My Twin Sister

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 2 January 2016

“Hoam…” uapku setelah bangun tidur di pagi hari.

Pagi ini ku rasakan sejuk sekali. Tapi yang ku lihat setiap hari sama tidak ada bedanya, tidak ada warna-warna indah, yang menyambut di setiap pagiku. Ya. Beginilah aku. Namaku Alena, sering disapa Lena. Seorang gadis tuna netra berumur sepuluh tahun. Aku memiliki saudara kembar namanya Alika, dia adalah seseorang yang selalu menaniku. Aku sangat sayang kepada Alika. Kata Mama aku dan Alika sangatlah cantik. Andaikan aku dapat melihat, orang yang pertama aku lihat adalah Mama dan Alika. Tapi mungkin itu hanya bisa ku wujudkan dalam mimpi.

“Hai Lena, apa kau sudah siap untuk sekolah?” Tanya Alika.
“Ya, aku audah siap.” Ujarku ketika selesai mempersiapkan diri untuk sekolah.

Aku bersekolah di SLTB HARAPAN TUNA NETRA. Terkadang aku berpikir kenapa Tuhan tidak adil, aku diciptakan dengan keadaan buta. Tapi, Alika dilahirkan memiliki mata normal. Setiap ku mengeluh kepada Alika, dia selalu berkata, “Lena, sungguh hidupmu lebih beruntung daripada aku..” aku bingung kenapa dia bisa berkata seperti itu. Setelah selesai bersiap-siap, aku diantar oleh Mama ke sekolah. Di sekolah aku belajar membaca dengan cara merabah huruf timbul. Setelah bel pulang sekolah berbunyi aku dijemput oleh Mama.

“Lena, Mama punya kejutan untuk kamu sayang.” Ujar Mama seraya menyetir mobil.
“Wah.. Asyik apa Ma?” Tanyaku penasaran.
“Alhamdulillah, bulan ini Mama dapat bonus komisi dari kantor Mama, bila uang komisi teraebut digabung dengan uang tabungan Mama…” Mama berhenti sejenak.
“Berarti minggu depan, mata kamu sudah bisa dioperasi.” Lanjut Mama.
“Apa? Are you serious mom?” tanyaku tak percaya.
“Yeah, i’m serious!” jawab Mama sambil tersenyum lebar.

Setelah sampai di rumah, aku segera memberi tahu Alika tentang kabar yang sangat menggembirakan. Alika tak kalah hebohnya ketika mengetahui hal itu. Kami berdua berpelukan. Setiap kali ku menyentuh tubuh Alika. Badannya selalu dingin. Satu minggu berlalu, Mama mengajakku bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Hari ini adalah hari yang sangat mendebarkan sekaligus menggembirakan. Ketika aku masuk ke ruang operasi. Ku dengar suara bising alat-alat operasi. Hal itu semakin membuatku gugup. Untung saja ada Mama dan Alika, yang senantiasa mendukung dan menemaniku selama operasi.

Dua jam telah berlalu, operasi pun selesai dilaksanakan. Hanya saja perban yang menutup mataku belum boleh dibuka. Hingga pada saatnya, perlahan-lahan dokter membuka perbanku, begitu pun aku, yang sedikit membuka mata secara perlahan, hingga aku mulai bisa melihat bayangan seseorang samar-samar yang semakin lama semakin jelas. Yang pertama kali ku lihat adalah.. Seorang wanita berambut sebahu, dengan wajah keibu-ibuan. “Mama?” tanyaku. Aku ingin tahu siapa mamaku di antara beberapa wanita lainnya, yang berada di sana saat itu. Seseorang yang ku lihat tersebut adalah Mana. Mama segera memelukku.

Sehari setelah itu aku diperbolehkan pulang. Dalam mobil, aku bertanya kepada Mama tentang keberadaan Alika. Tapi bukannya menjawab, Mama malah menangis. Dia pun mengajakku ke suatu tempat. Lebih tepatnya di makam. Aku telah berdiri di samping sebuah makam. Aku masih bingung dengan semua ini. Pelan-pelan Mama mebaca tulisan yang ada di batu nisan makam itu, “ALIKA 12-12-2005 DIE:12-12-2005”. Seketika itu aku menangis. Tanggal 12-12-2005, di mana 10 tahun yang lalu kami dilahirkan, dan pada saat itu juga Alika meninggal dunia. Lalu siapa yang selalu menemaniku itu?

Cerpen Karangan: Amalia Agustin
Facebook: Amell Ziech Cweq Abhabhiel
Hy.. Namaku Amalia. My Twin Sister adalah cerpen pertamaku. Kalau kalian mau berikan kritik atau saran add saja id line-ku: Amalia Agustin
Dan follow instagramku: amaliaagu

Cerpen My Twin Sister merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Daisy Putih (Part 1)

Oleh:
Terdengar suara dering telepon dari ruang tengah. Ibuku yang memang kebetulan sedang berada di sana langsung mengangkat telepon itu. Kemudian memanggilku. “Ini dari Bibi Nelli. Dia ingin bicara denganmu,”

Ibu Terhebat

Oleh:
Aku seorang pelajar SMP. Namaku adya azahra yang biasa dipanggil dya. Aku anak tunggal yang hidup bersama ayah dan ibu, mereka sangat menyayangiku. Setiap hari kami selalu meluangkan waktu

The Last Messages For Mom

Oleh:
9 bulan aku berada di dalam rahimmu. Tempat dimana aku merasakan nyaman tuk pertama kalinya. Disini begitu hangat, dan hening. Hingga suatu saat, aku mendegar suara jeritan. Jeritan yang

Saksi Bisu Cinta Aisyah

Oleh:
Kubuka pintu di kamar, kemudian aku masuk dan membuka jendela kamarku. Berharap, suamiku akan bangun tatkala sinar matahari masuk melalui sela-sela dedaunan dan menembus ke dalam ruangan melalui jendela

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *