Ya Tuhan Aku Bersyukur Padamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 4 April 2021

Pagi ini aku pergi keluar untuk bekerja memungut sampah, ya aku pemulung. Namaku Alex, usiaku baru 10 tahun. Orangtuaku telah lama meninggal, aku tinggal sebatang kara, aku tinggal di sebuah gubuk.

“Hai, Alex”, sapa sahabatku Bima disaat aku sudah pulang dari kerjaku.
“Hai juga Bima”, balasku dengan ramah. Aku pun menghampiri Bima.
Ia pun mengajakku ke taman bermain.

Tak lama kemudian aku pun telah sampai di tempat yang dimaksud Bima. Di situ banyak sekali anak-anak bermain. Bima pun mengenalkanku dengan temannya yang berada di taman itu. Aku pun telah banyak mengenal mereka, merekapun sangat baik-baik. Salah satunya adalah Sila.

Akupun diajak bermain petak umpet.
Aku kena jaga, akupun menghitung sampai 10. Akupun mencari mereka dimana mereka sembunyi.

Adzan zhuhur pun berkumandang aku dan Bima pun segera pergi ke masjid untuk shalat.
Setelah selesai shalat aku pun beedoa.
“Ya allah, masukkanlah kedua orangtuaku ke jannahmu yarabbi, dan ampunkanlah dosa mereka.
“Dan hamba minta ya allah pertemukan hamba dengan saudara kembar hamba yang terpisah sejak lahir, amiin…”

Setelah selesai berdoa aku dan Bima pun pulang ke rumah Bima. Akupun makan siang di rumahnya. Setelah itu akupun pamit pada Bima untuk pulang.

Di perjalanan pulang ada seorang bapak bertanya padaku.
“Nak kamu tinggal Sama siapa?” kkata bapak itu.
“Aku gak punya siapa-siapa pak aku sebatang kara, orangtuaku telah lama meninggal dunia”, jawabku.

Dan ternyata bapak itu adalah ketua yayasan peduli anak. Akupun dibawa ke tempat yang layak, aku banyak teman baru di sana. Kini akupun dapat hidup dengan mereka. Aku bersyukur padamu Tuhan.

Cerpen Karangan: Marwan Syah
Blog / Facebook: Tini-tini

Cerpen Ya Tuhan Aku Bersyukur Padamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Babi Babi Berburu Emas (Part 1)

Oleh:
Rombongan babi hutan menggasak semua tanaman ubi jalar dan singkong di ladangku. Sisa-sisa akar yang tercerabut dari tanah tampak berserakan di tanah. Daun-daunnya juga terpontal-pontal ke mana-mana. Bahkan pagar

Pergi

Oleh:
Sekarang aku merasakan apa yang pernah bapak rasakan. Hidup tanpa pelukan anak, genggaman istri, sendiri. Sekarang aku tahu kenapa bapak selalu memintaku untuk memeluknya—dulu. Sisa umur yang sampai kapan

Mamah

Oleh:
Semua Orang, anak-anak baik besar atau yang kecil pasti memiliki orangtua, yang biasa disebut Ayah dan Mamah, akan sangat melengkapi jika salam satu atap memiliki keduanya, tapi tidak dengan

Kedai Pertama

Oleh:
Mila, panggilan itu tak asing lagi di telingaku. Oh ya, namaku Azkia panggil saja aku Kiya. Hari itu sungguh panas, apalagi kami sedang berpuasa. “Ah, matilah aku!” pikirku. “Kiya,

Penyesalan Seorang Kakak

Oleh:
Suatu hari, hiduplah seorang sepasang suami istri yang kaya raya. Meskipun kaya, mereka tidak sombong. Mereka dikaruniai dua orang putri yang cantik jelita. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Anak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *