Misteri Gubuk Tua

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 26 July 2013

Kupandang gubuk tua nan reyot itu, sekilas terlihat penuh misteri. Bagaimana tidak! Isi gubuk itu hanyalah benda benda mistis yang tidak diketahui asalnya. Oh ya! Sekarang aku sedang berada di desa tempat Nenekku tinggal, sekarang Hari Raya Lebaran, tradisi mudik bagi keluarga kami tak bisa dilupakan. Aku yang sedang melamun melihat gubuk tua itu pun dikejutkan dengan sebuah suara…
“Hayo, Laura! Ngapain sih di halaman belakang malam malam!” seru Rara, sepupuku.
“Eh, kamu Ra! Ini nih! Aku sedang lihat gubuk itu! Yang katanya penuh misteri banget!” ujarku sambil menunjuk gubuk itu.
“Ya ampun! Mending masuk ke rumah aja yuk! Dingin di luar tau!” gerutunya.
Aku pun mengangguk dan mengikutinya masuk ke rumah.

Aku segera menyikat gigi, maklum, ini sudah pukul 21.00, aku harus segera tidur. Aku tidur sekamar dengan Rara, memang di rumah Nenekku tidak terlalu banyak kamar. Sebelum aku tidur, aku sempat melirik ke arah gubuk itu lagi. Namun, Rara menyuruhku untuk menutup jendela itu dengan alasan udaranya dingin. Aku pun menutupnya dan pergi tidur.

ESOKNYA…
Aku sudah mandi, badan rasanya segar! Aku pun bertekad ingin menyiram tanaman saja. Tiba tiba, ada anak anak desa yang belum pernah kukenal. Dia tiba tiba menantangku! Hah?! Orang yang belum kukenal menantangku? Sulit dipercaya, untung saja Rara keluar rumah.
“Heh, kalian! Berani beraninya kalian menantangku padahal aku belum kenal siapa kalian!” tegasku.
“Apaan sih, ribut ribut!” omel Rara. Ia terkejut begitu melihat anak anak itu, “Siapa nih Ra?” tanyanya kesal.
“Ini nih. Mereka menantang kita untuk uji nyali di gubuk itu!” ceritaku dengan nada kesal. Lantas Rara pun marah.
“Kalian siapa, sih?! Kami itu anak kota, enggak pantas main sama kalian! Ngerti? Dan kami juga belum kenal kalian!” marah Rara.
“Pokoknya tetap harus ikut!” tegas anak anak itu.
Emosi Rara memuncak, “Heh kalian! Pergi sana! Hush! Enyah dari sini!” usirnya.
“Sudahlah Ra. Kita ikuti saja kemauan mereka!” gerutuku.

Kami pun mengikuti mereka menuju ke gubuk tua itu. Sebenarnya aku takut, tapi aku tak bisa seperti itu! Nanti aku dianggap pengecut. Uji nyali dimulai. Siapa yang bisa bertahan paling lama, itu pemenangnya. Namun, belum tau hadiahnya apa. Ternyata Rara yang menang! Hebat sekali!Anak anak itu ternyata memberikan hadiah uang tunai jutaan rupiah! Ternyata mereka itu anak orang terkaya di desa itu. Wuih…! Senangnya hatiku dan Rara.

Sebagai kenang-kenangan, kami pun berfoto ria menggunakan kamera salah seorang anak. Satu dibawa kami, satu dibawa mereka. Tapi! Ada yang aneh, lho… Saat kami berfoto, di hasil fotonya, di belakang Rara ada bayangan hitam! Siapa itu…?

Cerpen Karangan: Naila Yasmin
Blog: namikadankiddochanpages.blogspot.com

Cerpen Misteri Gubuk Tua merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Delusi Mila

Oleh:
Kosong. Kutolehkan kepala ke belakang. Kira-kira sekitar 18 jam sudah tak kudapati sosok yang biasa menduduki bangku di balik punggungku tersebut. Kemana ia? Tak biasanya belum menampakkan diri hingga

Rumah Pengungsian

Oleh:
Singkat ceritanya ketika desa kami dilanda bencana. Pergeseran, amblasan dan retakan tanah terjadi dimana-mana. Itu terjadi karena tanah yang menopang desa kami adalah tanah lempung nan rapuh, dan semakin

Secret Ballerina

Oleh:
Aku sangat suka menari dan bagiku melakukan gerakan ballet adalah suatu hal yang mudah karena aku memiliki bakat itu. Aku merentangkan tangan mengangkat kedua kaki sampai suatu malam… Aku

Teman Supranatural

Oleh:
“Violet!” bentak ibu membangunkanku dari alam mimpi yang indah. aku yang telah terbangun, bergegas ke kamar mandi. lalu, aku pergi ke ruang makan untuk memakan sarapan yang telah dipersiapkan

Karena Merah Putih

Oleh:
“Hiduplah Indonesia Raya” Aku tak tahu seberapa sakralnya kalimat itu. Tiap kali berkumandang, ada saja air mata yang berlinang. Bukan Aku, tapi Syaku. Hormat temanku beda. Tangisnya ada, tapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *