Perjalanan Hidup Ami

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 26 September 2016

Hi, namaku Ami. Aku seorang PRT, janda beranak satu. Ziandra nama anakku. Pendidikanku yang rendah membuatku harus pasrah membesarkan anakku sendirian sambil mengais rezeki demi membesarkan si kecil. Asalkan anakku bisa makan 3 kali sehari, minum susu dan berpakaian bersih. Alhamdulillah.

Aku cukup bersyukur anakku bisa tidur nyenyak dan berobat ke bidan bila ia sakit. Ziandra adalah semangat hidupku.
Kami memang tak kaya akan harta karena gajiku hanya cukup untuk makan sehari-hari dan menabung untuk biaya sekolah Ziandra nanti. InsyaAllah hati ini cukup kaya akan rasa syukur walau tak punya uang berlimpah asalkan badan sehat tentu saja kita bisa merasa kaya bukan? Percuma saja hartamu berlimpah tapi kesehatan badan tak dimiliki.

Ah. Ziandra, balita cerdas yang lincah, ramai, hiperaktif dan cukup talkative untuk anak seusianya. Dia sangat suka film kartun dan mainan. Dia suka mobilan, motoran dan semua permainan anak cowok lainnya. celotehnya membuatku tak pernah merasa kesepian. Hanya saja, rengekan, tangisan, amukan dan teriakan dari bibir mungilnya membuatku pusing dan jenuh. Bukan jenuh mendengar suaranya, tapi aku jenuh dengan hidup kami yang belum bisa dibilang sempurna.
Ziandra tak pernah mencicip kasih sayang ayahnya sejak 4 bulan dalam kandungan. Aku minggat dari rumah mertuaku karena aku tak tahan lagi dengan kasar dan kejamnya suamiku. Baru saat Ziandra berumur 3 tahun aku baru dapat menggugat cerai.

Bertahan dengan hidupku, dalam kemiskinan, sering dihina dicaci maki, diomeli dan dimarahi dengan semua kata yang tak pantas. Namun, Allah masih menghendaki aku hidup. Mungkin dengan penderitaan ini Allah berkenan mengurangi bahkan menghilangkan semua dosaku asalkan aku ikhlas. Ziandra adalah anak yang kuat. Ia tak pernah mau meratap murung hidup kami. Ia seakan selalu optimis. Setiap hari ia tertawa, senyum ceria, melompat, berlari dan berteriak nyaring seakan dialah anak yang paling beruntung karena telah dilahirkan ke bumi ini.

Melihat mata lugu tanpa dosa milik malaikat kecilku aku merasa kami akan mampu melewati semua rintangan hidup ini. Lenyap sakit sesak nafas di dadaku serta migrain di kepalaku.

Sering ku berdoa agar Allah berkenan memberiku pekerjaan yang halal agar aku bisa menafkahi Ziandra dengan layak dan memberiku pengganti Arnold agar aku mempunyai suami yang bisa membimbingku menjadi isteri sholehah dan anakku memiliki figur ayah yang selama ini dirindukan dan dimimpikannya. aamiin.

Waktu terus berputar. Aku terus pula memperbaiki diriku, belajar banyak kebaikan dari hal sederhana sekalipun. Aku akan selalu percaya Allah Maha Pendengar doaku dan tak akan pernah menelantarkan hamba-Nya.

Cerpen Karangan: Yenny Mayendra
Facebook: yenny mayendra
Hai. Namaku Yenny Mayendra. salam kenal. tujuanku menulis cerpen untuk menafkahi anakku dari hobiku membaca dan menulis, di samping itu aku ingin bekerja tanpa melewatkan setiap tahap tumbuh kembang anakku. mohon bimbingannya.
Emailku: yenny_mayendra[-at-]yahoo.co.id
Fb: yenny mayendra

Cerpen Perjalanan Hidup Ami merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Supir Angkot Merah Tua

Oleh:
Hujan mulai turun. Saila melambaikan tangannya, menghentikan angkot merah yang sudah jarang lewat. Tanpa ragu-ragu Saila masuk, duduk di kursi depan dekat supir. Saat ditoleh ke belakang, laki-laki tua

Ada Harapan

Oleh:
Di atas kasur tipis yang sudah lusuh, anakku yang berumur 5 tahun sedang tertidur pulas. Sementara aku ibu dari bocah kecil itu tak bisa berhenti menitikkan air mataku. Ya,

Kita Saling Sayang

Oleh:
“Bang difiiiin… keluarin nggak tikusnya!” teriak seorang gadis. Ia sekarang sedang terduduk lemas sembari memeluk kedua kakinya di pojokan kamar. Di dalam tasnya terdapat seekor tikus, salah satu hewan

Mimpi Lastri

Oleh:
Gadis yang masih cukup belia itu mendesah, bingung dan bimbang bagai dilema menguntit nuraninya. Pertanyaannya, apa yang harus dia lakukan sekarang dan selanjutnya. Haruskah dia menyesali semua ini. Wajahnya

Utara & Selatan (Part 1)

Oleh:
Seorang gadis tengah berlari menuju pintu gerbang, rambutnya yang panjang dan berwarna hitam legam tergerai indah berterbangan sesuai ritme dia berlari. Namanya Utara, seorang gadis remaja berusia 18 tahun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *