Sang Blackfire dan Putri Salju

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 25 July 2015

Di suatu kerajaan yang bernama kerajaan Damas terdapat sebuah peraturan dimana putri kerajaan harus menikah dengan saudara laki-lakinya. Sehingga hanya keturunan rajalah yang bisa berkuasa dan mengatur semua pemerintahan. Kerajaan Damas memiliki pasukan perang yang terkenal sangat kuat di seluruh penjuru dunia. Pada saat itu pasukan kerajaan ada pada masa kejayaannya dalam kepemimpinan seorang komandan bernama Satria yang dijuluki sang BlackFire.

Suatu hari raja Damas meninggal karena diracun oleh salah seorang pelayannya yang ternyata adalah penyusup dari kerajaan lain. Dan tak diduga beberapa hari setelahnya sang ratu hilang entah kemana. Sedangkan saat itu raja Damas hanya memiliki satu anak dan anak itu adalah seorang putri.

Putri raja Damas itu bernama putri Salju, dia memiliki kecantikan yang luar biasa. Banyak putra mahkota dari kerajaan lain yang ingin menikahinya. Tapi raja Damas selalu menolak lamaran dari kerajaan lain karena peraturan yang ditetapkan sejak dahulu kala. Karena itulah banyak kerajaan lain yang ingin memerangi kerajaan Damas.

Keadaan kerajaan menjadi tak karuan karena mereka bingung siapa yang akan menjadi raja. Para menteri berpikir untuk menikahkan sang putri dengan pangeran kerajaan lain. Satria ikut khawatir dengan kondisi kerajaan, dan dia sebenarnya menaruh hati kepada sang putri. Dan tidak menginginkan ada laki-laki dari kerajaan lain yang menikahinya.

Suatu malam yang gelap Satria sedang memerintahkan dan mengatur para pasukan untuk menjaga istana kerajaan. Tiba-tiba Satria melihat seseorang sedang berlari di taman kerajaan. Satria pun mengejarnya.
“Hey, kau!! Berhenti!!” Teriak Satria sambil berlari mengejar.
“Aduh!!” Orang itu berteriak karena terjatuh.
“Siapa kau?!!” Tanya Satria sambil menarik orang itu.
Dan tidak disangka-sangka orang itu adalah sang putri Salju.
“Yang mulia Putri, apa yang mulia lakukan di tengah malam seperti ini. Sungguh maafkan hamba atas tindakan hamba, hamba siap dihukum seberat-beratnya.” Satria berlutut meminta maaf.
“Tak apa wahai sang BlackFire, ini memang salahku keluar di tengah malam seperti ini tanpa pengawasan.” Jawab putri Salju.
“Tapi jika boleh hamba tau, sesungguhnya hendak kemana yang mulia putri?” Tanya Satria.
“Aku berniat untuk melarikan diri, aku sudah tidak tahan dengan semua ini” Jawab sang putri Salju.
“Jangan yang mulia, sungguh itu tindakan yang berbahaya. Kerajaan ini membutuhkan yang mulia putri Salju sebagai penerus penguasa kerajaan. Lebih baik sekarang yang mulia putri kembali ke istana bersama hamba.” Ujar Satria.
“Baiklah.” Jawab sang putri Salju pasrah.

Satria pun membawa sang putri Salju kembali ke istana dan sang putri Salju pun kembali ke kamarnya. Satria berjaga-jaga di sekitar kamar sang putri Salju. Tiba-tiba Satria mendengar suara-suara dari balik tembok istana.
“Kita harus segera bertindak sebelum mereka tau siapa yang meracuni raja dan menculik sang ratu, kita harus segera menikahkan sang putri dengan pangeran dari kerajaan Raw.”
“Itu tidak mudah, para rakyat akan berontak dengan keputusan itu. Karena para rakyat tau selama ini kerajaan Raw sangat ingin menguasai kerajaan Damas.”
Mendengar itu Satria pun terkejut dan mencoba untuk mendorong tembok itu. Dan tak disangka ternyata ada ruangan rahasia, dan terlihat beberapa menteri kerajaan sedang berkumpul.
“Sang BlackFire, apa yang kau lakukan disini?!!” Tanya salah seorang menteri dengan wajah terkejut
“Sungguh tidak sopan kau menyusup ke tempat rapat menteri kerajaan!!” Tambah seorang menteri lainnya.
“Bagaimana bisa aku tidak diberi tau jika ada rapat menteri? Dan sejak kapan rapat menteri beralih ke tempat tersembunyi seperti ini? Dan juga tidak ada pengawalan sama sekali.” Tanya balik Satria dengan curiga.
“Itu bukan urusanmu, ini rapat rahasia para menteri. Kau orang tidak berkepentingan lebih baik pergi!!” Jawab seorang menteri dengan gemetar.
“Sudahlah, aku sudah tau rencana busuk kalian! Aku akan melaporkannya kepada yang mulia putri Salju sehingga kalian dipancung karena berkhianat.” Ancam Satria.
“Kami tidaklah berkhianat, kami hanya ingin memberi yang terbaik untuk kerajaan ini.” Jawab licik salah seorang menteri.
“Dengan membunuh raja? Kau bilang itu yang terbaik untuk kerajaan ini? Sebenarnya apa yang kau pikirkan?!!” Tegas Satria
“Raja Damas terlalu lemah dan polos. Seharusnya kerajaan ini bisa menguasai dunia. Setelah putri Salju menikah dengan pangeran kerajaan Raw, kerajaan ini akan berkuasa.” Jawab serakah salah satu seorang menteri.
“Apa kau pikir aku akan membiarkan itu terjadi begitu saja? Apa kau lupa bahwa aku ini sang BlackFire?!!” Tegas Satria.
“Tentu saja kami tidak lupa akan hal itu wahai sang BlackFire.” Ujar sang menteri sambil tertawa.
“Prajurit, bunuh bedebah ini sekarang juga!” Perintah salah seorang menteri lainnya.
Tak disangka ternyata ada lima prajurit kerajaan Raw yang langsung menyergap Satria. Sedangkan para menteri itu lari keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan istana. Satria yang dikepung lima prajurit Raw langsung memainkan pedangnya mengalahkan lima prajurit Raw tersebut.

Setelah menghabisi para prajurit Raw, Satria segera bergegas untuk mengamankan sang putri Salju. Akan tetapi setelah tiba di kamar sang putri Salju, ternyata sang putri yang terbaring tak sadarkan diri sudah disandera oleh pangeran kerajaan Raw dan prajuritnya. Dan seketika istana kerajaan yang kurang penjagaan sudah dikepung oleh pasukan kerajaan Raw.
“Kau sudah berakhir wahai sang BlackFire yang hebat, yang sudah menebaskan pedang sucinya ke seorang
perempuan yang tak bersalah. Perempuan yang ku cintai.” Ujar pangeran Raw
“Kau tau itu bukan perbuatanku, aku tidak pernah membunuh rakyat kerajaan Raw. Dan kau tau persis itu!” Tegas Satria.
“Aku tidak peduli, aku akan membalas itu semua sekarang!” Elak pangeran Raw.
“Aku tidak akan membiarkanmu!” Tegas Satria
Pertarungan hebat pun terjadi, Satria kewalahan karena banyaknya pasukan kerajaan Raw dan keahlian bertarung pangeran Raw yang hebat. Satria pun terjatuh dan pedangnya hancur karena tidak lagi kuat menahan pedang para prajurit kerajaan Raw.
“Inilah ajalmu wahai BlackFire!” Ujar pangeran Raw sambil tertawa keji.
Satria pun tewas bersimbah darah, tanpa sempat mengucapkan sepatah kata pun dan tak sempat pula untuk mengutarakan rasa cintanya kepada sang putri Salju. Tanpa disangka sang putri Salju terbangun dan langsung mencoba menusuk pangeran Raw dengan sebuah pisau.
“Matilah kau!!” Teriak sang putri Salju
Namun sayang pangeran Raw sigap dan menebaskan pedangnya kepada sang putri Salju hingga tewas seketika. Kerajaan Damas pun kalah dan seluruh wilayah dan kekuasan kerajaann Damas jatuh kepada tangan kerajaan Raw.

Cerpen Karangan: Fajarudin Akbar
Facebook: Fajarudin Akbar

Cerpen Sang Blackfire dan Putri Salju merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Migla (Part 2)

Oleh: ,
Ketika sedang sibuk mengamati kristal-kristal dan mulai berpikir untuk mengambil beberapa, tiba-tiba Gard tersadar bahwa ada yang tidak wajar, dia tak melihat atau merasakan keberadaan naga di dalam gua

Matematika

Oleh:
Pelajaran itu lagi. Ya Matematika adalah pelajaran ke tiga hari ini, Bu shan menjelaskan tentang peluang secara panjang dan lebar. Kepalaku rasanya mulai pusing dan nyut-nyutan mendengarnya, semakin lama

Mimpi Burukku

Oleh:
Namaku Ellie. Panggil saja aku Lie Aku ini adalah anak yang suka membangkang dan melawan ayah dan ibuku. Pada suatu malam aku tertidur sangat lelap. Sampai-sampai aku tak dapat

Rangga Revina

Oleh:
Dinginnya malam ini menusuk hingga ke dalam tubuh. Ini adalah malam Minggu, dimana aku duduk terdiam memandangi sebuah taman yang penuh dengan pasangan romantis tengah merasakan cinta di malam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *