Ketulusan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 4 July 2017

Rena adalah seorang mahasiswi di universitas Indonesia. Dia mengambil fakultas hukum. Dan sekarang rena sedang menyusun skripsinya. Rena memilih untuk meneliti rakyat miskin di desa. Dia bertemu dengan seorang ibu, ibu itu bernama IBU RAHMI. setelah memperkenalkan diri, rena mulai bertanya-tanya tentang kehidupan beliau.

“sudah berapa lama ibu tinggal di sini?” tanya Rena
“saya sudah di sini sekitar empat tahun” jawab ibu rahmi
“Apakah ibu di sini tinggal sendirian?” tanya Rena
“tidak, saya tinggal bersama suami saya dan anak-anak saya”
“kalau boleh saya tau, apa pekerjaan suami ibu?”
“Suami saya tidak bekerja lagi, dia sedang sakit sakitan sehingga saya menjadi tulang punggung keluarga.”
“Lalu, bagaimana dengan anak-anak ibu? apa mereka tidak sekolah?”
“saya sangat ingin menyekolahkan mereka, tetapi saya tidak memiliki banyak uang untuk membiayai sekolah mereka.”
“Apakah pemerintah tidak memberikan bantuan untuk ibu dan warga desa di sini?” tanya rena
“Tidak”
“Mengapa begitu?”
“Mungkin karena di sini desa yang sangat terpencil, maka bantuan untuk rakyat miskin tidak sampai ke sini”
“Baiklah, terima kasih atas wawancaranya bu”
“sama-sama, nak”

Setelah pulang dari desa tersebut Rena mulai berpikir bahwa tidak semua orang hidupnya senang, masih ada orang yang berkekurangan seperti ibu rahmi.
Karena merasa iba, rena memutuskan untuk membantu warga desa yang sedang kesusahan. Rena pergi ke universitas tempat dia belajar dan meminta teman-temannya untuk membantu mengumpulkan dana untuk warga desa. Ternyata setelah dihitung jumlah uangnya, rena memberikan uang itu pada warga desa termasuk ibu rahmi. Ibu rahmi sangat terharu atas bantuan yang diberikan oleh rena dan teman-temannya. Ibu rahmi berulang-ulang kali berterima kasih pada rena dan teman-temannya..

Cerpen Karangan: Dwi Gustiara
Facebook: Dwi Gustiara

Cerpen Ketulusan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Normala Sang Purnama

Oleh:
Malam masih berayun bersama bintang, Angin masih meraba pepohonan, Tanah masih menghisap sisa air hujan, Dan aku tetap saja bersandar di kursi goyang tua ini, Di depanku terdapat beberapa

Maaf.. Aku Bukan Penculik!!!

Oleh:
Sudah dari kemarin, sepanjang jalan aku keliling mencari gelas plastik, botol plastik atau apa saja asalkan plastik. Atau mungkin kalau lagi beruntung saya dapat besi-besi bekas. Tentu tidak gratis,

Mimpi Yang Membawa Berkah

Oleh:
“Hai Wilson.” Suara wanita-wanita disekolah terdengar ditelinga gue. Gue sudah terbiasa disapa cewek-cewek yang cantik. Gue sebetulnya dinobatkan sebagai cowok tertampan disekolah. Dan yang pasti cewek-cewek disekolah ini pada

Mengertilah Bi

Oleh:
Hari hari aku bagaikan awan hitam yang menyelimuti langit di angkasa, tak ada sinar cahaya yang menuntunku untuk bisa menyinari orang yang ku sayangi. Perasaan sakit, tak rela, semua

Neraka di Gang Sempit

Oleh:
“Lasmi.. Lasmi!”, teriakan Mak Ijom seraya mengetuk pintu rumah Lasmi. Suaranya ini terdengar hingga dua rumah di sampingnya. Pemilik rumah depan rumah Lasmi pun keluar, pasti dia mengira ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *