Terima Kasih Telah Mengajari Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 8 February 2016

Aku, aku yang telah layu bahkan kering tanpa dirinya. Dia pergi menikah dengan wanita lain, aku sangat terpukul. Dan aku hanya bisa menangis menangis dan menangis di setiap waktu. Beberapa tahun kemudian. Aku terdiam duduk di halte bus menunggu teduhnya hujan, tiba-tiba datang seorang laki-laki seumuranku berteduh di halte itu juga, lalu dia menyapaku dan aku hanya tersenyum. Dia menanyakan namaku aku hanya menjawab singkat tanpa menanyakan namanya. Dia berkata, “Mungkin ini adalah pertama dan terakhir kali kita bertemu jujur aku sangat mengagumimu.” aku merasa heran dan laki-laki itu terus saja tersenyum. Hujan pun berhenti laki-laki itu lalu pergi. Tanpa disadarinya sebuah buku kecil tertinggal di dekatku, lalu ku bawa buku tersebut. Sesampai di rumah aku membaca, “Buku ini untukmu agar kau selalu mengingatku.” buku itu sengaja diberikan untukku.

Beberapa bulan kemudian.. Di tengah keramaian pasar aku melihat sosok laki-laki itu kembali dan menyapanya. Dan dia berkata, “Tuhan mempertemukan kita kembali.” Setelah itu aku dan dia berkomunikasi dengan baik. Aku penasaran dan ku selidiki, ternyata dia orang yang saleh, baik, tahu sopan santun. Sejak itu aku mengaguminya. Dia selalu mengingatkanku untuk salat dan dia menasihatiku untuk menutup aurat. Aku pun tersadar dan mencoba untuk belajar menggunakan hijab.

Waktu itu dia berkata, “Sejak awal kita bertemu aku mengagumimu sampai saat ini perasaan ini semakin dalam kepadamu.” aku pun berkata aku ini tidak baik untukmu, aku belum mengerti apa-apa tentang agama sangat jauh berbeda dengannya. Tapi dia tidak mempermasalahkan itu semua, dia akan mengajariku semua hal yang belum aku ketahui. Aku tersenyum dan aku berjanji akan menjaga semua perasaan itu.

Ada satu permasalahan dalam kedekatan kami yaitu bencian orang-orang. Aku tidak tahan dengan semuanya dan memutuskan untuk pergi jauh darinya. Walaupun hati ini terasa sakit hancur tapi aku ikhlas demi kebaikan aku dan dirinya. Setiap hari dia meneleponku tapi tidak pernah sama sekali pun aku menjawab telepon darinya. Namun sejujurnya aku tidak bisa jauh dari dirinya. Dia terus mencariku dan akhirnya aku bertemu kembali dengannya. Aku menangis, mengapa dia terus mencariku, aku telah pergi jauh tanpa memberitahu alamatku kepada dia.

Dia menjawab, “Allah mempertemukan kita,” aku terus saja menangis dan dia bertanya kenapa aku menangis, aku terharu dengan semua ini begitu dalam perasaannya kepadaku. Dia pun berkata kembali, “Dari dulu telah aku katakan aku akan selalu mencintai dan menerimamu apa adanya aku telah berjanji dan tidak akan aku ingkari.” Dan akhirnya aku dan dia menikah, bahagia untuk selamanya.

SELESAI

Cerpen Karangan: Rani
Facebook: Rani

Cerpen Terima Kasih Telah Mengajari Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menghapus Benci

Oleh:
Hari masih pagi kala itu. Matahari sudah terbit namun sinarnya masih belum terlalu menyengat. Langit sangat cerah dan udara sejuk, sehingga cukup banyak orang bersantai di sekitar taman. Mulai

Man With Red Jacket

Oleh:
Aku berdiri di depan pintu kelas, sekolahku masih terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang saja. Mungkin aku yang terlalu cepat tiba di sekolah. Tiba-tiba pandanganku terfokus pada suatu objek.

Pengganti Papa

Oleh:
“Pa, kenapa papa ninggalin Ariqa secepat ini Pa? Ariqa sayang banget sama papa” Aku hanya bisa menangis sambil memandang makam papaku. Kini aku hanya tinggal bersama mamaku yang sedari

My Mystery Boy (Part 1)

Oleh:
Ia tidak bisa menghilangkan siluet cowok misterius itu dari pikirannya. Sangat sulit untuk menutup mata, karena sering memikirkan sosoknya yang masih misterius. Namanya Linda. Seorang Mahasiswi yang berkuliah di

Manja

Oleh:
“Ayo Bay sms aku” gumam Deby pelan. Jam yang menempel di dinding kamar Deby menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Matanya sudah tak kuasa menahan kantuk. Deby sengaja tidak tidur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *