Retak Jiwa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 April 2018

3 tahun sudah aku menapaki kehidupanku sebagai siswa SMA. Panas, hujan, badai, salju (Lebay) sudah kulalui di tempat ini. Tak terasa aku akan menghadapi akhir dari kehidupan SMA ini. Aku sudah bersama kedua sahabat yang memang selalu ada untukku.

Plak! Sebuah tepukan di pundak membuatku terbangun dari lamunanku.
“apaan sih mad…?” tanyaku kepada anak berkacamata itu
“lah elu ngelamunin apa sih..” jawabnya
“ya gitu deh, ngelamunin pacar” ucapku sombong
“pacar apaan, kutek pacar?” ledek Ariel sahabatku yang lain dengan rambut emo anehnya
“gak kok gak apa apa” jawabku

Sudah lama aku ingin bercerita kepada teman temanku ini, namun aku ragu justru akan mengganggu fokusku dalam menempuh Ujian Nasional. Yap, ada sesuatu yang mengganjal hatiku selama ini. Sudah 3 tahun ini aku memendam rasa terhadapnya. Mega, cewek yang tingginya standar, dengan wajah pipi tembem dan rambut yang dibalut kerudung dengan bros bergambar mickey mouse yang tak pernah lepas dari pandangan. Aku sudah sering memberikan kode kode dalam PDKT namun dia selalu merespon dengan nada bosan dan tak tertarik sama sekali.

Selama ini aku hanya memandanginya saat pelajaran di kelas, bahkan kadang aku membuntutinya ketika sedang berjalan di kantin. Sahabat si Mega yaitu Karin, sepertinya sadar akan perasaanku dengan mega, namun dia seperti tidak mendukungku, banyak teman sekelas yang sering meledekku dan memanas manasi sehingga mungkin itu penyebab mega menghindariku.

Hingga akhirnya kini aku sadar, 3 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Gak mungkin aku akan memendam rasa selama 3 tahun ini dan membiarkannya hilang dimakan waktu. Namun di sisi lain aku tak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaanku, karena aku tau betul rasanya ditolak oleh orang yang kita sukai.

“Ham… kita udah tau kok” kata ahmad yang menyela ketika aku makan siang di kelas.
“tau apaan sih” tanyaku
“lu mau nyatain perasaan kan. Tapi lu bingung” kata Ariel
“uhuk uhuk…” aku tersedak mendengar perkataan mereka, aku tak menyangka mereka bisa mengetahui rencanaku
“udah deh, lupain aja, lu mending fokus ke UN, daripada nilai lu jelek” kata ahmad menasehati
“bener tuh si ahmad, mending lu belajar biar bisa masuk Univ, baru deh cari cewek di sana” ledek Ariel
“ucapan kalian malah bikin ngendor semangat tau” balasku dengan nada datar
Ya, mungkin apa yang dikatakan mereka benar, aku harus fokus UN terlebih dahulu, dan aku akan menyatakan perasaan ini seusai kelulusan.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Akhirnya kami anak anak SMA selesai menjalankan suatu klimaks yang sangat ditakuti yaitu UN, pengumuman kelulusan, serta perpisahan adalah hal yang akan aku laksanakan setelahnya.
Kami pun sampai di penghujung akhir masa SMA kami, yaitu pelepasan/perpisahan. Aku mencari cari di mana Mega, aku harus segera mengungkapkan kepadanya.

“tunggu ham!, bawa ini, ini dari kami, anggep aja jimat keberuntungan” kata ahmad, dia menyodorkan seikat bunga mawar merah.
“semoga berhasil bro” ucap Ariel
“makasih kalian!” aku langsung mencoba berlari, namun sulit karena ketika acara kelulusan kami harus memakai pakaian adat, sehingga untuk bergerak saja susa, apalagi berlari.

Akhirnya aku menemukannya, seperti biasa, karin ada di sebelahnya dan mereka sedang asik berselfie, aku mulai mendekati mereka.
“meg, aku pergi dulu ya, dipanggil mama” ucap karin yang sepertinya sengaja meninggalkan kami.
“loh, ham.. ngapain ke sini” tanya mega kepadaku
“lu utang budi sama gue ham” bisik karin kepadaku
“eh, ngg… nggak apa apa meg, cuman pengen ngucapin aja selamat atas kelulusanmu”
Jantungku rasanya ingin meledak, keringat mulai menetes di wajahku, padahal kami sedang berada di luar gedung namun rasanya sangat pengap.

Akhirnya aku membulatkan tekadku dan menyerahkan bunga ini kepada Mega.
“mega, ini buat kamu… aku gak bakal minta kamu jadi pacarku, tapi… aku cuma mau ngomong kalau AKU SUKA KAMU” ucapku
Mata mega hanya berbinar cahaya yang terpantul oleh airmata. Entah dia menangis bahagia atau sedih, tapi yang jelas aku tau itu adalah airmata yang menunjukan sebuah kemurungan.
“ham, maaf ya… aku gak bakal bisa sama kamu. Bukannya apa, tapi aku akan kuliah di tempat yang jauh, jadi kita gak akan bisa ketemu. Aku gak ingin kamu jadi tersiksa kalau kita LDR, tapi aku yakin, kamu bakal temuin yang lebih baik daripada aku”

Aku tak bisa berkata apa apa, namun airmata ini tak dapat dibendung, hati yang lama memendam rasa ini seperti diiris dengan pedang yang sangat tajam. Tapi aku tak akan menyesalinya karena ini adalah keputusanku, apapun hasilnya ya inilah.

THE END

Cerpen Karangan: Mr. I

Cerpen Retak Jiwa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Disleksia

Oleh:
Kosakata baru dalam hidupku yang sekarang sudah berumur lima belas tahun. “Woy!” Teriak seseorang di belakangku Benar dugaanku. Orang itu lagi. “Hey!” Balasku sekenanya. “Dasar penyakitan!” Tambahku. Sontak raut

Bukan Cinderella

Oleh:
Namaku Cinderella. Ya, Cinderella. Seperti nama tokoh dongeng yang sangat terkenal. Dan kebetulan atau memang takdirnya, ibuku meninggal saat aku kecil dan ayahku menikah lagi dengan janda beranak dua.

Terkesan Duduk Di Bangku SMA

Oleh:
Aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana, aku anak ke-4 (empat) dari lima bersaudara, aku memiliki dua abang, satu kakak dan satu adik laki-laki. ekonomi dalam keluargaku sangatlah minim, karena

Jauh Lebih Dekat (Part 2)

Oleh:
Setelah pulang dari pendakian lusanya mereka berkumpul seperti biasa di taman. “trid Azam kemana kok nggak dateng si?” Tanya Maura bingung mengngkat kedua alisnya “nggak tau nih biasanya dia

Aku Rindu

Oleh:
Aku berangkat menuju sekolah dengan langkah yang santai, suasana yang masih sepi, damai dan tenteram. Kurasakan angin yang bertiup di pagi hari, terasa sejuk. Tak lama kemudian, matahari mulai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *