Nasihat Terakhir Ibu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 21 November 2017

Hai kenalin namaku adelia rahma nisa biasa dipangil adel, aku tergolong tidak mampu, tapi itu tak masalah bagiku yang penting hanyalah ibuku, yup aku sangat menyayangi ibuku, aku tidak mau ibu meninggalkanku, tapi aku tidak yakin karena ibuku memiliki kanker darah stadium akhir dokter memvonis bahwa umur ibuku tak lama lagi.

“Ibu adel berangkat sekolah dulu ya, ibu jaga diri ya jangan capek capek dulu ibu kan masih belum sehat.” kata adelia
“Iya del, ya udah buruan sana berangkat sekolah nanti kamu telat lho.” pesan ibu
“Iya bu.” adel pun melangkahkan kakinya ke sekolah dengan berat ia tak tega meninggalkan ibunya, sebenarnya ia ingin bolos sekolah, tapi ibunya melarangnya.

Sesampainya di sekolah adelia tetap memikirkan ibunya
“Del.” panggil vika
“Adell, del, loh kok bengong, ADELLL.” panggil vika lagi
“Eh iya ada apa vik?”
“Kok kamu bengong sih del kenapa?” tanya vika
“Eh enggak kok, kamu kenapa panggil aku?” tanya adelia
“Kamu dipanggil pak kepsek katanya sih tentang biaya sekolah.”
“oh makasih ya udah kasih tau ya udah aku pergi dulu dah.”
Adelia pun segera menuju kantor pak kepsek

“Del tentang biaya sekolah.” ucap pak kepsek tapi terpotong
“Maaf pak saya belum bisa bayar dan maaf saya memotong pembicaraan bapak.” ucap adelia.
“Tidak adel kamu dengar bapak bicara dulu, karena kepintaranmu kami dari kepihakan sekolah memberikanmu beasiswa.” kata pak kepsek sambil tersenyum.
“Apa benar pak!!! terimaksih banyak pak.” kata adelia sanagat gembira.
“Sama sama del semoga kamu makin berprestasi ya.” kata pak kepsek

Adelia pun keluar kantor pak kepsek dengan sangat bahagia dia sudah tak sabar untuk memberitahu kepada ibu, pasti ibunya bangga padanya.

“Adelia.” panggil bu intan
“Iya bu ada apa?” tanya adelia.
“Ada kabar buruk, mmm ibumu masuk rumah sakit.” kata bu intan.
“APA! IBUUU.” teriak adelia ia sangat sedih
“Kamu akan diantarkan oleh mobil sekolah ke rumah sakit.” kata bu intan.

Adelia sudah sampai di rumah sakit dan mencari ibunya.
“Ibuuu, hiks… hikss, ibu jangan tinggalin adelia.” kata adelia yang melihat ibunya terbaring lemas di kasur.
“Adelia jangan menagis kamu tak usah sedih ibu mohon kamu dengarkan nasihat terakhir ibu sebelum ibu pergi.” kata ibu
“Ibu jangan bilang begitu adel yakin ibu bisa sembuh.” kata adelia
“Adelia jadi anak sholehah ya, jangan jadi anak nakal, ibu mohon setelah ibu pergi nanti kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan.” nasihat ibu sambil menghembuskan nafas terakhir.
“IBUUUUUUUUUU.”

Hari ini adelia menangis di batu nisan ibunya ia tidak menyangka ibunya pergi meninggalkannya.
“Ibu maafin adel belum bisa buat ibu bahagia, tapi adel janji bakal lakuin semua nasihat ibu.” kata adelia

Cerpen Karangan: Darin Hilmi Azzahra
Facebook: Darin Azzahra
Haiii kenalin namaku darin!!! gimana? suka gak cerpen buatanku, sorry ya klo jelek.
Oh ya jangan lupa follow instagramku @darinhilmiazzahra_

Cerpen Nasihat Terakhir Ibu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dunia Permen

Oleh:
Suatu hari di SDN bunga melati 3 ada 4 orang sahabat yaitu agatha, ayu, zefanya dan Bagas. Mereka selalu bermain bersama. Pada suatu hari mereka membeli buku yang berjudul

Sweet Seventeen Kelabu

Oleh:
Aku terdiam sepi, membeku di sudut ruangan yang seharusnya ramai. Perlahan air mataku meleleh. Mungkin, aku memang tidak terlalu kuat untuk menghadapi semua ini sendiri. Pikiranku mulai melayang-layang ke

Pelangi Setelah Hujan

Oleh:
“Non, Mas Randy sudah menunggu di bawah.” teriak mbok Siti dari luar kamarku. Hmm, cukup cantik. Batinku sambil melirik kaca di sebelahku. Ku segerakan turun ke lantai bawah. Randy

Jangan Menyerah

Oleh:
Arya berjalan menuju ke lapangan. Ia akan berlatih bersama Rendi. Ia masuk tim sepak bola sekolahnya yang akan bertanding melawan tim dari sekolah lain. Arya kelas 5 SD Mekar

Musuh Jadi Sahabat

Oleh:
Ada cerita sedih tentang kehidupan Afifah, dia ditinggal Ibunya sejak dia kelas 3 sekolah dasar. Ibunya sakit keras, ia pun tidak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *