Makna Ultah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Inspiratif, Cerpen Keluarga, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 8 August 2017

Akhirnya aku mengerti makna dari hari ulang tahun. Dulu aku menganggap hari ulang tahun adalah hari yang paling bahagia bagiku selain hari raya idul fitri dan idul adha. Aku menganggap ketika aku ulang tahun maka aku akan mendapatkan hadiah dari orangtuaku. Karena beberapa hari sebelum ulang tahun orangtuaku selalu bertanya apa yang aku inginkan untuk hadiah ulang tahunku atau mereka akan memberikan surprise padaku. Dan saat ini aku telah sadar bahwa hari ulang tahun bukanlah hari yang membahagiakan melainkan hari yang sangat menyedihkan.

Beberapa hari yang lalu, hari ini adalah tanggal 7 januari dan itu artinya sebentar lagi aku akan berulang tahun yang ke-16. Aku sangat bahagia akan hal itu, dan pada hari minggu ini aku berencana untuk pergi mencari hadiah yang aku ingin pinta kepada kedua orangtuaku. “Kira-kira aku akan melihat di mana dulu ya” kataku sambil berfikir. Akhirnya aku memutuskan untuk ke toko sepatu untuk melihat-lihat sepatu yang mungkin aku sukai. Ada banyak pilihan sepatu yang sangat keren menurutku, tapi aku tidak begitu lama di toko sepatu karena masih banyak toko lain yang belum aku kunjungi.

Selanjutnya aku mengunjungi toko baju dan di kasir aku melihat bapak bapak membeli sebuah sepatu dan meminta tolong ke kasir untuk dibungkus dengan kertas kado. Karena penasaran aku langsung menghampirinya dan bertanya. “Permisi pak saya boleh bertanya?” kataku. “Oh, silahkan dek mau bertanya apa” ia menjawab sambil menoleh kepadaku. Lalu aku bertanya “Bapak pasti ingin memberikan kado ulang tahun kepada seseorang ya pak?”. “Iya bapak memang ingin memberikan kado ulang tahun” Jawab bapak itu.
“Kalo saya boleh tahu siapa yang berulang tahun pak?” Kataku bertanya. “Yang berulang tahun itu saya nak” jawab sang bapak. “Kalo bapak ulang tahun kenapa bapak yang memberi kado? Bukannya ketika ulang tahun kita yang menerima kado pak?” jawabku dengan penasaran. “Sebenarnya saat kita ulang tahun kita tidak pantas menerima hadiah, apalagi meminta hadiah terutama kepada kedua orangtua” jawab bapak itu. “Tapi kan pak biasanya orangtua selalu memberi kita hadiah saat kita berulang tahun” kataku kepada sang bapak. “Hari ulang tahun adalah hari kelahiran kita, dan saat melahirkan ibu mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita. Ibu berjuang sekuat tenaga agar kita bisa lahir dengan selamat ke dunia. Jadi seharusnya disaat hari kelahiran kita tiba, maka kita harus memberikan kado kepada ibu kita untuk mengucapkan terimakasih karena telah berjuang bahkan sampai mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan kita. Walaupun kado yang kita berikan tidak akan mampu untuk membalas semua jasa jasanya” kata sang bapak.

“Permisi pak ini kadonya sudah selesai dibungkus” kata sang kasir. “Makasih ya bak” kata sang bapak sambil pergi ke luar meninggalkan toko baju. Sejenak aku memikirkan kata kata dari bapak tadi. Apa selama ini aku telah salah?, ternyata aku telah banyak menyusahkan orangtuaku, orangtua memang akan senang ketika melihat anaknya senang akan tetapi sebagai anak aku juga harus bisa membahagiakan orangtuaku. Kataku dalam hati, “permisi dek ada yang bisa saya bantu” Kata kasir. “Oh tidak mbak saya hanya melihat lihat” kataku kepada kasir. Setelah itu aku langsung pulang ke rumah dan memikirkan kembali perkataan bapak tadi.

Saat di rumah aku kembali merenungkan kembali kata kata dari bapak bapak tadi. “kok udah pulang dek, tadi jalan jalan ke mana aja dek” kata ibu kepadaku. Kata kata ibu langsung membuyarkan pikiranku, lalu aku menjawab “tadi Cuma jalan jalan aja sambil olahraga bu”. “Loh kamu kan tadi naik sepeda motor, olahraga apa yang naik sepeda motor?” kata ibu dengan penasaran. “Ya olahraga tangan sama kaki lah bu, kan kalo nyetir sepeda motor tangan megang setir terus kaki bagian remnya jadi kan sama kayak olahraga bu” kataku kepada ibu. “kalo cuma kayak gitu mah bukan olahraga, kalo olahraga itu harus berkeringat mana kamu gak ada keringatnya” kata ibu. “Kan gak semua olahraga harus berkeringat bu, olahraga catur kan gak berkeringat bu” kataku pada ibu. Lalu ibu menjawab “Kalo itu mah lain lagi, ngomong ngomong kamu mau hadiah apa untuk ultahmu nanti”
“Bu aku lapar mau makan ayo makan bu” kataku kepada ibu. “Oh ada lauknya ada di meja kamu ambil sendiri saja” kata ibu padaku. Dan aku selalu mengalihkan pembicaraan setiap orangtuaku bertanya kado apa yang aku inginkan pada saat ultah, aku mengalihkan pertanyaan dengan menjawab aku mau belajar, aku mau ke kamar mandi, aku mau keluar dan lain lain. Karena aku maih bingung ingin menjawab apa pada orangtuaku.

Aku terus merenung memikirkan kembali perkataan bapak yang ada di toko baju tadi. Aku merasa bingung apa yang ingin aku lakukan di hari ultahku nanti, apa aku harus meminta hadiah kepada orangtua? Atau aku harus memberikan hadiah untuk orangtuaku?. Tapi jika aku ingin memberikan hadiah kepada orangtuaku, apa yang harus aku berikan agar mereka senang. Aku bingung bagaimana ini apa yang harus aku lakukan. Aku terus berpikir hal apakah yang sebaiknya aku lakukan pada saat ultahku nanti.

Akhirnya aku telah memutuskan untuk memberikan hadiah kepada orangtuaku lalu aku mengambil uang dari celenganku lalu uangnya aku gunakan untuk membeli hadiah yang akan aku berikan kepada orangtuaku. Setelah membeli hadiah aku menyembunyikan hadiah itu dan aku berniat untuk memberikan hadiah itu pada hari ultahku yaitu besok. Aku benar benar tidak sabar untuk memberikan hadiah ini pada orangtuaku.

Dan pada saat hari ultahku tiba, aku menghampiri kedua orangtuaku di ruang keluarga. Aku memberikan mereka surprise dan mereka langsung kaget dan bertanya. “Kenapa kamu bawa hadiah ini kan hari ultahmu nak” kata ayah. “Aku ingin memberikan hadiah ini pada kalian karena pada saat melahirkanku ibu pasti berjuang sekuat tenaga agar aku lahir dengan selamat ke dunia bahkan sampai mempertaruhkan nyawanya. Jadi aku ingin memberikan hadiah ini sebagai ucapan terimakasihku kepada kalian” kataku kepada mereka. Lalu mereka terharu mendengar itu. “Hhmm tapi aku mau minta maaf yah” kataku. “Loh kenapa kamu minta maaf” kata ayah. “itu hadiah hanya punya ibu, tadinya aku berniat ingin membeli dua tapi di tengah jalan aku mencium bau sate jadi aku beli sate dan jadinya uangnya kurang buat beli hadiah untuk ayah” kataku. “hahaha tidak papa kok lagian yang harusnya dikasih hadiah itu bukan ayah tapi ibumu, kan dia yang berjuang untuk melahirkanmu” kata ayah.

“Ayo bu cepat dibuka hadiahnya” kataku. “ibu buka yah hadiahnya” kata ibu. Lalu ibu membuka hadiahnya dan ia merasa terharu karena hadiahnya adalah sebuah baju, ayah dan aku pun ikut bahagia. Akan tetapi rasa haru dan bahagia tak berlangsung lama karena ibu berkata “Baju ini kegedean untuk ibu nak” “hahahaha ukuran baju ibunya sendiri gak tau, memangnya ibumu segendut itu yah” Kata ayah sambil tertawa. “Ayah bilang ibu gendut? Coba ulangin lagi perkataan ayah” kata ibu kepada ayah. “Oh nggak kok bu ayah hanya becanda” kata ayah kepada ibu, “habisnya aku gak tau berapa ukuran baju ibu, jadinya aku kira kira aja maaf ya bu kalo bajunya kegedean” kataku kepada ibu. “gak papa kok nanti ibu bisa kecilin sendiri ukuran bajunya, ya udah makasih banget ya nak, ayo sekarang kita makan ibu udah masak makanan kesukaanmu” kata ibu.

Itulah yang membuatku sadar bahwa pada saat kelahiran, kita tidak boleh meminta hadiah kepada orangtua seharusnya kitalah yang harus memberikan hadiah kepada mereka sebagai ucapan terimakasih karena telah melahirkan dan merawat kita selama ini.

SELESAI

NB:
Celenganku ada kuncinya jadi gak perlu dihancurin untuk ngambil uangnya. Dan satu hal aku mau bilang Jika kita tidak bisa membuat orangtua kita bahagia maka jangan buat mereka bersedih, ingat surga anak dibawah telapak kaki ibu. Dan ingat jangan terlalu mementingkan teman, pacar, sahabat dan lain lain di atas orangtua, karena jika kau dalam kesusahan orang pertama yang akan sedih adalah orangtuamu dan merekalah juga orang pertama yang akan membantumu. Sebaiknya bahagiakanlah mereka selagi mereka masih ada, karena jika mereka telah meninggal penyesalan tiada akhir yang akan kamu rasakan dan tak akan bisa kamu perbaiki lagi.

Cerpen Karangan: Alvin Maulana Shobari
Blog: alpinsil.blogspot.co.id
Alvin Maulana Shobari asal Sumenep. Sekolah di SMAN 1 Sumenep

Cerpen Makna Ultah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Daisy Putih (Part 1)

Oleh:
Terdengar suara dering telepon dari ruang tengah. Ibuku yang memang kebetulan sedang berada di sana langsung mengangkat telepon itu. Kemudian memanggilku. “Ini dari Bibi Nelli. Dia ingin bicara denganmu,”

Sifa

Oleh:
Aku Metha. Aku mempunyai adik angkat. Sifa namanya. Entah kenapa mom dan dad mau mengangkatnya. Dia diangkat dari panti asuhan Kasih Bunda. Milik Bunda Arma. Aku sangat sebal kepadanya,

Kakak, Aku Merindukanmu

Oleh:
Takdir memang tak selalu sama dengan apa yang kita inginkan. Itulah kalimat yang selalu ada di pikiran Alisha. Alisha adalah siswi kelas 3 SMP, dia bersekolah di SMP N

Ke Mana Dia Pergi

Oleh:
Ruangan besar yang tertata rapi masih terasa sesak sekali. Udara terasa hangat sekali di dalam walau di luar terlihat hujan begitu lebat. Berkali-kali telunjuk tanganku hanya mengetuk-ngetuk meja dengan

Cahaya Mimpi

Oleh:
Gontai, aku melangkah ke luar kamar. Hari ini pasti berjalan seperti kemarin kemarin, dan kemarinnya lagi. Rumahku seolah tak bernyawa. Rumah seakan bukan lagi laboratorium keharmonisan yang menginginkan anaknya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *