In Pati Taekwondo Kid’s Championship

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 13 November 2014

30 November – 1 Desember 2013, Pati Jawa Tengah

Hari itu hari Jum’at 29 November 2013 kami yang berjumlah 23 anak berangkat dari SMP N 1 Salaman menuju ke GOR Samapta, Magelang untuk berkumpul dengan anak Tidar Taekwondo Club (TTC) dan bersama-sama berangkat menuju Pati. Kami berangkat dari sekolah pukul 11.00 WIB setelah sebelumnya saya dan kawan-kawan mengikuti pelajaran jam pertama-kedua di sekolah, dan izin pulang mengambil tas yang telah diisi perlengkapan 3 hari untuk mengikuti kejuaraan.

Setelah kami sampai di GOR Samapta kami harus menunggu lama sekali, Sabeum mengatakan “Kalau nggak bawa akta kelahiran mana bisa ikut kejuaraan, kalian ke sana cuma jalan-jalan berarti.” Spontan muka anak-anak yang tadinya ceria jadi berubah 180 derajat. Lain dengan saya dan kedua teman saya, kami membawa akta, jadi tenang. Tapi sepertinya Sabeum cuma mengerjai mereka, karena ada aura mencurigakan di wajahnya, kelihatan sekali bagi saya, bicaranya saja sambil senyum-senyum gitu..

Sementara anak-anak laki-laki sedang shalat Jum’at, kami yang perempuan pergi ke warung terdekat untuk memesan makanan, pilihan kami jatuh ke Rumah Makan Masakan Padang. Saya hanya memesan nasi putih dengan mangut ikan lele serta es jeruk. Setelah selesai makan, kami shalat di masjid.

Setelah semua anak dan lainnya siap, kami semua masuk ke dalam bus pariwisata yang baru saja datang. Busnya sangat nyaman. Tempat duduknya 2-2. Kami berangkat pukul 13.00. Selama perjalanan, saya mendengarkan lagu-lagu favorit saya dengan earphone yang ada gambarnya ‘Smile’, sepanjang perjalanan berangkat saya smile di perjalanan, hanya saya saja yang tak tidur. Saya terus memandang ke luar jendela. Pemandangan yang disuguhkan Tuhan sangat indah.

Sekitar pukul 20.00 kami sampai di GOR Pesantenan Pati, tempat kami bermain besok. Di sana kami ditimbang dengan timbangan digital. Setelah menimbang, saya dan 2 teman kelebihan angka, jadi kami harus berlari-lari mengelilingi GOR Pesantenan. Beratku 47,5 kg dan aku kelebihan 0,5 kg dari targetnya: 47 kg nanggung sekali. Mau nggak mau lari-lari pake jaket biar keringat lebih banyak keluarnya. Setelah mencapai target, kami semua masuk ke dalam bus dan menuju penginapan.

Setelah sampai di Hotel Mahkota, kami keluar dan antre untuk dapat kunci kamar. Saya mendapat kamar no 219 (sama seperti nomor kamar waktu saya menginap di Hotel Nirwana, Pekalongan). Satu kamar dua sampai 3 orang. Sesampai di kamar kami menata tas dan mandi bergantian. Setelah itu datang pelayan restoran membawakan kami makan malam, ah pas sekali kami saat kami mulai lapar. Kami tidur pukul 22.30, sebelum itu kami bertiga nonton tv dahulu.

Pagi-pagi pukul 04.00 kami telah bangun, setelah shalat subuh kami semua latihan di halaman Hotel. Pukul 06.00 mandi pagi, setelah itu sarapan pagi. Pukul 07.00 kami berangkat menuju GOR Pesantenan Pati. Saya dan 12 teman bertanding hari ini. Sisanya bertanding besok pagi. Saya mendapat partai 57. Setelah siap dengan segala pelindung, saya terjun ke arena. Musuh saya lebih tinggi, sabuknya hijau pula. Sabuk saya waktu itu hanyalah kuning. Saya sudah berusaha namun saya tetap kalah poin darinya. Iya saya kecewa sekali. Saya berusaha meredam amarah serta emosi. Saya tetap menyemangati teman-teman yang bertanding. Ada yang menang, tak jarang pula kalah.

Setelah pukul 17.30 kami menuju hotel. Malam itu malam minggu, yang sudah bertanding bisa bebas, saya bawa modem dan ada teman yang membawa laptop, kami berempat online di kamar salah satu anak. kami nge-jaili teman sekolah kami bersama-sama lewat chatting facebook. Mungkin dia bingung ‘siapa yang online dan ngechat saya ini’. Kami silih berganti memegang kendali keyboardnya.

Hingga pukul 21.00 kami menyelesaikan acara ‘ngerjain temen di malem minggu’. Waktu saya menuju kamar saya no 219, banyak yang main ke sana dan nonton tv bareng, dan parahnya itu Pintu Telah Dikunci rapat-rapat. Alhasil saya bisa masuk. Mau ngetuk pintu kayaknya percuma soalnya mereka sudah pada tidur.

Saya malah ngegalau di luar sambil jalan-jalan. Turun-naik tangga satu ke tangga lain, hingga saya menjumpai salah seorang teman saya yang nggak bisa tidur. Kami jalan-jalan bareng. Dan saya terpaksa tidur di kamarnya. Kami berlima sempit sempitan di situ. Saya malah tidur di lantai. Kasian amat ye.

Seperti kemarin setelah mandi dan sarapan kami berangkat ke GOR, guna menyaksikan teman yang belum bertanding. Saya menyemangati mereka. Selesai shalat zuhur, kami, yang telah bertanding mengambil medali serta piagam. Saya belum puas hanya dapat medali perunggu untuk kategori under-47. Namun sedikit rasa kecewa terbayar lunas sudah setelah melihat medalinya. Setelah semua berlomba, kami berfoto-foto ria, selanjutnya kami membeli kaos atau gantungan sekedar untuk kenang-kenangan. Pukul 17.30 kami masuk bus, guna perjalanan pulang ke Magelang. Kami telah kelelahan dan tidur pulas di bus. Saya sampai di rumah pukul 23.00

Cerpen Karangan: Lena Sutanti
Blog: lena-sutanti.blogspot.com
Nama: Lena Sutanti
Kelas: 8
Facebook: www.facebook.com/lena.sutanti

Cerpen In Pati Taekwondo Kid’s Championship merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja dan Catatan Tentang Kita

Oleh:
Senja tengah mematung di barat cakrawala. Arak-arakan awan mulai berganti warna, dari biru laut menjadi oranye kemerahan. Sinar keemasan dari barat cakrawala menyemburat ke seluruh arah mata angin. Serpihan

Si Pingget Tangan Itu Mamaku

Oleh:
Hari ini aku melihatnya berbicara di podium itu. Lagi. Ya, ini bukan pertama kalinya dia berdiri di sana. Memberi pencerahan bagi semua muridnya. Memberi dorongan untuk orang-orang di sekitarnya.

Aku Punya Tapi Tidak Bisa Ku Miliki

Oleh:
“huss, arwah setan pergi lah dari samping adikku yang paling cantik ini..” seru nando sambil tersenyum membangunkan lamunan ku, Nando adalah anak dari paman saya, Dia itu anak yang

Hilanglah Separuh Nyawaku

Oleh:
Sore itu, bersamaan dengan kumandang Adzan salat Ashar, Aku terbangun dari siumanku. Cahaya lemah di ruangan itu sudah cukup untuk menyilaukan kedua mataku yang baru tersadar dari operasi kuret

Perpisahan Yang Memberikan Kekuatan

Oleh:
Tak pernah disangka semua terjadi begitu saja. Impian yang dulu kita bangun, tiba-tiba musnah tak berbekas. Semakin aku mengingat kisah cinta kita semakin terluka hatiku. Sebenarnya dia tak pernah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “In Pati Taekwondo Kid’s Championship”

  1. Afifah says:

    Aku dari Pati,JaTeng loh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *