Pemutar Waktu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 24 February 2016

Aku menyesal. Kenapa? Karena banyak masalah semenjak aku ada di SMA ini. Rasanya aku ingin sekali kembali ke SMP. Sekali saja waktu setelah UN SMP itu terulang. Aku bisa mengubah hal-hal untuk mencegahku terjerumus dalam masalah seperti sekarang ini. Aku sedang berjalan sepulang sekolah sambil bergumam tentang masalahku. Aku memang berjalan pulang sendiri. Tanpa teman. Teman-teman di kelasku menjauhiku. Namun aku sudah terbiasa. Jadi aku tetap berjalan menyusuri jalanan ini. Tiba-tiba aku melihat seorang kakek-kakek sedang duduk di sisi trotoar yang tidak jauh dari tempatku. Aku merasa kasihan dengannya. Segera saja ku hampiri dia.

“Selamat siang, Kek.” sapaku.
“Iya, Nak.” jawab kakek itu.
“Saya punya sebungkus roti, apa kakek mau?” ucapku seraya mengambil sebungkus roti dari dalam tasku kemudian memberikannya pada kakek itu.
“Benar, Nak?” tanya kakek itu meragukan pemberianku.
“Iya, benar, Kek.” jawabku meyakinkannya.
“Terima kasih ya, Nak.” kakek itu berterimakasih.

“Iya, Kek. Saya permisi dulu.” kataku kemudian mulai melangkah.
“Nak..” kakek itu memanggilku. Aku pun menoleh ke arahnya.
“Ya, Kek?”
“Kakek bisa memberimu sebuah permintaan. Ucapkanlah, anggap saja sebagai tanda terima kasih.” ucap kakek itu. Aku bingung. Ah, kakek ini bercanda.
“Kakek ini bicara apa?” tanyaku.
“Sebutkan permintaanmu, maka aku akan mengabulkannya,” sahut kakek itu.
Karena tidak enak dengan kakek itu pun aku berkata, “Aku ingin memutar waktu kembali ke masa SMP kelas 9 setelah UN!” Kakek itu tersenyum.

“Tutuplah matamu,” Aku pun menutup mataku. Tak lama kemudian ada suara yang memanggilku. “Dell.. Della?” Aku menoleh. Itu sahabatku, Ace!
“Ace? Apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku heran. Masih bingung apa yang terjadi.
“Apa yang ku lakukan di sini? Tentu saja pulang bersamamu, nona,” jawab Ace gemas. Aku lalu teringat perkataan kakek tadi. “Sekarang tanggal berapa, Ce?” tanyaku.
“12 mei 2012. Kenapa?” Aku tertegun. Kakek itu benar-benar mengabulkan permintaanku. Aku senang bukan main.

Tak terasa semenjak berputarnya waktu itu, aku memperbaiki kesalahan yang ku buat. Kini, aku bahagia. Siap menyambut masa SMA yang kedua kalinya. Suatu hari, seseorang mengirimiku sebuah kado. Karena penasaran, aku segera membukanya. Isinya adalah sebuah kalung. Wahh.. Dengan senang hati aku memakainya. Hari-hari pun berlalu, aku semakin bahagia atas perputaran waktu ini. Aku bersenandung sambil menulis sesuatu di ruang kelas.

“Dell?” Ace berdiri di depanku.
“Ya?”
“Kamu nggak sekolah?” tanyanya.
Haa? Apa dia bercanda? Aku kan sudah berada di sekolah?

Aku terbangun. Apa? Hanya mimpi? Lalu bagaimana dengan perputaran waktu itu? Aku memandangi sekelilingku. Ada Mama yang berdiri di sampingku. Dari wajahnya tersirat sebuah kelegaan. “Loh mama?” ucapku bingung.
“Akhirnya kamu sadar, Del..” kata mama lalu memelukku.
“Apa yang terjadi, Ma?” tanyaku lagi. Aku masih belum mengerti apa yang terjadi.
“Kamu kemarin pingsan di jalan. Seorang kakak kelasmu datang dan membawamu pulang. Del, Mama khawatir sama kamu,” terang mama.

Apa? Jadi selama ini perputaran waktu itu hanya mimpi? Lalu kakek-kakek itu?
“Ayo makan dulu, Mama sudah menyiapkan makanan buatmu,” kata mama lalu menaruh semangkuk bubur dan segelas susu di atas nampan ke mejaku. Aku mengangguk.
“Mama ke bawah dulu, ya.”

Setelah mama menutup pintu aku mencoba berdiri dari tempat tidur. Aku yakin hal perputaran waktu itu nyata. Aah… Aku menghela napas. Tidak usah terlalu dipikirkan, pikirku sambil memandangi diriku di depan cermin. Tunggu, aku menangkap sesuatu yang ganjil. Aku meraba leherku. Kalung itu? Kalung dari seseorang yang bahkan belum ku kenal itu masih ku kenakan. Ada apa ini? Bukankah perputaran waktu itu hanya mimpi belaka?

Cerpen Karangan: Firstya Reta
Facebook: Firstya Retha
Seorang gadis Melankolis yang berusaha meraih impiannya.

Cerpen Pemutar Waktu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri 08

Oleh:
Mentari mulai muncul, memancarkan sinar cerahnya dari ufuk timur, memberikan kehidupan baru di muka bumi. Hujan yang turun pada malam itu tampak masih menggenangi lubang-lubang yang ada di jalan.

Claustrophobia

Oleh:
Pukul 18.00 WIB. Ruangan di gedung lantai 3 ini sudah sepi. Hanya ada aku dan Bosku, Bu Irma saja. ini lebih 2 jam dari jam pulangku. Siang hari tadi

Dark Peak

Oleh:
Kepindahan keluargaku kali ini benar-benar membuatku kesal. Ya. Keluargaku memang seperti manusia goa yang hidup nomaden. Berpindah dari kota satu ke kota lainnya. Tapi kali ini, Dad dan Mom

3 Cara Melihatnya

Oleh:
Teriknya matahari sangat menyengat kulitku. Namaku Melody Wijaya, siswi kelas XII IPA 3 di salah satu SMA di kotaku. Biasa dipanggil Melody. Siang hari ini sungguh panas. Bel pulang

Siapa Perempuan Itu?

Oleh:
Pukul 12 siang, aku sempat bertengkar dengan seseorang dan aku sangat emosi. Aku berusaha untuk melupakan kejadian itu, tapi tetap saja tidak bisa. Emosiku semakin meluap, rasanya aku ingin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *