Penunggu Buku Kosong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 21 April 2021

Minggu pagi Fluffy dan keluarganya berkunjung ke rumah neneknya. Rumah neneknya berada di dalam pedesaan yang terpencil. Fluffy dan keluarganya tiba disana pada pukul 09.15 pagi. Waktu itu hari sudah sangat panas sekali. Rumah neneknya tampak seperti rumah jaman dahulu, masih terlihat jadul. Dinding rumahnya masih terbuat dari batu bata biasa, Sekeliling rumahnya pun banyak sekali rumput rumput liar dan banyak sekali pohon mangga. Namun didalam rumahnya terlihat indah sekali seperti rumah ciri khas jaman dahulu.

Pada sore hari, Fluffy jalan jalan keliling rumah. Suasananya sangat sepi sekali. Ia tak sengaja melihat sebuah buku dibawa pohon mangga. Ia pun segera mengambilnya. Buku itu terlihat kusam dan kotor.
“Buku apaan nih, kok aneh banget, isinya juga kosong.”
“Yaudalah aku bawa ke rumah aja, barangkali nenek tau.” Gumam Fluffy sambil kebingungan

Hari pun semakin gelap, suasana semakin membuat perasaannya was was. Akhirnya Fluffy pun segera kembali ke rumah.
Ketika sampai di rumah, ia melihat nenek dan ibunya sedang menyiapkan makanan untuk makan malam nanti, sedangkan ayahnya sedang bermain hp di kursi goyang milik kakeknya dulu. Fluffy pun segera bertanya kepada neneknya.

“Nek… nenek….” kata Fluffy
“Ada apa Fluffy cucu kesayangan nenek?” jawab neneknya.
“Nenek tau buku ini ta? Aku tadi nemu di bawah pohon” kata Fluffy sambil menunjukkan bukunya.
“Waduhh… kayaknya itu buku peninggalan kakek kamu, sudah lama nenek mencari buku itu”
“Ooo… emangnya ini buku apa nek?”
“Nenek kurang tau, kata kakek kamu buku itu akan muncul tulisan jika dimalam jumat.”
“Wihh…. hebat ya nek”
“Iya, buku itu katanya ada penunggunya”
“Aaa… nenek nakutin aja”
“sudah, sini nenek yang simpan bukunya”
“Ga mau nek, aku masih pengen tau apa isi bukunya”
“Yaudah kamu simpan baik baik bukunya, itu buku peninggalan kakek kamu”
“siap nenek…”

Fluffy pun segera ke kamarnya untuk menyimpan buku itu. Ketika sampai di kamarnya, ia tak sengaja menjatuhkan bukunya. Buku itu pun mengeluarkan foto kakeknya dan sesosok wanita berambut panjang memakai gaun merah dengan wajah yang menyeramkan. Fluffy kaget, ia langsung lari mencari neneknya.

“Nenek… nenek” Fluffy memanggil neneknya sambil ketakutan.
“Ada apa Fluffy, kok kamu kayak ketakutan gitu?” kata ayahnya
“Ayah, nenek dimana?”
“Nenek sedang tidur di kamarnya, ada apa emangnya kok malem malem cari nenek?”
“Jadi gini ayah, tadi aku nggak sengaja menjatuhkan buku yang tadi aku temui di pohon mangga. Buku itu keluar foto kakek sama mbak mbak pakai gaun merah” kata Fluffy sambil ketakutan
“Ahh kamu bisa aja, udah tidur sana. Udah jam 9 lebih ini.”
“Iya yah”

Fluffy pun kembali ke kamarnya dengan rasa ketakutannya. Ketika sampai di kamarnya, ia melihat buku itu berada di atas meja tertata rapi dengan buku lainnya. Padahal sebelumnya buku itu berada di bawah. Fluffy pun mengecek apakah foto itu masih ada apa tidak.
“waduh fotonya masih ada apa nggak ya, aku takut banget nih apalagi semua udah pada tidur.” gumam Fluffy sambil gemetar.

Ia akhirnya pun memutuskan untuk mengecek buku itu. Ketika Fluffy membuka buku itu, ternyata fotonya sudah tidak ada lagi. Fluffy sangat keheranan dengan buku itu.
“Kata nenek buku itu mengeluarkan tulisan jika dimalam jumat, tapi kenapa pas aku jatuhkan bukunya kok keluar foto ya?”
“Padahal hari ini juga masih minggu.” Kata Fluffy sambil memandangi buku itu.

Ketika Fluffy hendak tidur, ia merasa ada yang memanggil namanya dari balik pintu, suara itu terngiang ngiang di telinganya. Fluffy tanpa pikir panjang, ia menutup dirinya dengan selimut, ia gemetar ketakutan, akhirnya ia segera tidur dengan rasa takutnya.

Pagi pun telah tiba, Fluffy bangun dengan wajah riang gembira menikmati segarnya pemandangan pagi hari di pedesaan. Ia melihat buku yang ia temukan kemarin berada di bawah bantalnya, Fluffy pun mengambilnya. Fluffy baru sadar jika kemarin ada hal aneh yang terjadi.

“Fluffy… Fluffy… dimana kamu,” Ibunya sedang memanggilnya.
“Aku di kamar bu”
“Sini ke dapur, sarapan sama sama”
“Iya bu”

Fluffy kemudian kedapur dengan membawa buku yang kemarin ia temukan di bawah pohon. Fluffy menceritakan kejadian kemarin yang dia alami kepada neneknya.
“Nek kemarin buku ini keluar foto kakek sama mbak mbak pakai gaun warna merah, apakah penunggu buku ini nek?”
“Nenek kurang tau Fluffy, kayaknya iya.”
“Tapi kok ada kakek nek,”
“Nenek kurang tau Fluffy, yang nenek tau buku itu hanya mengeluarkan tulisan saja.”
“Oala iya nek, nenek simpan aja deh buku ini, aku takut.” Kata fluffy sambil memberikan bukunya.
“Iya cucuku, biar nenek simpan di kamar nenek aja.”
“Iya nek.”

“Makan dulu nak, nasimu nanti dingin” ujar ibunya memotong pembicaraan.
“Iya bu ini mau aku makan.”
“Nak nanti sore kita pulang, ayah kamu soalnya ambil cuti 1 hari aja.”
“Aaa ibuu, aku masih pengen main sama nenek.”
“Kapan kapan kita berkunjung ke rumah nenek lagi.”
“Iya deh bu”

Fluffy segera menghabiskan makanannya dan segera pergi ke kamar untuk bermain hp. Ketika sedang asyik main hp, terdengar suara dari bawah kasurnya. Fluffy pun mengeceknya, ternyata ia melihat buku yang ia temukan kemarin berada di bawah kasur, padahal buku itu sudah disimpan nenek di kamarnya. Fluffy pun mengambil buku itu, ia sangat keheranan. Akhirnya ia membuka buku itu, halaman bukunya kembali mengeluarkan foto kakeknya dan sesosok wanita berambut panjang memakai gaun berwarna merah. Fluffy kembali ketakutan, ia segera keluar dari kamarnya dan mencari neneknya.

“Nek… nenek dimanaa,”
“Haloo semua dimana, kok sepi di rumah.”
Fluffy sangat ketakutan sekali, ia di rumah sendirian.

Fluffy pun kembali ke kamarnya. Fluffy mengunci kamarnya lalu bersembunyi di bawah selimut. Suara yang memanggilnya kembali terdengar. Suara itu semakin keras. Fluffy tanpa pikir panjang ia langsung menelepon ayah dan ibunya. Tapi karena jaringan drumah sangat jelek, Fluffy tidak bisa menghubungi ayah ibunya.

Fluffy kembali ketakutan. Ia hanya bisa bersembunyi di bawah selimut dan berharap ada orang di rumah. Fluffy melihat hpnya pada saat itu masih jam 3 sore, ia baru ingat bahwa ia pulang sore ini juga. Tak lama kemudian ayah ibu dan neneknya pulang, Fluffy sangat lega sekali. Ia segera keluar dari tempat tidurnya dan segera menemui ayah ibu dan neneknya.

“Ayah, ibu, dan nenek dari mana sii,” kata Fluffy sambil gemetar ketakutan.
“Kami tadi dari belakang rumah memperbaiki generator air, ada kebocoran kecil.” Jawab ayahnya.
“Ayah tau nggak, aku ketakutan tadi sendirian di rumah.”
“Iya ayah minta maaf nak. Lagian kamu kan lagi asyik main hp.”
“Aah ayah, udalah lupain aja. Yah jadi pulang jam berapa?”
“Abis ini pulang nak, kita siap siap dulu.”
“Iya yah.”

Tak lama kemudian Fluffy pergi ke kamarnya untuk membereskan barang barangnya. Ketika ia sedang membereskan, ia melihat buku itu berada di atas bantal, Fluffy membiarkannya saja. Ketika hendak selesai membereskan barangnya. Ia melihat buku itu sudah tidak ada di atas bantal. Ia pun kebingungan dengan buku itu. Ketika Fluffy mengecek tasnya, buku itu berada di dalam tasnya. Fluffy keheranan dengan buku itu, ia pun segera mengembalikan buku itu ke neneknya.

“Nek, buku ini kok ada di kamarku? Bukannya tadi udah nenek simpan?”
“Perasaan buku itu sudah nenek letakkan di atas laci, tapi kok bisa ada di kamu ya.” Ujar neneknya keheranan sambil melihat buku itu.
“Ya udah nenek simpan aja.”
“Iya.”

Setelah Fluffy memberikan buku itu ke neneknya, ia segera kembali ke kamarnya untuk melanjutkan membereskan barang barangnya. Tak lama kemudian ayahnya memanggil Fluffy.
“Fluffy, uda siap pulang ta nak?”
“Iya yah, aku uda siap,”
Fluffy pun segera menemui ayah dan ibunya di ruang tamu. Mereka pun berpamitan kepada nenek, dan tak lama kemudian mereka pulang.

Ketika Perjalanan pulang, Fluffy dikagetkan dengan buku yang ia temukan kemarin berada di tasnya.

Cerpen Karangan: Affriza Maulana

Cerpen Penunggu Buku Kosong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pamali

Oleh:
Di zaman sekarang ini mungkin kata pamali sudah gak dipercaya lagi, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta. Dan menurutku juga, kata pamali itu cuma ada di zaman nenekku. Maklum

XII IPA 2

Oleh:
Sang surya perlahan memperlihatkan kekuasaannya untuk menyinari dunia yang sangat luas menggantikan tugas sang rembulan. Terlihat seorang gadis mengenakan pakaian sekolahnya, putih abu-abu sedang menunggu temannya. Gadis yang biasa

Dendam

Oleh:
John Ayers Safford, Walter Adkins dan Bryan Hart adalah tiga orang mahasiswa yang sedang menghabiskan liburan akhir pekannya. Kini, mereka sedang dalam perjalanan. Menuju kota lain yang jarakya cukup

Eksperimen

Oleh:
Namaku Diki dan rumahku terletak di pinggiran kota yang sangat jarang terliput oleh media. Aku baru berumur 20 tahun dan sudah menjadi dokter bedah di salah satu rumah sakit

Walaupun 1000 Tahun, Tak Masalah

Oleh:
Ini merupakan kisah seorang wanita. Wanita yang dengan begitu setianya terus menunggu, walaupun dia tahu telah tiba saatnya untuk berhenti. Terus menunggu, hingga janji yang dia terima dapat terlaksana.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *