Tresno Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kehidupan, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 21 September 2012

Kira-kira 1 tahun yg lalu awal mula dari cerita cinta yg indah itu bermula,pertemuan pertamaku dgn sosok wanita yg begitu mengagumkan dan mungkin tak akan tergantikan dalam hatiku. . . . .

Awal kisah ini pada malam pergantian tahun lalu,semua bermula tanpa pernah aku bayangkan sebelumnya dan mungkin malam itu akan menjadi malam terindah yg tak akan pernah aku lupa. Di pantai itu lepas menikmati indahnya semarak kembang api yg menandai bergantinya tahun, kurasakan semilir angin lirih berhembus lepaskan keletihan..”Dan diselingi deburan ombak yg coba membuyarkan lamunanku,kuterdiam seakan tak berdaya ketika melihat dia. Terbersit sosok wajahnya tatkala siratan sinar rembulan jatuh meneranginya. Sejuta tanya bergejolak dalam dada,ingin aku mengenal dia,ingin rasanya mendekapnya mengusir dinginnya angin yg coba merasuki tubuhnya

Tapi aku bisa apa….?Aku tak mampu berbuat apa-apa hingga semuanya pun berlalu. Sepulang dari pantai itu sepanjang perjalanan anganku melayang memikirkannya..”Inginku terus ada di dekatnya,aku masih ingin menatap wajah cantik itu.rasa ini sungguh membuat aku salah tingkah,dirinya mampu membuat aku slalu memikirkannya. Slalu saja kuberharap akan ada kesempatan lagi untukku bisa mengenalnya,ku terus bersabar menunggu saat itu tiba hingga akhirnya kesempatan itu pun datang juga menghampiriku,cewek yg aku kagumi itu bernama winda. Tapi tetap saja aku slalu lemah saat ada didekat dia,kataku terbata dan seakan bibir ini kelu untuk berucap saat dia coba menyapaku. Ku tak tau perasaan apa ini yg tlah membuat aku seperti ini,tetap saja aku tak mampu bicara hingga sang waktu kembali berlalu seperti yg sudah-sudah. . .

Hari-hari tlah berganti dan tak terasa sebulan sudah winda dan kisah itu tlah berlalu,namun kenangan saat itu belum beranjak dari pikiranku. Tiap waktu bayang-bayang wajahnya slalu bergelayut di otakku hingga kucari cara tuk bisa bertemu dia lagi. Dan saat-saat yg kutunggu itupun tlah datang lagi dan aku baru tau rasa yg slama ini kupendam untuknya itu benar cinta,inginku bisa mengungkapkan pada dirinya….” Tapi aku tak mampu..tak cukup keberanianku untuk mengungkapkan perasaan yg slalu bergejolak dalam hati ini. Hingga bulan pun tlah berganti lagi tetap saja aku bertahan dalam kesakitanku yg slalu memendam rasa untuknya,lama-lama ku menunda akhirnya kutersadar sampai kapan terus kutunda untuk mengatakan tentang perasaanku ini.

Hingga akhirnya di hari itu 6 Maret ’11 kuberanikan diri tuk menyatakan rasa cintaku padanya,malam itu pun aku mengatakannya”winda..aku sayang sama kamu,ku tak sanggup trus tersiksa perasaan yg kupendam slama ini.aku akan trima keputusan apapun yg akan kamu beri untukku” Akupun menanti dalam kegundahan tuk mendengar jawaban yg akan dia beri untukku,dia trus menahanku dan seolah ingin membuat detak jantungku berdetak lebih kencang menanti keputusan darinya. Tapi slama apapun dia mengulur waktu,toh..akhirnya diapun pasti mengatakan jawaban apa yg kan dia katakan padaku. Dan berakhir sudah semua gundah serta penantianku saat dia berucap padaku ternyata dia juga sayang sama aku.

Seolah waktu berhenti sejenak dan aku tak tau lagi harus bagaimana meluapkan kebahagiaanku,malam itu terasa spesial banget buatku. Aku masih tak percaya kalo sosok yg slama ini aku kagumi tlah menjadi milikku,karena semua terasa seperti mimpi..” Di awal perjalanan cintaku dengannya semua berjalan baik-baik saja,namun seiring waktu berlalu semua trasa memudar. Kisah yg kuharapkan indah tlah berlalu,pertengkaran demi pertengkaran pun mulai menghiasi kisah ini. Winda slalu menghadapkan aku pada keangkuhan,ego n sgala amarah yg dia luapkan padaku,seakan aku slalu salah dimatanya.1 bulan,2 bulan berlalu dan tak terasa sekarang 1 tahun sudah aku dan dia bersama,tak mungkin dia tetap disini tanpa kesabaran yg slalu kuberi tanpa batas untuknya. Aku slalu berusaha untuk mengerti dia,semua tentangnya,masalahnya,keinginan dia,slalu ku sayangi dia setulus hatiku,hingga apapun yg menjadi inginnya slalu kucoba tuk kuberikan padanya semampu aku. Tapi tetap saja dia tak mau peduli dengan sgala usaha yg slalu kulakukan tuk membuatnya bahagia.

Maafkan aku bila slalu menuntutmu tuk menjadi apa yg aku inginkan. Karena ku tau itu tak mudah bagimu,aku sadar tak ada manusia yg sempurna di dunia ini. Tapi aku yakin semua manusia tak mungkin trus bertahan dalam keburukannya..” Dan aku pun yakin seiring waktu berjalan semua pasti akan jadi lebih baik. .Tak seharusnya aku menjadi lemah dan sok puitis,karena sesungguhnya aku ini hanya seorang bodoh yg tak mengerti apa-apa dan takkan mungkin aku bisa memberikan sesuatu yg indah untuknya.

Tak perlu kau kenang semua puisiku,laguku,dongeng sebelum tidur itu dan semuanya yg menurutmu tak berguna bila memang kau tak suka,aku tak pernah memaksamu tuk menyukainya. Hanya ini yg bisa aku tuliskan dalam lembaran kisah cinta yg mungkin terlalu indah dalam perjalanan hidupku dan sampai detik ini rasa cintaku tetap sama seperti saat pertama aku mencintaimu,sampaikan maafku pada bapak ibumu bila aku tak bisa buat kamu bahagia.

:-* Luph u winda *-:

= Pee_Scoot =

Cerpen Karangan: Refii_pepP
Facebook: Warshidee Anag’e Yue Marsinah

Profil Penulis:
Supporter di Arema Indonesia
Dulu sekolah di Rockhurst University
Tinggal di Greenland, New South Wales, Australia
Berpacaran dengan Whyens Syamsir Alam

Cerpen Tresno Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Miss Confident

Oleh:
Di dalam kelas kosong itu, aku melihat. Rambut hitam panjang bergelombang.. seperti aliran tinta yang turun dari kepala. Dan juga sepasang bola mata indah kecokelatan, layaknya sebuah karya seni

Pulang Saja

Oleh:
Pelajaran tambahan hari ini sama sekali tidak bisa masuk dan diingat dengan baik oleh Dia. Tangannya terus saja melipat kertas kecil menjadi lipatan Angsa. Badannya memang ada di dalam

Cinta Manda untuk Raka (Part 2)

Oleh:
“Dia orang yang aku cintai, orang yang aku sayangi, tapi dia pergi ninggalin aku di hari jadianku dengannya… hiks… hiks… hiks” tangisannya semakin menjadi “Mungkin sebenarnya dia tak ingin

Menunggu

Oleh:
Meski sudah sore, sang surya masih memancarkan cahayanya dengan murah hati. Terasa terik. Bahkan terlalu terik. Kulirik jam tanganku, waktu menunjuk pukul lima. Sudah dua jam lebih aku menunggu,

Piggy Bank For You

Oleh:
“Kau masih ingat saat dulu aku pernah menyenggol minumanmu hingga tumpah. Untung kau tidak marah waktu itu.” “Oh ada lagi, saat aku tanpa sengaja membawa pulang bukumu sampai kau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *