu segala). Tapi itulah kami, kini semuanya kami jalani dengan tulus layaknya sahabat sejati. Hanya sebatas sahabat tanpa ada perasaan lebih dari itu, dan aku bahagia mempunyai sahabat seperti Radit. Walaupun setiap perempuan yang menjadi pacar Radit selalu cemburu melihat kedekatanku dengannya, sama seperti pacarku yang selalu cemburu sama Radit. Tapi kami tak pernah mengambil pusing soal itu, karena menurut aku dan Radit, pacar itu bisa dengan mudah dicari sedangkan sahabat yang benar-benar mengerti kita dan bisa membuat kita nyaman hanya ada segelintir orang saja.

Cerpen Karangan: Ferderika Wila
Facebook: Ferderika Wila

Cerpen Serangkai Kisah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Orentasi Study Asmara

Oleh:
Aku tergabung kembali dalam kegiatan ini, sudah tiga tahun berantai aku mengikutinya, ku tahu banyak kegiatan lain yang lebih menguntungkan bagiku, tapi buatku ini berbeda. Aku bahkan rela bangun

Ku Relakan Dia Demi Kau

Oleh:
Drrt!!! Drrt!!! HP ku bergetar menandakan 1 pesan masuk, ternyata itu dari sahabatku yaitu Rini “Sis aku mau curhat ni kamu bisa temuin aku sekarang gak di taman kota”

Maaf Ayah Aku Tak Bisa

Oleh:
Tidak terbayang olehku, sejak aku menikahi gadis madura lima belas tahun silam. Entah apa yang aku pikirkan saat itu, yang terlintas hanyalah sebuah paksaan dari orang tuaku yang ngotot

Tak Ada Yang Sempurna (Part 2)

Oleh:
Siang ini, Chrisa hanya sendirian di dalam kamar dengan ditemani sebuah novel yang dibacanya, sedangkan Pak Ferdi sedang ada urusan dengan kantornya. Karena merasa jenuh, Chrisa memutuskan untuk pergi

Taplak Meja Persahabatan

Oleh:
“Mulai Senin depan, tepatnya tanggal 21 maret sampai dengan tanggal 26 maret kalian akan melaksanakan Ujian Praktik, persiapkan dengan benar-benar sehingga mendapatkan hasil yang maksimal,” tutur Mr. Smith selaku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *