Ibu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 7 March 2015

Terkadang segala sesuatu itu tak semudah yang kita bayangkan. Kehidupan berjalan terasa begitu cepatnya. Awalnya aku merasa masih sangat muda tak terasa usiaku semakin bertambah. Aku takut tak bisa membahagiakan orangtuaku. Aku berasal keluarga sederhana dan hanya tamatan SMA. Bukan masalah cinta yang banyak diributkan banyak orang. tapi masalah hidup. ya aku takut banyak menyusahkan banyak orang terutama kedua orangtuaku yang ada di kampung. Ya sekarang aku merantau ke Jakarta walaupun aku tak sendiri ada saudaraku tapi mereka sudah punya keluarga sendiri. Aku takut hanya menyusahkan saja. Sekarang aku sedang menganggur awalnya aku bekerja di pabrik tapi habis masa kontrak.

Aku sudah kesana kemari mencari kerja namun belum ada yang berhasil. Mudahkanlah jalanku ya Allah, Hal yang paling aku takutkan adalah aku tak bisa menberi uang kepada ibuku. Karena dulu aku sangat memerlukan biaya untuk sekolah sebab ayahku tak bisa bekerja lagi karena penyakit stroke yang menyebabkan kerusakan di otaknya. Dia mengusahakan agar aku bisa menyelesaikan sekolahku. Sampai berhutang kesana kemari. Setiap hari dia ke sawah dan ke kebun untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Aku hanya sesekali membantunya itu pun saat aku libur sekolah. Setiap hari aku selalu menangis melihat ibuku yang tak lagi muda. Rambutnya sudah hampir rata berwarna putih, kulitnya sudah berkerut disana sini, encoknya sering kambuh. Tenaga dan tubuhnya tak seperti dulu lagi. Dulu setiap malam aku selalu memijatnya untuk meringankan sedikit rasa sakitnya. Panjangkanlah umurnya dan umurku Ya Allah agar aku bisa memberikan hal yang terbaik untuknya.

Hanya satu hal yang bisa aku lakukan setiap hari selalu mendo’akanmu, seperti katamu do’a ibu kan selalu ada untuk anak-anaknya. aku tak bisa ada didekatnya setiap hari untuk membantu, memijatnya seperti dulu lagi. Aku sudah jauh ibu tapi usaha dan do’aku tak pernah putus untukmu. Aku tahu kehidupan tak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Aku hanya bisa berdo’a dan berusaha semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk arti kehidupanku. Mudahkanlah segala urusan kami ya Allah. Yang paling membuatku kuat adalah ketika mendengar Syair lagu milik Opick yang berjudul “IBU”

“ibu engkaulah lah cinta yang murni yang terlahir dari hati yang suci
tanpa pernah lelah dengan setulus hati kau rawat aku dengan cintamu
ibu kau perkenalkan hidup degan cinta dan do’a dengan senyum terindah
kau beri aku satu keyakinan untuk berarti tak hanya pada diriku
ku dipeluk dibelai dimanjakan kau tangisi saat aku terluka
dan pernah berharap aku membalasmu hanya satu pintamu
dalam hidup jangan pernah menyerah…”

Syair lagu yang selalu menjadi motivasiku untuk hidup dan arti dari tujuan hidupku…

Cerpen Karangan: Maisi Narsi

Cerpen Ibu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teddy Bear dari Kak Rehan

Oleh:
Di suatu pagi, di sebuah kamar yang tak begitu besar telah sesak karena dipenuhi oleh segerombolan orang. Masing-masing orang memegang 1 kotak hadiah untuk diberikan kepada seorang gadis yang

Geometri

Oleh:
“Yang jelas, geometri itu bentuk!” Ujar salah satu temanku ketika aku bertanya pada mereka. “Bukan. Geometri itu permainan. Geometry dash!” Ujar temanku yang lain. Ah, entahlah. Aku tak tahu.

Tears Of Melody

Oleh:
Ketika sang rembulan malu menampakan wujudnya dikala itu, disaat seorang anak manusia tengah menangis dan berdoa di sebuah istana kecil di tengah malam yang teramat mencekat dalam aungan binatang

Harapan Seorang Anak

Oleh:
Aku adalah seorang anak remaja yang biasa-biasa saja, tidak terlalu cerdas, dan juga angkuh. Aku di keluarga yang sederhana, sehari-hari hidupku ku habiskan untuk belajar dan juga untuk bermain

Miliaran Kerikil

Oleh:
Untuk semua yang datang membawa kepedihan. Saat kreatifitas tidak disalurkan bisa tumpul, saat kemampuan tidak dipakai bisa hilang, tapi saat cinta tidak pernah diberi? Apa sebenarnya hakikat dari cinta?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *