Aku dan Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 17 April 2017

“Hoaahhmm…”
Hari Sabtu yang melelahkan. Pagi-pagi berangkat sekolah, lalu mengerjakan PR, dan lalu mengikuti kegiatan Pramuka.
Aku beranjak tidur karena sangat lelah.

Minggu pagi yang cerah, aku segera mandi dan turun ke bawah untuk sarapan. Di meja makan, hanya ada Adik dan Ayah. “Yah, mana Mama?” tanyaku. “Mama ada meeting di luar kota, nanti malam baru pulang” jelas Ayah. Aku manggut-manggut. Aku sarapan tanpa Mama. Seperti biasa, Mama adalah wanita karier. Jadi, selalu berangkat pagi dan pulang malam.

Aku merasa bosan dan jenuh, aku memilih menonton televisi. “Mau kemana dik?” tanyaku. “Biasa kak, aku mau les harmonika di rumah Tante Livya” balas Hafidz, Adikku yang masih duduk di kelas dua SD.
“Sabrina, kamu bosan ya?” tanya Ayah. “Iya yah, nggak ada kerjaan nih” balasku. “mau ikut Ayah jalan-jalan?” tanya Ayah. “Mau banget yah..” jawabku semangat. “Ya udah, ganti baju sana gih..” kata Ayah.

Aku mengganti bajuku dengan rok panjang warna hijau muda, baju lengan panjang warna putih, rompi hijau muda, kerudung putih-hijau, dan sepatu santai warna putih.
“Yah, aku sudah siap!!, ayo berangkat!!” ajakku. Aku dan Ayah masuk ke dalam mobil sedan warna hitam milik Ayahku. Dan Brrrmmmm…

“Ayah, kita mau ke mana?” tanyaku. “Ke tempat-tempat yang seru deh” jawab Ayahku. Tempat pertama yang dikunjungi Ayah adalah ‘Dandelion Mall’. “Wah, kita mau shopping ya yah?” tebakku. “Excellent” balas Ayah. “Apakah aku boleh membeli apa yang aku inginkan?” tanyaku. “Ya, selebihnya tidak berlebihan untukmu” jawab Ayah.

Aku membeli banyak barang. Boneka Dolphin warna pink, kerudung ungu motif bunga-bunga, sepatu kaca, tempat minum sekaligus kotak makan warna biru muda, pita berbentuk hati warna merah dengan glitter kelap-kelip dan banyak lagi.

Setelah puas berbelanja, Ayah mengajakku pergi ke panti asuhan. Ayah menyerahkan sekotak besar yang berisi baju-baju lama tapi masih bagus. Aku menyerahkan pita-pita dan bando-bando yang menurutku sudah bosan kupakai.

Setelah ke Panti Asuhan selanjutnya Ayah mengajakku ke Toko Aksesoris dan Buku namanya ‘The Hobby’s Shop’. Di toko itu dijual bermacam-macam aksesoris, alat-alat tulis, alat-alat olahraga, alat-alat masak, dan bermacam-macam buku.

“Ayah akan pergi ke Cafe itu, ayah mau bertemu dengan teman ayah, nih ayah kasih uang buat beli di toko itu ya.., nanti kalau sudah selesai tunggu ayah di mobil saja” jelas Ayah panjang lebar. “Ok yah” balasku senang.

Aku menuju ke bagian buku dahulu, aku memilih buku KKPK dan Komik. 2 buah KKPK dan 2 buah Komik. Dan juga Buku Diary warna biru muda. Warna kesukaanku. Lalu aku menuju bagian alat tulis. Aku membeli seperangkat alat tulis warna biru muda dan crayon.

Setelah kurasa cukup, aku menuju meja kasir. “Semuanya Rp, 156.300” kata Sang pelayan kasir ramah. “Ini mbak..” balasku sembari menyerahkan dua lembar uang seratus ribuan. “Ini kembaliannya dek” ucap Sang pelayan kasir sembari menyerahkan tas kertas yang bertuliskan ‘The Hobby Shop’. Aku mengangguk sambil menunjukkan senyum manisku.

Aku keluar dari toko bersamaan dengan Ayah. “Yah, aku haus..” rengekku pada Ayah. “Beli aja minuman di toko itu, Ayah tunggu di mobil” tukas Ayah. Aku membeli Susu strawberry dan sebotol Coca Cola untuk Ayah.

Setelah ke Toko ‘The Hobby Shop’, Aku dan Ayah pergi ke Taman Kota. Puas bermain-main di Taman, aku dan ayah beristirahat sejenak.

Pukul 14.30…
“Yah, ini sudah mau sore, kita pulang yuk!, kasihan Adik menunggu kita kan?” celotehku. “Iya sesudah ke restoran dan beli oleh-oleh kita pulang” jawab Ayah.

Menuju ke ‘Rossily Restaurant’.
Ayah memanggil waiters. “Mmmm… aku pesan Spaghetti Ayam, Lava Cake, dan Ice tea saja” ujarku. Dan Ayah memesan Ayam rica-rica, Cupcake Chocolate, dan Jus Jambu.
Selesai makan dan membayar, Ayah mengajakku pergi ke Kedai Tante Lavina. Kedai langganan keluarga kami. Di sini, Aku dan Ayah membeli Pizza rasa Original dan Minuman Ice Choco untuk Adik.

Sesampainya di rumah…
“Ayah, Kak Sabrina dari mana aja sih?” tanya Hafidz kesal. “Habis dari jalan-jalan” godaku pada Hafidz. “Kenapa nggak ajak-ajak sih?” gerutu Hafidz. “Nih, ada pizza dan Ice choco kamu pasti suka kan?” tebakku. Muka cemberut Hafidz berubah 360 derajat. “Wow.. aku suka sekali!!, makasih ya kak..!!” jerit Hafidz kesenangan dan langsung mencomot pizza.

Apakah kau pernah menghabiskan waktu sehari penuh dengan Ayahmu?. Kalau belum ajaklah sekarang, selagi ada waktu.

Cerpen Karangan: Arifah Kaifah Yasak
Hobiku Membaca, membuat cerita, Chatting, mendengarkan musik dan banyak lagi dehh…

Cerpen Aku dan Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Titania’s Life (Part 3)

Oleh:
Daffa yang kesal diacuhkan oleh Titan segera menarik tangan Titan, sekarang mereka saling berhadapan. Tapi pandangan Titan tertunduk. “Kamu kenapa?” Tanya Daffa. Titan tak menjawab pertanyaan Daffa. Wajah Titan

Cemara Kecil Untuk Ibu

Oleh:
Aku memandang ibu dengan gelisah. Beliau terbaring lemas di ranjang kamar tidur sembari sesekali terbatuk kecil. Sekarang giliran aku memandang bapak penuh harapan. Mata ayah sayu, dan terlihat merah

Dilema Kehidupanku

Oleh:
Debi seorang sekertaris sebuah perusahaan konsultan pendidikan milik keluarganya dan berlokasi di Sumedang. Dia sesosok perempuan yang pendiam, sederhana dan selalu mengalah. Sedang aril adalah suaminya yang dulunya direktur

Ren’s

Oleh:
Seberkas sinar cahaya matahari masuk melalui sela-sela jendela kamar seorang gadis cantik bernama Ren. Hari ini adalah hari yang sangat tidak diinginkan oleh Ren, karena hari ini ia bersama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *