Gejolak Hatiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 25 November 2020

Malam yang sunyi menyelimuti hawa dingin. Terdengar sayu lembut angin menerpa wajahku. Detak jarum jam seakan mengikuti denyut nadiku. Aku hanya memandang kosong di dalam selingan suasana malam.

Sepi yang mencekam mengingatkanku pada kekasihku. Teringat masa-masa yang indah saat bersamanya. Khairul, ya nama dia adalah Khairul. Orang yang sangat mencintaiku.

Jam menunjukkan pukul 07.00 pm, handphoneku bergetar. Langsung kusambar dengan cepat,
“Sayang, nanti pukul 08.00 pm Abang datang ke rumah”
“Iya hubby, saya tunggu hubby datang.”
Itulah messages dari kekasihku, yang selama ini menjadi idamanku.

Seiring menunggu sang kekasih datang aku persiapkan diriku. Kupakai gaun belang-belang hitam putih. Aku bermake up sewajarnya. Hatiku benar-benar senang ingin berjumpa dengan kekasihku yang selama ini aku rindukan. Rasanya sudah tak sabar ingin bergandeng memandang tatapan matanya yang indah. Dan berjalan-jalan sambil bergurau. Pikiranku sudah melambung tinggi dalam khayalan.

Pukul 08.00 pm telah tiba, hatiku bergetar tak karuan, ingin sekali melihat sang kekasih. Aku bersiap-siap menuju pintu depan rumah. Sepuluh menit aku menunggu di depan pintu, dia belum datang. Sampai tiga puluh menit dia pun tak kunjung datang. Apa yang terjadi?

Sekarang sudah pukul 09.00 pm kenapa dia belum sampai juga. Aku benar-benar khawatir, marah dan juga kecewa. Berapa jam lagi aku harus menunggu. Make up sudah macam mau luntur. Apa dia tak menepati janjinya.

Aku pun messages dia, “hubby mau datang pukul berapa, ni dah pukul 09.00 pm lebih.”
“Iya, sayang sebentar lagi abang datang, sabar ya.”

Aku terus menunggu hingga pukul 9.30 pm. Mataku sudah tak tahan, dan aku tertidur di atas kursi ruang tamu.

Pukul 10.00 pm handphoneku bergetar lagi, aku terbangun dan baca messages dari kekasih ku, “Sayang, abang dah di depan rumah kamu”

Langsung saja aku bangun dan menuju depan rumah. Kulihat dia ada di dalam mobil dengan cermin terbuka dan tersenyum padaku. Emosiku langsung mereda ketika dia berikan ulasan senyum yang manis. Aku pun berjalan perlahan menuju mobilnya.

Ketika aku membuka pintu mobil aku kaget bukan main, kenapa ada seorang bocah tertidur lelap dalam pangkuannya. Anak itu berumur sekitar 2 tahun.
Lantas aku bertanya, “Hubby ini anak siapa, kenapa bisa bersama hubby?”

Dia hanya terdiam. Aku pun bertanya sampai tiga kali. Lalu dia buka mulut dan menjelaskan bahwa anak tersebut adalah anaknya.
Sontak hatiku betul-betul shock. Dia tak pernah bagi tau aku tentang famillynya.

Jadi selama 2 tahun aku telah menjalin cinta dengan suami orang yang sudah beranak satu. Apa yang terjadi dengan diriku. Mengapa aku baru tahu sekarang setelah aku terlanjur mencintainya.

Apakah aku dibutakan oleh wajah handsomenya, tutur katanya yang manis nan lembut. Hatiku betul-betul sakit. Aku sangat mencintai kekasihku, tapi aku nggak bisa menerima semua ini. Aku menangis dan dia pun menangis.

Cerpen Karangan: Winarti
Blog / Facebook: Win win

Cerpen Gejolak Hatiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senior Hatiku

Oleh:
Hay kenalin namaku Dewi Hasanah. Ini ceritaku semasa SMP di Ngrayun, Ponorogo, Jawa Timur. aku dikenal sebagai anak yang tomboy, cuek, tapi ngangenin. Selain itu aku juga jago main

Di Pantai

Oleh:
Bandung, 12 September 2001 Buat Tika. Hai, kamu masih ingat ketika kita dekat pertama kali? Bukan, bukan di Gereja. Kita memang sudah kenal di Gereja, tapi bukan itu. Maksudku,

It’s You

Oleh:
Terkadang, rumah yang seharusnya menjadi tempat untuk berlindung malah menjadi tempat yang membuat kita merasa terpuruk. Bukan karena perbuatan keluarga kita yang semena-mena pada kita, melainkan adanya sebuah kenangan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *