Inikah Keluarga?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 November 2014

Kupandang langit yang lengkap dengan bulan dan bintang. Aku bertanya pada sendiri, “Ikatan mana yang paling berharga? Apakah itu keluarga atau apa?”. Diriku kembali diam, melanjutkan perjalanan pulang. Kubuka pintu gerbang, kulihat ada sepiring nasi, lengkap dengan lauk pauknya di meja makan. Kulihat ada empat kursi kosong di meja makan, tanpa berfikir lagi, kulahap makanan itu.

Tengah malam pun tiba…

Kupandang langit kembali. Kulihat mereka masih sama, masih lengkap dengan bulan dan bintang. Lalu terbesit ingatan akan dirinya yang sangat kusayangi. Terlintas kembali harapan akan dirinya yang kembali bercengkrama denganku. Tapi itu tidak mungkin terjadi. Aku pun terlelap dalam tidurku.

Tiba-tiba pintu kamar pun terbuka. Aku pun terbangun dan kulihat ada kedua orangtua dengan wajah kecewa. Mereka menatapku, menatap mataku. Wajah mereka semakin kecewa. Wajah itu mulai muncul ketika saudara kembarku yang cerdas nan berguna yang akan menjadi penerus keluargaku, meninggal karena melindungi diriku pada saat kecelakaan. Melindungi seorang adik yang bisu, yang lemah, selalu bergantung pada orang lain, dan tidak layak untuk meneruskan kekayaan keluarga. Iya, sama sekali tidak layak.

Kedua orangtuaku menyalahkanku mengapa bukan aku saja yang mati pada saat itu. Setiap mereka menemuiku, mereka mengatakan hal yang kejam. Terkadang diriku bertanya-tanya dalam hati. “Inilah keluarga? Apakah keluarga seperti penjara? Apakah keluarga seperti tempat siksaan lahir dan batin?”.

Diriku yang bisu, tak bisa mengatakan apapun untuk mencegah. Terkadang kucoba bunuh diri untuk terbebas dari neraka ini. Tuk terbebas dari penjara ini. Lalu ketika berfikir hal itu, kedua orangtuaku mengucapkan kata-kata yang tak bisa lepas dari ingatanku. “Sungguh malang keluarga ini, mempunyai anak yang tak berguna, anak yang bisu, seharusnya kami tidak melahirkanmu”. Entah kenapa, batinku terasa terhujam oleh sesuatu yang tajam. Diriku hanya bisa mengeluarkan air mata yang membasahi pipiku.

Pada akhirnya, hati ini tidak bisa menahan tekanan ini. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat yang paling aman, keluarga yang seharusnya menjadi tempat kembali yang paling nyaman, telah menjadi tempat penyiksaan bagiku. Diriku sudah tidak bisa menahan lagi.

Kupandang langit pada malam itu melalui jendela di kamarku. Kulihat langit yang sama seperti langit yang waktu itu kulihat. Mungkin sekarang aku bisa berkumpul kembali dengan dirinya, saudaraku yang tersayang.
Lalu, terlihat darah yang mengalir deras di lantai, terlihat tubuh lemah yang tergeletak.

“Inikah Keluarga?”. Ucapku dalam hati.

Cerpen Karangan: Ekaputra
Blog: browniesrosetta.tumblr.com
Seorang anak dari kedua orangtuanya.

Cerpen Inikah Keluarga? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kartu Nama

Oleh:
“Hei, pada minggir semua. Jangan main di jalan raya”, hardik seorang pengemudi mobil ke sekumpulan remaja yang sedang bermain di tengah jalan. Begitulah keadaan yang setiap hari terjadi pada

Sapaan Terakhir Dari Surga

Oleh:
Hidupku hanyalah sebuah petualangan tapi itu menurutku karena aku sangat suka berpetualang dan menguji Adrenalin. Aku hidup didataran rendah yang terletak di kota Sampang. Ku sangat bahagia karena aku

The Best Parents

Oleh:
Orangtuaku bukanlah pengusaha kaya, bukan pula pegawai negeri akan tetapi mereka hanyalah petani biasa, tetapi perhatian mereka pada pendidikan begitu besar. Ayahku tamatan SMA sederajat dan ibuku tidak lulus

Salam Rindu

Oleh:
Biarkan kata-kata itu terbang, terbawa angin semilir menyelusup liang-liang bawah tanah, naik ke surga bersama dengan rinduku padamu wahai penikmat surgawi” Ku berteduh di bawah pohon yang rindang di

Jelantik

Oleh:
Bapak masih terduduk di atas dipan, wajahnya mendongak ke atas. Mencoba bertanya kepada para penghuni langit, sekedar mencari tahu dimana Jelantik berada. Sudah seharian bapak menjadi patung bernyawa disitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Inikah Keluarga?”

  1. ardna_putri says:

    inikah keluarga! keluarga macam apakah aku ini yang selalu ribut di hantam masalah kayak gini !*. cobaaja ada yang bikin hatiku bahagia, entah kenapa aku kepikiran cowok itu, emang beberapa hari yang lalu aku pernah bertemu dengannya beberapa bulan keemudian kami menikah ! dan inikahbaru keluarga baik yang baru aku alami . pada saat bulan ini, baru inikah keluarga bahaggia dan yang aku inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *