Temo Demo No Namida

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 10 September 2013

Nami duduk sambil memegang sebuah roti. Hanya itu saja sambil duduk di belakang kelas. Ia memakan roti tersebut dengan gigitan yang biasa. Nami pun membuang bungkusan roti tersebut. Ia berjalan ke luar, menatap kelas kelas yang lain. Melihat madding tentang cinta rasanya ya sedikit menyakitkan. Ia duduk sambil memandang ke atas. Ya hanya ini saja yang bisa ia lakukan anak yang paling pertama datang ke sekolah hanya demi melihat cowok itu berjalan di depan kelasnya.
“baa!” kata mika sambil duduk di sampingnya “apa yang kau lakukan disini?” tanyanya “ya aku duduk menuggu semua orang datang” jawab nami mika pun pergi ke toilet seorang cowok pun berjalan ke kelasnya nami hanya melihatnya dengan tatapan yang tidak biasa ya dia dia adalah orang yang disukai oleh nami namanya kak gilang. Nami hanya bisa melihat kakak itu dari sini sebenarnya nami ingin sekali mengatakan perasaanya dan bertemu dangan kak gilang tapi ia tak kuat untuk menatap kak gilang secara dekat jadi dia simpan saja semua itu di dalam hatinya. “ini” kata mika sambil memberikan nami sebuah coklat “aku yakin kau pasti lelah menuggu semua orang” kata mika sambil duduk di sampingnya dan memberikan coklat tersebut “terima kasih” kata nami.
Nami duduk di kelasnya begitu juga dengan murid murid yang lain. Roni cowok yang diajaknya duduk pun mulai berulah lagi ia pun melemparkan sebuah kertas ke arah meja guru. Dan tepat menghantam vas bunga. Vas itu pun jatuh ke lantai dan juga pecah begitu saja. Semua anak tampak sedikit panik.
“hei anak **** cepat bersihkan!” kata maria nami pun berjalan dan segera membersihkan pecahan beling tersebut. Roni Nampak agak marah ia pun segera melempar sebuah tempat tinta ke arah maria sehingga cewek itu berubah hitam.
“kau tidak apa apa?” Tanya roni “ya ngak pa pa” kata nami “maafkan aku ya? Gara gara aku kamu jadi begini” kata roni “ya ngak pa pa kok! Lagi pula aku juga siap menerimanya” kata nami sebenarnya roni menyimpan perasaan kepada nami namun roni ngak mau bilang sekarang karena menurutnya bukan sekarang waktunya. “kenapa kamu tadi?” Tanya mika “aku dengar maria ngerjain kamu lagi?” kata mika sambil memeluk nami “ngak kok biasa biasa saja tadi ngak ada sesuatu yang serius kok!” kata nami “kalau begitu ini” kata mika “ini coklat untukmu katanya kalau makan coklat setidaknya hatimu akan tenang” lanjutnya mika memang anak yang baik ya walaupun ngak sekelas sama nami tapi nami merasa kalau mika itu lebih dari teman yang biasa namun teman yang sangat baik.
Sekarang hari valentine hari kasih saying dimana hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Nami dengan diam diam masuk ke dalam kelas kak gilang lalu meletakan sebuah coklat dengan hati hati tanpa nama pengirim. Lalu pergi. Roni duduk di kursinya “em, nami” nami menoleh ke arah roni “nami aku aku…” “roni!” panggil say si ketua basket roni hanya diam begitu juga dengan nami “ayo cepat ron!” “pergilah nanti kita bicarakan” kata nami “baiklah kalau begitu aku duluan ya?” roni pun segera pergi. Nami duduk sendiri di bangku tersebut. “kenapa lama sekali nami cepat!” teriak tante rose pengasuhnya nami selama ditinggal oleh orang tuanya ke luar negeri setahun yang lalu.
“kenapa lama sekali?” Tanya tante rose nami langsung menyodorkan makanan yang telah dimasaknya. “apakah sekarang saya boleh makan?” Tanya nami “saya sudah lapar sekali” tante rose melirik nami dengan tatapan tajam “nanti setelah aku selesai makan” nami langsung pergi keluar. Ia duduk di taman, “ya aku juga sayang sama kamu” nami terkejut lalu mengintip dari balik pohon “ya aku juga sayang denganmu” kata viona. Rasanya hati nami ingin remuk mendengar percakapan mereka “kamu adalah wanita tercantik di dunia” kata kak gilang “dan terimakasih atas coklatnya”. Air matanya mulai menetes kali ini dia benar benar tak sanggup untuk mendengar semua kata kata itu “coklat itu dariku kak”. Nami pun pergi berlari dan menjauh dari mereka viona menatap coklat itu “itu bukan dariku” kata viona “apa?” Tanya gilang setengah terkejut “itu bukan coklat dariku”. Gilang terdiam “siapa kira kira yan memberikan coklat ini…” tanyanya dalam hati.
Nami menangis di dalam kamarnya. “kenapa kamu bilang terimakasih padanya aku kan orang yang memberikan coklat tersebut.” Tiba tiba pintu kamar terbuka “kenapa baru sekarang pulang hah?!?” kata tante rose sambil menarik rambut nami “maaf tante…” “sekarang cepat cuci baju yang disana! Jangan sampai ada noda sedikit pun! Ngerti!” nami didorong ke bawah. Tante rose langsung pergi.
“nami kenapa tanganmu?” Tanya mika “ya tanganku tadi aku jatuh” jawab nami. “gimana apa sekarang udah baik?” Tanya mika sambil mengelap tangan nami dengan sebuah saput tangan yang lembut. “terimakasih” kata nami “ya sama sama” jawab mika. “hai!” sapa roni mika menatap roni “hai juga em… Kamu ke sini buat nyari aku ya?” Tanya mika “ngak kok siapa yang mau bertemu denganmu” kata roni “aku cuman mau nyapa kalian aja” jawab roni ketus lalu pergi meninggalkan mereka berdua “dasar cowok kerjaannya cuman bersikap sombong” kata mika nami tersenyum “sudahlah jangan begitu” kata nami “oh ya siapa orang yang paling kamu sukai?” Tanya mika nami tertunduk “aku ngak tau” jawabnya dalam hatinya sebenarnya ia berkata “aku cuman cinta sama kak gilang” namun ia tak ingin semua orang tau.
“oh gitu kalau aku ya si roni” kata mika “soalnya dia lain dari yang lain udah ganteng ramah ya walaupun agak cuek trus jago olahraga basket setia dan juga ya pasti ganteng buangget!” nami tersenyum “aku juga berharap punya pacar yang baik tapi sayang…” nami menunduk “aku ngak dibolehin pacaan sebelum lulus sekolah” “ngak apa apa” kata mika “itu juga baik”. Bell pun berbunyi mereka berdua pun berpisah.

“dasar anak gembel!” kata maria sambil memukul nami sampai terjatuh roni membantunya untuk berdiri “berani beraninya kamu bilang ke pak guru tadi ada pr!” kata maria sambil mendorong nami “sudahlah maria jangan kasar begitu” kata roni. “jadi kamu merasa keberatan kalau ada tugas ya maria?” Tanya pak guru dari balik jendela. Lidah maria kelu tak bisa berbicara. Pak guru pun masuk ke dalam kelas. “jadi sebagai hukumannya kamu harus berdiri di depan tiang bendera dan harus memberi hormat sampai jam pulang sekolah nanti!” “tap.. tap.. tapi pak…” “sudah diam!” pak guru menoleh ke nami dan roni “roni tolong kamu antar nami ke uks” “baik pak!”. Roni pun mengantar nami ke uks.
“aku akan jagain kamu disini” kata roni nami menatap roni “tapi ron kamu harus belajar apalagi kan sekarang jam pelajaran matematika kamu kan sukar untuk memahami pelajaran itu” kata nami “tapi nami kalau ada bahaya gimana? Kalau aku pergi kan ngak ada yang jagain kamu” “ya ngak papa aku bisa sendiri kok! Lagi pula disana ada petugas uks tuh” kata nami sambil menunjuk si petugas uks. “ya tapi…” “sudahlah jangan peduliin aku kamu harus belajar” kata nami “baiklah kalau begitu nanti kalau kamu butuh bantuan panggil saja aku ya” nami mengangguk.
“maaf” kata nami “sekarang lebih baik kamu keluar saja!” kata tante rose nami pun keluar dari rumah karena dihukum. “kebetulan” kata roni dia pun mulai merapikan rambutnya dan juga memakai parfum biar wangi. Nami duduk di sebuah bangku. “nami” panggil roni nami menoleh “nami kamu mau ngak jadi pacar aku?” Tanya roni nami sedikit terkejut “maaf tapi aku belum boleh pacaran” jawab nami hati roni sedikit sakit “ya ngak papa lagi pula tadi bercanda kok!” kata roni menutup rasa kekecewaannya.
“kamu ngapain disini?” Tanya roni “aku aku ya duduk duduk saja disini kamu?” Tanya nami “aku juga hanya ya jalan jalan tunggu sebentar aku beliin es krim” kata roni sambil berlari pergi nami duduk di bangku tersebut dia melihat kak rangga sedang duduk di sebuah bangku sendirian nami mengintip dari belakang pohon “seandainya” katanya dalam hati “hai ini eskrim” kata kak viona kak rangga pun memakan es krim itu dengan senyuman “eh itu” kata kak rangga sambil membersihkan noda eskrim di pipi viona. Dalam hati nami menangis, lalu dia pun pergi menjauh. “eh nami ini eskrimnya” kata roni “trimakasih” jawab nami roni menatap wajah nami secara seksama “kau jangan sedih” kata roni “tersenyum donk?” kata roni nami menatap roni lalu tersenyum.
Mika melihat nami dan roni dari belakang “itu kayak nami sama roni” katanya dalam hati, “itu memang roni sama nami” kata maria “ngapain kau ada di sini?” Tanya mika “mau ngerjain nami lagi?” Tanya mika “ngak kok gue hanya mau jalan jalan saja disini” jawabnya. “so jangan panas ya hati lo!” kata maria “gue tau kalau lo sebenarnya suka sama roni” “apaan sih!” kata mika sambil mendorong maria “jangan pura pura lo suka sama roni namun roni ngak menyukai lo!” kata maria sambil mendoron mika “dia lebih menyukai sahabat lo sendiri! Nami!” mika termenung sesaat “jadi kalau lo mau bales dendam panggil aja kami” kata maria sambil melambaikan tangan bersama teman temannya. Mika pun menatap nami dan roni dari kejauhan “nami jangan deket deket dengan calon pacarku” kata mika dalam hati.

Nami pun segera berlari pergi ke kelas kak rangga dia dengar disana di tempat duduknya kak rangga ada pecahan beling kemarin dan belum ada orang yang bersihin sejak kemarin “aku harus membersihkannya” kata nami dalam hati. Ia pun membersihkan pecahan beling itu “aw!” jarinya berdarah. Ia pun membersihkan tempat itu lalu membalut lukanya. “nami kok jarimu terluka?” Tanya mika “ya tadi ngak sengaja kepotong pisau di dapur tadi pagi.” Jawab nami bel pun berbunyi saatnya masuk ke kelas. “kenapa tanganmu?” Tanya roni “oh tadi kena pisau di dapur” jawab nami roni memperhatikan jari itu sesaat “darahnya masih berkucuran” kata roni sambil mengambil tangan nami “aku besihin ya?” kata roni sambil mengambil lap nami mengangguk. “nami kenapa?” Tanya mika dalam hati. “jadi keputusan lo?” Tanya maria “aku akan ikut dengan gengmu” jawab mika
“mika” sapa nami mika tetep berjalan dan berlalu “kenapa dengan mika ya?” Tanya nami dalam hati “ya sudahlah mungkin dia ada les sekarang” kata nami dalam hati. “nami kenapa baru jam sekarang pulang?!?” Tanya tante rose “maaf tante tadi macet di jalan” jawab nami “cepat nih setrika baju! Kalau ngak nanti tante bilang ke ayah kamu bahwa kamu sekarang nakal sekali cepet!” kata tante rose. “baik baik tante” kata nami.
“srreettt jduk!” nami terpeleset “hahahaha! Gitu aja udah jatuh!” kata maria “ya baru gitu aja udah jatuh kasihan!” kata shine mereka tertawa “bagus juga jebakan lho” kata maria sambil menoleh ke mika “mika?” “dia udah gabung ke geng kami” kata shine. Mereka pun berjalan pergi. “ron aku mau ngomong sesuatu” kata nami roni pun mendekati nami “ya ada apa nami?” Tanya roni “ron mau ngak kamu ngejauhin aku untuk selamanya? Dan tolong lupakan cintamu kepadaku” Tanya nami roni sedikit terkejut dia mengkerutkan dahinya “tapi kenapa?” Tanya roni “ini demi temanku mika dia cinta sama kamu” jawab nami roni sedikit lesu “aku mohon” kata nami “ya baiklah aku ngak akan terlalu merhatiin kamu tapi dalam hati aku akan tetap mencintaimu” kata roni.
“roni” sapa mika nami pun pergi dari tempat itu roni hanya terdiam “roni ini aku bawakan coklat untukmu” kata mika “dimakan ya?” roni mengambil coklat tersebut “terimakasih” katanya sambil membuka coklat tersebut. Nami melihat itu semua dari balik tembok “syukurlah” kata nami dalam hati. “jduk!” dia pun pergi ke ruangan basket lalu berhenti di depan pintu. “itu kak rangga” katanya dalam hati sambil mengintip dari balik pintu dia melihat botol minuman kak rangga kosong. “aku harus mengambil yang baru” kata nami dalam hati. Dia pun pergi ke kantin dan membeli minuman dingin. Dia berjalan mengendap endap ke dalam ruangan basket lalu menaruhnya di samping tasnya kak rangga beruntung saat itu kak rangga lagi pergi ke toilet.
Ketika mendengar langkah kaki nami langsung bersembunyi di dalam ruang penyimpanan alat kebersihan. Viona pun berdiri di ruangan tersebut. “ada minuman?” tanyanya “siapa ya?” tanyanya sambil melihat kesekeliling. Kak ranggga datang “ini minuman untukku ya?” Tanya rangga “oh ini ini” kata viona sambil memberikannya “makasih ya?” kata kak rangga sambil meminumnya. Hati nami remuk ketika melihat kedua orang itu bersama dan ya begitulah.
“nami!” panggil mika “mika ada apa?” Tanya nami “aku mohon aku mau minta maaf padamu” kata mika sambil memeluk nami “kurasa kau lebih baik dariku aku merelakan roni buatmu yang penting dia bahagia” “maksudmu?” “aku minta maaf” “baiklah ngak papa kok!” kata nami. Mereka berdua pun duduk di lantai sambil mendengarkan intruksi dari guru olahraga. “kebakaran!” teriak seseorang dari lantai 3 sekolah. Semua siswa langsung berlari. “gubrak!” sekarang nami dan juga roni terperangkap di ruang olahraga. Karena asap yang semakin banyak membuat nami pingsan.
“dimana ini?” Tanya nami ketika ia membuka mata “kau di rumah sakit” jawab mika dia langsung duduk “bagaimana dengan roni?” Tanya nami mika terdiam, “nami kau sudah sadar ya?” Tanya pak kepala sekolah “ya begitulah” jawab nami “oh ya pak bagaimana keadaannya roni?” pak kepsek tak mau berbicara sekarang nami bingung sendiri. “tolong katakan” kata nami “dia dia dia meninggal” jawab pak kepsek nami terkejut mengetahui sahabatnya itu telah tiada “dia dia ditemukan tewas ia memelukmu erat sekali ketika tim sar menemukan kalian” lanjut mika. Nami mulai menangis mika memeluk sahabatnya itu. “aku tau kamu juga merasa kehilangan semua anak juga merasa begitu aku juga” kata mika.
Nami berjalan menyusuri lorong rumah sakit setelah ia menengok mayat roni. Luka bakar yang dideritanya tidak terlalu parah. “kenapa bukan aku saja tadi” kata nami. Ketika ia melintasi sebuah kamar ia berhenti lalu melihat dari jendela siapa yang dirawat di kamar itu. “kak rangga” nami diam di depan jendela. Ia air matanya pun mulai membasahi pipinya. Pada saat itu di sekitar ruang tersebut tak ada orang nami segera berlari keluar rumah sakit lalu membeli sekuntum bunga. “semoga bunga ini bisa membuatnya cepat sembuh” gumam nami sambil berjalan ke kamar kak rangga. Kini dia telah berada di depan kamar kak rangga. Kak rangga juga merupakan korban dari kebakarang tersebut.
Suara langkah kaki membuatnya terkejut lalu berlari pergi, ia menjatuhkan bunga yang ia beli. “siapa ya gadis itu?” gumam viona lalu masuk ke dalam kamar kak rangga. Esoknya nami mendatangi acara pemakaman roni. “terimakasih ya roni atas apa yang kau lakukan padaku aku harap kau tenang dan bahagia disana” gumam nami. “nami ayo pergi” kata mika “mika kamu jangan sedih ya?” kata nami “ya baiklah mi lagi pula roni pasti bahagia disana dan aku masih punya kau sahabat baikku” kata mika.

“ayo sekarang masak!” kata tante rose “ya baiklah tante” kata nami. Ia langsung pergi keluar rumah untuk berbelanja. “hari ini panas sekali” gumam nami ia memegang kepalanya “kepalaku pusing sekali” gumamnya. “tiittt tittt!” sebuah mobil datang dari arah barat. “AWAS! NAMI!” teriak mika sambil mendorong nami. “GUBRAK!” mika terjatuh nami juga terjatuh beberapa orang mendekati mereka. Ia lalu bangkit dan segera mendekati mika. “mik mik! bangun mik!” kata nami air matanya mulai terjatuh “nami” nami menatap mika “nami aku pergi dulu ya?” kata mika “jangan pergi mik! Mik! MIKA! JANGAN !” kata nami namun terlambat sekarang mika sudah menutup mata. Nami menangis sejadi jadinya.

3 hari telah berlalu semenjak mika pergi. Sekarang tante rose sudah dipecat dari jabatanya dan nami sekarang tak usah lagi menjadi pembantu di rumahnya sendiri. Nami berjalan ke lapangan basket dekat rumahnya dia bersembunyi di balik sebuah pohon sambil terus melihat kak rangga bermain basket. Setelah cukup lama bermain basket kak rangga segera pergi ke toilet. Nami segera menaruh sebotol minuman di bangku kak rangga di samping tasnya. Nami menoleh ke arah timur ia melihat kak viona turun dari mobil yang ia naiki buru buru nami segera berlari pergi meninggalkan tempat tersebut dan bersembunyi dibalik pohon.
“hay nga” sapa viona “oh hai vin” balas kak rangga “bagaimana lukamu apa baikan?” Tanya viona “udah” jawab kak rangga “sekolahnya sekarang udah kebakar” kata viona “benar padahal aku ingin sekali lho bermain basket bersama teman teman terutama roni dia adalah adik kelas yang cukup mahir menurutku” kata kak rangga. “yang penting sekarang aku punya kamu” lanjut kak rangga sambil mencium keningnya viona. Dari balik pohon nami meneteskan air mata.

Tepat pukul 10 pagi nami bersiap pergi ke perancis karena pekerjaan orang tua. Sebelum pergi nami pergi ke sekolah, membuka lokernya lalu membiarkannya terbuka dan isinya ia ambil namun ia lupa mengambil diarynya. “aku akan mengingat kalian semua” gumam nami di depan sekolah. “mika roni aku harap kalian bahagia dan kak rangga selamat tinggal aku akan merindukanmu”. hari ini hari dimana semua murid harus bersih bersih. “hei loker siapa itu?” Tanya ray sambil berlari dan menarik tangan rangga “apaan sih ray” kata rangga “lokernya terbuka” sahut ray “ada apa?” Tanya viona. Rangga pun mengambil diary nami. Lalu membaca isinya.

“jadi yang menaruh coklat itu di mejaku… adalah dia?” kata rangga agak terkejut “dan juga minuman yang ada di samping tasmu kemarin dan gadis yang ada di rumah sakit” “gadis yang ada di rumah sakit?” viona mengangguk “kemarin setelah kebakaran aku melihat seorang gadis berada di depan kamarmu mungkin karena dia terkejut mendengar langkah kakiku dia jadi dia berlari pergi dan menjatuhkan bunganya” rangga terdiam “ternyata kamu punya penggemar juga ya?” kata ray mereka bertiga pun duduk di aula sekolah mereka disana juga ada tv jadi untuk menghilangkan rasa bosan mereka nonton tv deh walaupun hanya berita saja.
“selamat pagi permisa hari ini mari kita awali dengan berita kecelakaan pesawat terbang yang akan bertolak ke prancis. Pesawat itu bertabrakan dengan gunung drebeel di di cina berikut daftar korban meninggal reza karno, risky ahmadiyah, korelia masasagi dan juga nami nataliani mereka tewas ketika kecelakaan itu” “dia? Dia adik kelas dia pemilik pemilik buku ini!” kata ray wajah mereka bertiga langsung pucat. “aku harap nami bisa tenang” kata ray “kurasa kita harus menengok jenazahnya” kata viona “ya kurasa” kata rangga. Mereka bertiga pun menengok jenazah nami dan mengembalikan buku diary itu sepulang dari sekolah.
“jadi apa apa kau gembira?” Tanya mika “ya sedikit soalnya aku bisa ketemu dengan kak rangga” jawab nami “cie cie tapi kasihan juga ya cuman tubuhmu saja” kata roni. “sekarang apa kerjaanmu ron? sekarang kamu ngak bisa ngerjain orang lagi” Tanya mika “ya sekarang aku akan siap siap berenkiarnasi lagi” jawab roni “jadi siapa?” Tanya nami “ya jadi anaknya kak rangga” jawab roni.

tamat

Cerpen Karangan: Shasa Emc Spen
Facebook: Shasa

nama (inisial) : shasa emc

Cerpen Temo Demo No Namida merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


You Belong With Me

Oleh:
FLASHBACK ON (Diana P.O.V) Namaku Diana Spica Bellatrix, biasa disapa Diana atau Spica. Sebenarnya nama panggilanku adalah Diana, namun berhubung di kelasku banyak yang bernama Diana, akhirnya teman-temanku memutuskan

Hujan dan Kebencian

Oleh:
Hari ini, ayah pergi pagi-pagi sekali. Entah apa yang akan dibuatnya di petakan sawah milik orang yang ia garap. Apakah ia akan mencangkul tanah yang tandus karena kemarau sepanjang

Bukan Gue Tapi Loe

Oleh:
Loe pernah dengar yang Namanya Jagoan Sekolah ngak, Nah Di SMA Mulia mereka juga punya jagoan nih namanya Peter seorang cowok yang jagonya berantem, Hobinya kalau ngak Tawuran ya

Janji Ku Sebagai Penulis

Oleh:
Memandang langit begitu gelap. Semilir angin yang menebar pesona bahwa alam ini masih mampu menyejukkan. Rintik hujan yang turun dengan gembiranya. Mengingatkan aku pada masa kecil yang begitu manis.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

5 responses to “Temo Demo No Namida”

  1. rizka keyla says:

    Kayak judul lagunya JKT48, ya…. yang temo demo no namida. Tapi bagus kok. Maaf telat komen.

  2. Shasa emc says:

    Ah trimakasi.
    Emang ad inspirasinya pas denger lagunya.

  3. syane paramita says:

    Keren ceritanya bikin nangis :'( 🙂

  4. Shasa emc says:

    makasi banyak udah baca cerpenku

  5. yoana says:

    ngena banget ceritanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *