Hari Tanpa Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 23 August 2018

Hari itu, Dina sedang marahan dengan kelima sahabatnya. Hanya karena masalah kecil yang dibesar besarkan. Yaitu tentang slime. Saat itu mereka berenam sedang membuat slime. Mereka tanding, siapa slime yang paling bagus dialah pemenangnya. Saat itu, Dina kalah dan Dina langsung marah. Sungguh tidak sportif kan?

Di sekolah, kelima sahabatnya mencuekan Dina. Mereka tidak saling bertegur sapa. Sampai sampai waktu istirahat, yang tadinya selalu makan bersama, sekarang Dina sendirian.

Sudah 3 hari keenam sahabat itu berdiam diaman. Akhirnya, Dina sudah bosan. Hari harinya terasa hampa dan sepi tanpa Chaterin, Loddy, Martha, Rachell dan Hana. Dina merasak tidak semangat untuk melakukan rutintas apa apa.

Esoknya, Dina datang pada kelima sahabatnya.
“Hmm.. maafin aku ya tentang masalah itu. Maaf aku tidak sportif” Dina malu malu.
“Tidak apa apa Dina, kami sudah memaafkanmu kok, sini kumpul bersama kami” ujar Martha.
Dina senang karena sudah baikan dengan kelima sahabatnya. Itulah rasanya hari tanpa sahabat bagi Dina.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha
Semoga dimuat!

Cerpen Hari Tanpa Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


4 Sahabat

Oleh:
Kring… Suara bel menandakan bahwa semua siswa dan siswi yang ada di luar kelas untuk segera masuk ke kelas masing-masing. – Gia POV “Assalamualaikum.. Cantik,” sapa Gia pada kedua

Penting Niatnya Sayang

Oleh:
Pagi itu, Arina diajak ayahnya jalan-jalan ke pasar. Arina yang belum pernah datang ke pasar tradisional, tak menyangka dengan keadaan yang ada. Benar-benar di luar dugaannya. Pasar itu sangat

Bermain Petak Umpet

Oleh:
Kami tiba di depan rumah kayu ulin yang belum jadi. Aku tidak mengatakan ini dapat disebut rumah panggung sebab pondasinya langsung tertanam di tanah. Banyak kayu centang-perenang di sisi

Dia Aneh Tapi Nyata

Oleh:
Pagi ini Silli mandi dengan tergesa. Waktu seolah berlari mengejarnya. “Mama, aku udah telat nih..” teriak Silli dari kamarnya yang terletak di lantai atas. “Ya sudah buruan. Papa udah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *