In RASO Pekalongan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 15 January 2014

RASO kepanjangan dari Regional Art and Sport Olympiad. Diikuti oleh seluruh siswa dari SMP RSBI se-Jawa Tengah. Diadakan pada tanggal 20 November 2012 sampai 22 November 2012.

Kami dari SMPN 1 Salaman mengirimkan 4 siswa. Saya (Lena Sutanti) mengikuti cabang lomba Catur putri, teman-teman saya: Story Telling, Pidato Bahasa Jawa dan Nyanyi solo putri. Dan nama mereka tidak saya sebut disini, takutnya mereka pada marah hehehe

Sekitar pukul 07.00 seperti biasa, saya sudah sampai di sekolah. Hari itu jam pertama adalah pelajaran Olahraga, dan saya pun tak ikut, takut kecapaian, saya nunggu teman-teman saya di Hall. Yang satu lagi nyiapin peralatan buat story telling, yang satunya lagi lagi di kelas, eh satunya lagi katanya malah lagi sakit.

Bosan menunggu, saya pun main game di laptop saya, maklum lah saya ini gamer *eh. Setelah baterai laptop saya low, ya saya matikan lah. Eh temen-temen belum muncul, lalu saya dan mbak yang ikut story telling itu nyari mbak yang ikut pidato bahasa jawa, kami pergi ke kelasnya dan intinya menyuruh dia keluar.

Alhasil kami sudah bertiga, dan kami nunggu Pak Guru dan Bu guru yang akan mendampingi. ada 4 guru yang akan mendampingi, yang 2 ikut di mobil, dan 2 guru lagi naik travel. Lama banget mereka, ya nggak papa lah.. Menata tas di mobil, peralatan story telling buanyaaak banget. Tadinya kami kira nggak bakal pas, ya dipas-pasin aja biar pas *eh.

Setelah jam 10.00, kami berempat + 2 guru baru berangkat menuju Pekalongan. 2 guru yang lain udah duluan naik travel-nya. Wusssh.. kami terlebih dulu ke rumah mbak yang ikut nyanyi solo, soalnya dia demam, terus dia suruh jemput ke rumahnya *lagi demam pasti nggak enak rasanya.

Di perjalanan, mereka bertiga semua tidur, Guru-guru asyik ngobrol, lha saya? jujur saya awalnya nggak niat ndengerin mereka lagi ngobrol, halo.. emang kedengeran kok, yang penting sekarang saya sudah lupa mereka ngobrol tentang apa. yaa.. saya dengerin mereka ngobrol plus lihat lihat pemandangan sekitar.. lumayan bisa ngeRefresh otak wkwkwk.

Setelah menempuh perjalanan yang panjang sekitar 4 jam + berhenti sholat dhuhur, kami pun sampai di Nirwana Hotel. Mula-mula kami disambut oleh orange juice *eh emang bisa ngomong jeruknya ya? *jeruk ngomong sama jeruk *eh aku bukan jeruk

Udah gak mau bahas jeruk nih. Skip.. awalnya 3 temenku itu nggak dapet kamar, lha cuma ada namaku disana, setelah perundingan *eh kami nyatu di kamar nomor 219 ada di lantai 2 hotel. Sampai disana kami langsung berbaring, lega. Ehm, di bawah, dilihat dari kaca.. ada pemandangan yaitu… kolam renang, nyesel gak bawa baju renang *loh. Puas baring di kasur, kami mandi gantian, sesudah itu makan malam..

Pukul 20.00 kami mengikuti acara pembukaan raso, lumayan menarik lah pertunjukannya, pukul 21.30, belum selesai acara… tapi, kerena sudah banyak yang balik ke hotel, kami juga ngikut balik ke hotel hehehe 😀 Malamnya aku sulit tidur dan aku smsan sama sahabat sahabatku, mereka suport aku, “makasih” buat kalian heheh telat, Smsan sampai ketiduran, mungkin mereka marah marah gara gara smsanya nggak ku balas.

Eh sebelum ketiduran, aku sempat ke toilet.. kondisi lampu kamar waktu itu remang remang.. serem? nggak tuh! Gini… Sewaktu aku keluar dari toilet, sialan! aku disangka hantu, mengendap endap gitu suara kakiku wkwkwk. Udah deh nggak usah kubahas satu satu ya.. skip aja lah.

Pagi-pagi itu sudah mandi, terus bareng bareng sarapan pagi. kami kompak ngambil nasi goreng + kerupuk + puding + teh.. alhasil ya kekenyangan, hehehe. itu juga dalam porsi besar.

Skip.. Setelah perjalanan pendek *eh kami sampai di SMPN 2 Pekalongan tempat lomba. sekolah ini bagus lho. pertama kali tanding sama Semarang di meja 18 (meja terakhir), awalnya gak yakin. tapi alhamdulillah menang yess! kedua sama mana ya? (meja 4) *wuishh saya lupa, tapi saya kalah, hhoho gak papa.. ketiga saya sama Kota Magelang (meja 13).. oh iya saya dari Kab. Magelang. saya menang. Setelah itu di meja 7, saya lawan Kendal, dan saya menang walaupun Menteri saya sudah termakan.. saya bisa memakan menteri dia juga, setelah itu meja 7 lagi sama mana lupa lagi dan saya kalah setelah permainan keras dilakukan. Permainan terakhir, tak menyangka aku lawan sahabat baruku (Pati) di meja 8, aku menang..

Tinggal menunggu pengumuman, aku berhasil membuat 4 menang, 2 kalah tanpa draw di 6 babak.
Skip.. sewaktu diumumkan, aku berhasil menduduki peringkat 9 dari 36 peserta, aku dapat medali perak.. senang sekali hehehe. nggak nyangka. kembaran skor 4 ku banyak juga, mereka ada yang di atas urutan juaraku dan ada pula yang di bawah urutan juaraku. ya saya bangga.

mbak yang story telling dapat medali perunggu, pidato bahasa jawa juga dapat perak, tapi yang nyanyi solo belum dapat medali, aih yang penting sudah berusaha maksimal *sok bijak nih.. Setelah itu kami back to hotel dan menginap lagi malam ini dan besok pulang… sekian cerita saya.

Cerpen Karangan: Lena Sutanti
Blog: lena-sutanti.blogspot.com
Gue Lena. seorang pecatur. kelas 8, SMPN 1 Salaman. Facebook = Lena Sutanti

Cerpen In RASO Pekalongan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Yang Singkat

Oleh:
Hari itu tanggal 1-2 November adalah hari yang sangat berkesan dalam hidupku karena hari itu aku mengikuti jambore literasi. Di sana aku mendapat teman dari berbagai daerah. Saat di

Kesatria Dari Ujung Desa

Oleh:
Kumel, dekil, polos dan apa adanya itulah salah satu gambaran tentang Hendar kecil. ia adalah salah satu anak ke 4 dari 5 bersaudara. Hendar sendiri tumbuh dalam keluarga yang

Senja dan Cerita

Oleh:
Sore, senja mulai memperlihatkan keindahannya. Di sebuah bangku panjang di tepi pantai, di bawah pohon besar yang tidak pernah bosan menggugurkan daunnya, sembari kau bertanya “Apakah cinta datang disaat

Malaikat Di Panti Asuhan

Oleh:
Sang mentari pagi kini datang dan memberiku sumber energi. Aku selalu diajak untuk menatap seluruh isi bumi ini. Aku selalu ingin menjadi seperti burung yang suaranya digemakan oleh angin

Kalut

Oleh:
Aku, seorang wanita biasa yang berharap jodohku datang tanpa ada komitmen sebelum hubungan kita benar-benar memiliki arah yang jelas. Begitulah kira-kira prinsipku setelah sebelumnya aku menjalani hubungan percintaan ala

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “In RASO Pekalongan”

  1. Hidayach says:

    cerpennya bagus ,. aku suka sama semua cerpenmu ,

  2. Lena Sutanti says:

    makasih, ini pengalamanku asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *