Gitar Cinta Penuh Darah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 15 January 2014

Di sebuah sekolah ternama di jakarta. Pagi itu para murid kelihatan mulai dengan aktivitas sehari-harinya, ada yang berangkat secara sendiri-sendiri atau rombongan. Tiba-tiba Frank beserta gengnya, datang dengan mobil yang sound systemnya digeber keras-keras seolah-olah dia mau memamerkan apa yang dia punya. Selain Frank ada Joni yang play boy, Bocel si tukang pukul, dan juga Robi si anak gombal tetapi dia memiliki wajah yang ganteng. Robi adalah putra dari anak pengusaha kapal terkenal di dunia. Ekspresi bermacam-macam dari penghuni sekolah terhadap Robi, ada yang cuek, sinis bahkan simpati. Termasuk kelompok remaja putri yang dikomandani Tari Ogut (nama beken dari Tari Wulandari karena ada nama murid yang hampir sama dengannya yakni Tari Sukmaningsih). Geng Tari terdiri dari Tari, angel “Oneng”, dan Resa “Si pesek”. (Ada potensi komedi).

Bel berbunyi. Saatnya murid masuk ke kelas masing-masing. Kelas XII C nampak ramai karena guru belum datang. Penghuni kelas saling bergosip ria. Bu Rukmi (45 tahun, ibu 2 anak, guru BP) masuk ke kelas dan murid murid berhamburan ke meja masing masing. Semua siswa terpesona melihat sosok perempuan yang berdiri di samping Bu Rukmi. Maklum cowok mana yang tidak terpesona melihat cewek cantik.
“Anak anak di depan kalian ada siswi baru” kata bu Rukmi.
(suara bu Rukmi membuat hilang hayalan para siswa)
“hore.. hore.. hore kita kedatangan siswi baru, apalagi siswinya cantik seperti Emma Watson” kata Robi
“ah robi, bisanya modusin cewek mulu kerjaannya” sahut Frank sambil bermain handphone.
“sudah anak anak jangan bertengkar” kata bu Rukmi dan sambil mempersilakan siswi baru itu memperkenalkan diri.
“syahda my name, my girls moved from sma kartika” singkat Syahda meperkenalkan dirinya.

Ada bangku kosong di belakang. Sebelum bu rukmi menata duduk Syahda, maka secepat kilat Robi yang duduk di tengah mengusir Joni yang duduk di sebelahnya untuk pindah ke belakang. Hati Robi pun berbunga-bunga saat itu karena Syahda duduk berdampingan dengannya. PDKT dan rayuan maut mulai ditebar oleh si Robi.

Saat menonton basket, Syahda bertanya tanya tentang Robi ke Tari Ogut. Disini diceritakan tentang nama robi. Namanya sebetulnya Roby Darwis. Namanya sama seperti mantan pemain sepakbola yang pernah main di persib. Ada yang manggil Robi dan ada juga yang manggil si gombal, karena dia selalu menggombali cewek yang ada di sekolah ini. Di sekolah, murid murid memanggilnya Robi. Robi merupakan anak yang pinter ngegombal di sekolahnya.

Frank yang tengah berkumpul bersama robi, dia memberitahukan ke robi bahwa si syahdah sedikit tertarik kepada dia. Robi langsung loncat kegirangan. Robi yang mengejar Syahda menemuinya di kios majalah. Saat itu robi beralasan mau membeli majalah yang membahas mobil dan tek tek bengeknya maklum ia lagi gandrung untuk mempercantik mobilnya. Dalam obrolan itu Robi baru mengetahui bahwa Syahda ternyata penikmat puisi. Syahda merupakan cewek tipe Melankolis, di scene ini ada informasi bahwa salah satu dari beberapa penulis puisi pujaannya adalah Pulungsari.

Setelah Robi mengetahui bahwa syahda menyukai puisi, sesampainya di rumah dia langsung membuat puisi cinta. Lagi asyik asyiknya mebuat puisi, bel pintu rumahnya berbunyi. Robi berlari menuju pintu dan saat dia membuka pintu dia terkejut dan tertegun karena tidak di sangka syahda cewek yang dia suka mengunjungi rumahnya.
Dia menepuk badan robi jelas tingkah syahda sambil berkata “apakah aku boleh masuk?”
“ya. ya.. ya.. ya silakan masuk” kata Robi sambil terbata bata.

Mereka berjalan menuju ruang tamu dan sambil membicarakan tentang pesta di rumah Frank. Sesampainya di ruang tamu mereka duduk di sofa sambil menyalakan TV yang ada di ruang tamu.
“Sebentar ya, aku ambilin soda susu dulu di dapur” kata robi.
Dia terkejut bahwa robi mengetahui minuman kesukaannya.

Robi berjalan ke dapur untuk membuatkan soda susu untuk syahda dan mengantarkannya ke ruang tamu. Tiba tiba dia ingat bahwa dia tadi menulis sebuah puisi. Robi langsung ke kamar untuk menyembunyikan puisinya karena dia takut kalau ketauan sama syahda. Sesudah menyembunyikan, robi mengantarkan soda susu yang tadi dia buat ke ruang tamu.
“Ini soda susunya” kata robi.
“ya terimakasih robi” kata syahda sambil asik menonton acara di tv.
“mmm…. serius banget nontonnya!! Emang seru acaranya?” kata robi.
“Yaa inikan acara kesukaan gua” kata syahda
Tiba tiba dia teringat bahwa kedatangan dia ke rumah robi untuk mengajak berangkat bersama ke pestanya Frank.
“oiya robi, besok lu mau berangkat bersama gua nggak, ke pestanya Frank?” kata syahda.
Pucuk dicinta ulampun tiba.. robi yang menaruh hati kepada syahda tidak menolak ajakan syahda.
“Ya gua mau berangkat bersama lu” kata robi menerima ajakan syahda.
syahda berkata “ok, kita berangkat jam 6 malam ya”.
Sambil mereka berjalan menuju pintu rumah dan syahda pun pulang ke rumahnya.

Raut wajah robi kelihatan gembira. dan dia berjalan ke ruang tamu kembali untuk membersihkan gelas minuman yang kotor. Setelah membersihkan dia meneruskan membuat puisi yang tadi tertunda. Setelah membuat puisi, dia merasa lelah karena telah berjam jam untuk membuat puisi dan dia memutuskan untuk tidur. Dia bermimpi bahwa dia diberi syahda sebuah gitar dan gitar itu pembawa petaka untuknya.

Kebiasaan Robi di hari libur ialah bangun kesiangan, dia bangun jam 12 siang. Bangun tidur dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Selama robi mandi, dia masih kebayang dengan mimpi dia semalam. Setelah mandi biasalah manusia kalau sebelum fitnes perut harus diisi, tapi beda dengan robi dia langsung pergi ke tempat fitnes tanpa sarapan terlebih dahulu.

Sesampainya di tempat fitnes, dia melakukan permanasan terlebih dahulu. Setelah melakukan pemanasan dia mengangkat barbel, Stair-climbers, elliptical machines, sebanyak 20 kali. Lagi asik asiknya fitnes, handphonenya berdering. Dia langsung mengangkat handphonenya.
“Maaf, ini siapa ya?” ujar robi.
“ini gua syahda masa lupa?” kata syahda menjelaskan kepada Robi.
“ooh… syahda. Masa gua bisa lupa sama cewek imut” gombal Robi kepada syahda.
“mmm… bisa aja lu ngegombalnya” kata syahda.
“haha… haha.. haha aku lagi tidak ngegombal looo” kata robi sambil ketawa.
“serem banget ketawanya Rob, jadi takut ni gua sama lu, oiya entar malem jadi kan lu bareng gua ke pestanya frank?” kata syahda.
(tau nggak ketawanya kaya mak Lampir? Kalau tau ketawanya robi seremnya seperti mak Lampir).
“Jangan takut donk. Ya jadi, entar gua jemput lu” kata robi memastikan.
“ok dah.. gua tunggu di rumah ya mak lampir” kata syahda sambil mengejek Robi.
Tiba tiba teleponnya mati, dia tidak sempat membalas ejekan dari syahda. Dia menengok jam, ternyata jam sudah menunjukan pukul 16.00 WIB. Dia memutuskan untuk pulang ke rumah. Anehnya dia tidak merasakan letih, tetapi dia tambah bersemangat seperti semangatnya para pejuang, tetapi kalau robi pejuang cinta yang sedang memperjuangkan cintanya terhadap syahda.

Sesampainya di rumah dia bergegas mandi, tapi dia sempat mencium bau badannya yang tidak sedap itu. Tau kan bau badan kalau habis fitnes, baunya kaya gimana?. Itulah kebiasan buruknya robi.

Sesudah mandi, robi memakai pakaian yang rapi. Dia pergi ke rumah syahda pukul 17.00 WIB dengan menggunakan mobil Ferarinya, tetapi uniknya selama perjalanan dia selalu memutarkan lagu Iwan fals. Ya Robi sangat menyukai lagu lagu yang dinyanyikan oleh Iwan Fals, beda sekali bukan! dengan anak zaman sekarang yang menyukai lagu barat, seperti Maroon 5, katy perry, suju.

Sesampainya di rumah syahda dia terkejut melihat syahda telah menunggunya di depan rumah.
“Maaf ya syahda gua terlambat 2 jam, maklum tadi di jalan macet” kata Robi menjelaskan ke pada syahda.
“Ya tidak apa apa kok rob, yuk kita berangkat. Kita udah telat satu jam nih” kata Syahda dengan sedikit rasa kecewa.

Selama perjalanan Syahda sering dirayu dan digombalin oleh Robi. Maklum Robi kan orangnya suka gombal, tapi rayuan dan keunikan dari robi itulah yang menumbuhkan rasa cinta di diri syahda terhadap Robi.

Sesampainya di sana, mereka dikejutkan oleh gank tari dengan kejahilannya, tetapi mereka tidak marah melainkan mereka tertawa. Maklum mereka tidak dianggap dengan serius.

Tiba tiba Frank berteriak dan bilang “Hello, apa kabar Syahda dan Robi?”
“Baik kok” jawab Syahda dan Robi.
“syukur deh kalau kalian baik baik saja” kata Frank.

Pesta semakin malam semakin meriah ditambah pada malam itu syahda memberikan gitar kepada Robi. Robi sangat senang ketika Syahda memberinya gitar, Tetapi disinilah awal mulanya petaka yang akan dialami oleh robi.

Tidak terasa jam menunujukkan tepat pukul 12 malam, menandakan pesta berakhir. Syahda dan Robi memutuskan untuk pulang ke rumah, tetapi sialnya saat di perjalanan ban mobil mereka bocor.

Tidak disangka mobilnya Tari lewat dan berhenti di depan Syahda dan bertanya “kenapa dengan mobilnya Syahda?”
“biasa ban mobilnya pecah” jawab Syahda.
“kalau ban mobil Robi pecah, Syahda bareng dengan Tari aja, itu kalau Syahda mau?” ajakan Tari kepada Syahda.
“Ya, tentu saya mau” jawab Syahda.

Mereka pergi dan meninggalkan Robi. Tari yang waktu itu mengendarai mobil RX-8 dengan kecepatan tinggi dan Syahda pun tiba di rumah dengan cepat. Sesampainya di rumah Syahda kebayang wajahnya Robi dan menyesal telah meninggalkanya. Dia memutuskan untuk menelpon Robi untuk meminta maaf.
“Hallo Robi, maaf ya tadi aku pulangnya bareng Tari” kata Syahda mengawali percakapan.
“Ya, tidak apa apa kok” ujar Robi.
“Kamu suka kan dengan gitar yang tadi aku kasih?” kata Syada menanyakan kepada Robi.
“Suka dong, kan aku hobi bermain musik” ujar Robi.

Tiba tiba Robi mendengar suara tangisan perempuan. Ia berjalan untuk mencari asal sumber suara tersebut dan mematikan telponnya. Ternyata suara itu berasal dari kamar mandi. Ternyata saat pintu kamar mandi dibuka, tidak ada seseorang yang berada di kamar mandi dan suara itu pun hilang. Ia berpikir itu Cuma khayalan saja, dan dia memutuskan untuk bermain gitar, saat ia bermain gitar dia kembali mendengar suara tangisan perempuan, tetapi suaranya lebih keras dari pada yang tadi. Ia menghiraukan suara tangisan itu, tetapi suaranya semakin keras, dan ia memutuskan untuk mencari asal suara tersebut.

Saat mencari suara itu, ia melihat sosok seorang perempuan melintas ke arah dapur. Saat Robi berjalan menuju dapur, tiba tiba lampu di rumahnya padam dan tidak lama lampu di rumahnya menyala lagi. Anehnya suara tangisan itu menghilang bersamaan dengan lampu menyala. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur, dalam tidurnya mimpi itu kembali menghantui Robi, mimpi tentang diberi gitar oleh Syahda yang dahulu sudah pernah terlintas dalam mimpi dan kini mimpi itu terulang lagi. Saat dia bangun tidur, dia masih belum mengetahui arti dari mimpinya. Ia menelpon Syahda untuk mengajak makan malam.
“Hallo Syahda, Kamu malam ini ada acara tidak?” kata Robi.
“oh kebetulan malam ini saya tidak ada acara” jawab Syahda.
“Kamu mau tidak entar malem makan bersama aku?” ujar Robi.
Dengan ragu ragu Syahda menjawab “mmm… iya dah, aku mau, makan dimana?”
“Di restaurant Turkuaz, mau tidak?” jawab Robi.
“Ya aku mau. Jam 7 malam ya Rob.” ujar Syahda.
“Ok, cantik” jawab Robi sambil merayu Syahda.

Sesudah menelpon Syahda, Ia membooking tempat di restaurant Turkuaz untuk berkencan dengan Syahda dan meminta desain yang romantis kepada mananger Restaurantnya.

Waktu tidak terasa telah menunjukkan pukul 6 malam, Ia langsung berpakain rapi dan menjemput Syahda di rumahnya. Tiba tiba di perjalanan dia melihat sosok seorang perempuan dan Ia menabrak sosok perempuan itu. Robi sangat terkejut dan keluar dari mobil. Saat dia keluar mobil sosok perempuan itu menghilang. Robi sangat merasa ketakutan, dan merasa aneh dengan kejadian yang akhir akhir ini ia alami.

Ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah Syahda. Sesampainya di rumah Syahda, ia dibuat terpesona oleh kecantikan Syahda.
“Hallo Syahda, sudah siap untuk jalan?” tanya Robi kepada Syahda.
“udah siap kok, mari kita jalan” jawab Syahda.

Selama di perjalanan mereka asik mengobrol, tiba tiba Robi melihat sosok perempuan sedang duduk di jok belakang. Perempuan itu melihat ke arah Robi dengan wajah yang penuh dengan darah. Robi sangat ketakutan saat melihat wajah wanita itu. Ia tidak sengaja menginjak rem, sehingga kepalanya Syahda tidak sengaja membentur kaca mobil.
“Aduh sakit” teriak Syahda.
“maaf Syahda, tadi aku meliat sosok perempuan dengan wajah yang penuh darah di jok belakang” ujar Robi.
“kita kan Cuma berdua, mana mungkin ada perempuan di belakang!” kata Syahda sambil melihat ke jok belakang.
“Bener deh Syahda tadi aku meliat sosok perempuan dari kaca spion dalam” ujar robi menjelaskan kembali kepada Syahda.
“udah paling itu Cuma khayalan kamu aja” kata Syada sambil menenangkan Robi.

Setelah Robi sudah tenang, Dia melanjutkan perjalanannya menuju ke restaurant Turkuaz.
Sesampainya disana Robi berkata Tutup mata kamu, ada kejutan untukmu Syahda.
“kejutan apa robi?” ujar Syahda dengan rasa penasaran.
“kalau aku kasih tau berarti bukan kejutan jadinya” Robi menjelaskan ke pada Syahda.
Syahda masuk ke Restaurant dengan mata tertutup.

“Sekarang kamu boleh membuka matanya” ujar Robi.
Syahda sangat terkejut dengan desainnya dan berkata
“indah sekali dan sangat romantis deh kamu”
“ya dong. Ini kan spesial untuk kamu” kata Robi.

Mereka malam itu menikmati makan malamnya dan mereka resmi jadian. Bersamaan dengan itu dia mendapat kabar ternyata Tari sahabatnya Syahda terbunuh dengan lidah menjulur keluar dan di sampingnya kabarnya ada sebuah gitar. Keesokan harinya Syahda melayat ke rumah Tari bersama kekasihnya (Robi), dengan sangat terkejut ternyata gitar itu milik Robi, tetapi anehnya kenapa gitar Robi ada di atas tubuhnya Tari dengan bercak darah?. Padahal waktu kejadian sampai sekarang pun gitar itu ada di rumah. Robi sangat aneh dengan kejadian yang akhir akhir ini terjadi. Robi sangat terkejut ketika melihat jenazahnya Tari. Saat ia melayat ia melihat sosok perempuan itu kembali dan ia berteriak “siapa kamu? Kenapa selalu menghantui aku?”. Suaranya membuat Frank dan Syahda khawatir terhadap Robi. Mereka lari untuk menemui Robi.
“Ada apa Rob kok teriak?” Tanya Syahda dan frank kepada Robi.
“Tadi aku melihat sosok perempuan itu lagi” jawab robi.
“wajah perempuannya penuh luka nggak Rob?” tanya Frank dengan rasa penasaran.
“ya, kok kamu bisa tau?” ujar Robi.
“ya, aku juga pernah lihat bayangan itu waktu di rumah Tari”. ujar Frank.

Mereka semua merasa ketakutan, tiba tiba atap rumah Tari roboh dan menimpa Frank dan ia pun mati seketika. Robi sangat terpukul dan sedih ketika mengetahui sahabatnya sudah tidak bernyawa.

Syahda yang selamat dari kejadian itu menelpon ambulan untuk mengantarkan Frank ke rumah sakit. Akhirnya ambulan yang ditunggu tungu tiba juga dan jenazah Frank di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi. Mereka berdua pulang ke rumah masing masing untuk menenangkan diri karena sama sama kehilangan sahabat.

Syahda sesampainya di rumah terkejut ketika melihat gitar Robi berada di rumahnya. Ia berteriak di dalam hati dan sambil mematahkan gitarnya. Karena pendapatnya gitar ini pembawa sial yang mengakibatkan sahabatnya meninggal. Seharusnya Syahda tidak boleh mematahkan gitar itu, karena akan merugikan diri Syahda sendiri. Ternyata perkiraan itu benar, Syahda mendapatkan mala petaka karena telah mematahkan gitar itu. Mala petaka itu berupa mimpi yang menjadi kenyataan, yaitu setiap malam Syahda selalu melihat bayangan sosok perempuan yang pernah di lihat kekasihnya (Robi). Ia selalu dikejar oleh sosok perempuan itu dan ingin membunuh Syahda. Ia merasa takut dan terus berlari. Ia berlari dengan mobilnya, tetapi tidak di sangka perempuan itu duduk di belakang jok mobilnya dan mencekik Syahda sampai ia tewas.

Robi yang sangat mencintai Syahda mengetahui bahwa penyebab semua kejadian itu dari gitarnya, sehingga Robi pun akhirnya mengalami gangguan kejiwaan, karena tidak bisa menerima atas meninggal kekasihnya itu. Sekarang Robi dirawat di Rumah sakit jiwa grogol, Jakarta barat.

Cerpen Karangan: Bayu Eko
Blog: Http://cerpencerp.blogspot.com/
Saya berumur 17 tahun dan masih berstatus pelajar. Saya pelajar Sma3 Jakarta, demikian profil singkat tentang says

Cerpen Gitar Cinta Penuh Darah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dream Comes True

Oleh:
Tik. tok. tik. tok Tap.. tap.. Sret… sret.. Suara itulah yang dari tadi mendominasi pendengaranku. Aku diberi tugas yang lebih banyak dikarenakan tidak masuk sehari dan membuatku lembur. Aku

Ekspedisi Terakhir

Oleh:
Pada malam jum’at, hujan deras, kami seluruh pengurus OSIS dan MPK pergi ke sekolah untuk membantu Pak Akbar yang ingin mengadakan ujian online di Aula Tamalaki. Pada saat itu,

Kuntilanak Merah

Oleh:
Hay kenalin nih gua Rudi, gua tinggal di jakarta disini gua mau ceritain pengalaman gua waktu gua masih umur 12 tahun, tepatnya waktu itu gua masih kelas 6 SD.

Rumah Tua Itu (Part 1)

Oleh:
“Jangan pernah masuk ke rumah itu,” seru seorang warga sambil menepuk pundakku. Aku kaget dan menoleh ke arahnya. “Eh bapak ngagetin saya aja.” “Habisnya kamu serius banget ngelihatin rumah

Miss

Oleh:
Katakan ia gila, bagaimana bisa ia merindukan sosok pria jangkung itu. Untuk waktu tertentu bahkan ia sangat ingin memeluk pria itu. Mereka bukan sepasang kekasih meski nyatanya banyak yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

6 responses to “Gitar Cinta Penuh Darah”

  1. dita zhafira says:

    ceritanya menarik dan ngeri

  2. salam says:

    lumayan serrreeemm

  3. Sri Kumaryati says:

    CERITANYA KERENNNNNNNNN

  4. Kezia ferrumidia says:

    apa amanatnya?

  5. Arini says:

    Maaf sebelumnya.
    Karakter Syahda kok nggak cocok ya sama dialognya?
    Maksudku Syahda itu nama yang baik, terkesan kalem dan lembut. Kok pertamanya pakai “gua” sama “lu” ?
    Ceritanya menarik, serem, keep writing ya 🙂

  6. Ini ga dijelasin asal-usul gitar sama hantu perempuannya? Tetap semangat berkarya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *