Cerita 20 Tahun

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 23 October 2016

20 Tahun. Dimana kita lagi seru serunya ketemu temen baru, suasana baru, tempat baru yang belum pernah kita temuin, tanggung jawab sama kerjaan, tugas tugas numpuk yang bikin tidur larut malam, hang out sama temen sampai nggak ingat waktu, pulang diatas jam 9 yang saking biasanya sampai udah nggak jadi tabu lagi buat anak cewek. Ya itu semua yang dirasain di tahun ke 20 ini.

Awalnya kamu mungkin ngerasa ini akan jadi kebahagiaan baru yang akan kamu dapat setelah lulus SMA. Dimana kamu akan bebas dari segala hal yang kamu benci selama 12 tahun sekolah trus keluar dari keinginan orangtua kamu dan mulai mutusin bakal jadi apa kamu nantinya. Gimana? Menarik kan?

Tapi faktanya 20 tahun nggak semudah ngedeskripsikan kegiatan barusan. Dibalik itu semua kamu akan benar benar sendiri, nentuin jalan hidup kamu sendiri, bahkan di luar sana banyak yang hidup dengan perjuangannya sendiri. Gapai semua mimpi itu nggak sesimple kamu ngucapin “Nanti pas aku udah lulus aku bakal jadi ini jadi itu, aku pengen gini pengen gitu, aku bakal kesini bakal kesitu”

Banyak kok mereka yang malah pengen balik lagi jadi anak sekolahan. Tiap pagi kamu bangun dengan terpaksa tapi seengaknya kamu punya satu tujuan, “Sekolah”. Nah ini yang biasanya jadi dilema. Kalau yang kuliah bangun pagi buat kuliah, kalau yang kerja bangun pagi buat kerja, tapi kalau yang nganggur? Oke, mungkin kamu berpikir justru enak dong, kan jadi nggak perlu bangun pagi lagi karena nggak ada tujuan. Tapi coba kamu pikir lagi deh, kalau cuma buat sehari, seminggu atau sebulan mungkin kamu akan bersyukur, tapi kalau sampai berbulan bulan atau bahkan setahun? bosan nggak sih?

Biarpun mungkin ada yang ngerasa biasa aja tapi seengaknya pasti sempat mikirin, mau sampai kapan kayak gini terus? Mau sampai kapan hidup nggak ada tujuan? Ujung ujungnya jadi keinget masa masa sekolah trus jadi flashback lagi.

Pernah nggak sih nemuin anak sekolah yang biasanya suka ngeluh pengen cepet cepet lulus biar nggak sekolah lagi? Pasti pernah kan. Mungkin yang mereka bayangin kalau udah lulus bisa bebas, nggak perlu ngerjain tugas, nggak perlu tidur tepat waktu, nggak perlu bangun pagi dan lain lain. Padahal mereka belum tau gimana rasanya kalau udah nggak sekolah, bahkan mereka bakal rindu sama sekolah.

Kenapa pengen cepat lulus sih? Nikmatin aja, hidup setelah lulus SMA itu nggak seperti khayalan kamu atau kayak hidup anak SMA di film yang pernah kamu tonton. Itu akan jadi lebih sulit dari yang kamu kira, bahkan jauh lebih sulit dari bangun pagi, ngerjain tugas sebelum bel bunyi dan lebih sulit lagi dari upacara bendera tiap hari senin. Masalah yang kamu temuin pas kamu masih jadi anak sekolahan itu belum ada apa apanya dibandingin masalah yang akan kamu temuin pas udah lulus. Semua beban yang ada bakalan nambah, bahkan lebih berat dibandingin sebelumnya. Jadi bersyukurlah kalau kamu masih bisa sekolah atau masih di jenjang sekolah saat ini. Jalanin selama kamu belum menyesal atas apa yang udah kamu jalanin. Nikmatin selagi kamu masih bisa nikmatin.

Cerpen Karangan: Theodora Dayanti I.R.M
Facebook: Theodora Dayanti
Terimakasih sudah membaca 🙂

Cerpen Cerita 20 Tahun merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love Hour (Part 4)

Oleh:
Segelas teh limun dingin menyegarkanku kembali setelah berkutat dengan dua matakuliah memusingkan di hari Senin ini. Kevin nampak menikmati biskuit gandum krim cokelatnya -satu pak ukuran besar yang nampaknya

Seruan Khiar

Oleh:
Cahaya mentari bersinar terang dalam embun pagi. Semburanya cahanya menerangi seluruh jagad raya. Tak ada yang bisa menandingin akan kekuatan cahayanya. Sungguh indah kuasa dari-Nya dan juga anugerah dari-Nya

Salah Siapa?

Oleh:
“Apa yang kalian lakukan di tempat seperti ini?” pertanyaan itu begitu memojokkan nadia bahkan ia tidak berkutik, yang jelas ia hanya tertunduk lemah, entah malu, menyesal atau alasan lainnya,

Coklat di Taman Kota

Oleh:
Sore itu di taman kota, Dimas dan Rani sedang berjalan pulang dari lelahnya mengadu nasib di tengah keramaian kota. Rani yang usianya baru lima tahun tampak lesu layaknya kain

Perjuangan Ayahku

Oleh:
Perjuangan seorang ayah baru disadari Abeng sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Saat itu dirinya baru menjelang melihat pergulatan ayahnya mencari penghidupan sebagai Pegawai Negeri. Sementara temannya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *