Karya Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 June 2014

“kau boleh acuhkan diriku.. dan anggap ku tak ada, tapi takkan merubah perasaanku.. kepadamu..”
Sepenggal kalimat itu yang kini sering berderu di telingaku. Aku Nan, seorang gadis kecil kini menjelma menjadi gadis remaja yang labil. 3 tahun sudah aku mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah pertama. Dan kini aku berada di penghujung waktu itu.

Tak sampai setahun lagi, aku akan berpisah dengan teman-temanku, terutama dengan seseorang yang sinar matanya terus menerangi memori ini. Dialah sir, seorang pria yang yang hampir 2 tahun terakhir ini tak pernah absen dari pandanganku.

Kisah ini berawal ketika aku mulai benar-benar membuka hatiku untuk pertama kalinya pada lawan jenis. Tatapannya membuatku tak berani berkutik. Ucapannya amat berbekas di hati, dan tawanya benar-benar membangkitkan hati yang tengah sepi, dan kadang menggerutu. Aku merasa.. hal ini pertanda bahwa ada rasa yangg jauh terpendam di dalam hati ini untuk sir. Inginnya aku mengungkapkan itu, tapi aku perempuan aku tak bisa berbuat apa-apa. aku hanya bisa mengungkapkannya melalui sahabat-sahabatku yang peduli akan perasaan ini. 1, 2, 3, bahkan 4 wanita yang pernah singgah di hatinya, dan tak sedikit yang membuatnya patah hati, seolah tak membuatnya lelah mencari. Sosok yang seperti apa aku tak mengerti.

tapi seolah jenuh, tak jarang aku berfikir kenapa tak bisa ia menoleh ke sebelahnya, hanya sekedar untuk memberi kesempatan bagiku yang memang tak sempurna. Tapi aku siap untuk diuji, dan perasaanku selalu setia hadir setiap hari. Tapi semua itu tak lantas membuat dia mengerti dan peduli akan hal itu. Aku benar-benar tak mengerti apa yang menjadikan hatinya seolah tak bisa terbuka untukku. Padahal aku bukan orang asing baginya. Hariku tak jarang kulalui bersamanya, sekedar untuk saling berbagi dan menuangkan isi hati kami. Tapi tak bisa juga aku membuatnya jatuh hati pada apa adanya diriku. Memang sulit, aku takkan pernah bisa menebak isi hati dan fikiranya cuma-cuma. Hanya dia yang paham isi hatinya.

Sampai satu hari, layaknya bunga yang tengah merekah, mulai banyak teman lelakiku yang hadir hanya sekedar untuk mengutarakan isi hatinya padaku. Tapi aku tetap saja ngotot mempertahankan perasaan dan hatiku untuk sir.

Satu hari temanku bertanya padaku “sampai kapan kamu akan bertahan dengan perasaanmu yang seperti ini padanya nan?, sampai kapanpun sir tidak akan pernah melihatmu kalau memang dia tidak mau”
“iya nan, lagi pula perjalanan hidupmu masih sangat jauh, jangan terlalu mendalam, ayolah nan lupakan, masih banyak lelaki yang jauh lebih baik dari sir”
Tapi aku tak pernah bosan menjawab, “ini masalah hati, apapun tak bisa merubahnya, selama aku masih dengan senang hati menjalanai, dan menikmatinya, ya sudah.. biarkan perasaan ini mengalir. Yang jelas, dia senang, aku pun turut senang. jadi santai saja..”

Tak sedikit orang yang menganggap ini berlebihan, termasuk aku sendiri. tapi apa boleh buat.. ini perasaan yang luar biasa. Kurasa remaja seusiaku pasti mengerti. Yang jelas aku tak pernah memaksa sir untuk mengerti perasaanku ini, karena sir juga memiliki hati yang jauh lebih ia pahami. aku tidak mengerti keinginanya, tapi aku cukup paham apa yang sir rasakan. Karena sinar mata sir tak pernah berhenti mengisahkan suasana hatinya. Aku pun begitu, perasaan apa pun yang kumiliki saat ini tak lain adalah sebuah karya hati yang tak pernah bisa diprediksi kapan rasanya akan berubah, dan berhenti. Yang jelas setauku perasaan itu masih setia hadir setiap hari, dan mengalir dengan tulus.. sampai detik ini. tak jarang pula aku mengisahkannya melalui pancaran mataku, yang kuyakin pasti, sir pun merasakanya. Dan suatu saat nanti mungkin bisa ia mengerti…

Cerpen Karangan: Arty Griyaning Rahayu
Facebook: Arty Griyaning Rahayu

Cerpen Karya Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pejuang Kokoh

Oleh:
Mata bulat itu menerawang jauh, lamunannya membuat pikirannya melayang, meninggalkan raga yang masih terduduk kaku. Tangannya terus saja memainkan pena hitam dengan mengetuknya ke dasar meja. Sesekali ia betulkan

Pilihan Terberat

Oleh:
Aku masih termenung tak percaya, seseorang yang kugilai di masa laluku kini hadir dan ingin menjawab semua keinginanku yang pernah kupanjatkan dulu. Tapi di lain sisi aku telah menaruh

Back To You

Oleh:
Buliran air menetes satu per satu terjun melewati ujung daun karena hujan telah cukup lama membasahi dunia ini. Langit masih kelabu dan kemungkinan akan hujan lagi, Ahh, rasanya tak

Kehilanganya

Oleh:
Aku memcoba membukakan mata ku, yang terbangun dari mimpi indah ku, sorotan sinar mentari memantul ke arah jendela kamar “ya ampun sudah siang” gumam ku dalam hati segera ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *