Ketika Senja Tiba

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sejati, Cerpen Penantian, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 24 June 2016

“sudah 2 tahun ini aku tak mendengar kabar dari Senja. Ia bagaikan ditelan bumi, hilang begitu saja tanpa jejak” Bagas merindukan Senja, kawan lamanya yang menghilang.
“iya ya Gas. Aku kangen dia, ketawanya, crewetnya, amarahnya. Aku rela ditonjok dan di bentak dia asalkan dia ada disini slamanya bersama kita kita” Joni bernostalgia. Suasana di cafe ini seakan sendu, semua beranjak diam dan bernostalgia mengingat kekompakan mereka. Sejak ketahuannya Senja memakai nark*ba, orangtuanya mengirimkan dia ke panti rehab. Berdasarkan data dari tempat rehabilitas, seharusnya setahun yang lalu Senja selesai menjalankan masa rehabnya. Memang benar masa rehabnya telah selesai, namun gadis mungil ini menghilang. Orangtuanya masih merahasiakan semuanya. Kepergiaanya meninggalkan tanda tanya besar.

Senja meninggalkan 4 sahabat dari SMA dan Irwan pacarnya yang belum resmi putus. Terlalu cintanya Irwan pada Senja, Irwan seakan yakin sekali bahwa wanitanya akan kembali dan menjadi istrinya kelak.
“aku janji, kalo Senja hadir dan masih hidup, aku akan melamarnya langsung” janji Irwan di hadapan 4 kawan Senja yang lagi murung. Hari ini tepat hari ulang tahunnya yang ke 22 tahun. Mataharipun seakan enggan beranjak pergi, langit jingga menghias dengan eloknya. Suasana seperti ini terasa sendu dan seakan ikut sedih mengenang gadis berpipi cabi ini. Lilin lilin kecil ini telah meleleh di atas kue coklat yang sengaja dipesan oleh mereka. Tak ada yang berani meniup, mereka terus memanjatkan doa sampai lilin lilin ini padam oleh sendirinya.
“aaaahhh… pliis Senja kembalilah. Hadirlah di sini, aku janji tak akan rese’ lagi sama kamu” tangis Lia memecah keheningan. Semua merindukan akan sosok gadis berambut panjang ini.
“bro! Kalian ingat gak? Dulu sebelum ia ketahuan make. Ia orang yang berani banget nonjok polisi waktu Lia ditilang. Lalu ia pura-pura ayan. Semua panik, polisinya gak jadi nilang Lia. Ahahaha” Aryo bercerita. Tawa itu terdengar basi’. Waktu berjalan begitu lambat, lilin lilin kecil telah padam dan meleleh habis. Tak ada selera makan dalam diri mereka, mereka hanya melihat kue itu dengan tatapan kosong. Entahlah, mood mereka hancur. Tak ada tawa di antara mereka lagi, seakan hambar. Satu persatu pergi, malampun kian larut.

“Halo nak, apa kabar? Gimana disana? Betah?” nada suara itu begitu bahagia.
“halo ma, aku disini baik-baik aja kok. Disini orangnya baik semua sama aku. Insya allah, secepatnya aku pulang”
“Pulanglah cepat nak, mama dan semua orang Jawa timur merindukanmu selalu”
Percakapan itu pun selesai hanya 3 menit.

Irwan terus bekerja keras tanpa malas. Ia sangat yakin bahwa cintanya akan datang kembali. Ia berjuang demi cintanya dan masa depannya. Ia berkomitmen tak akan mencintai wanita lain, sampai ia menemukan keberadaan kekasihnya. Jika memang kekasihnya meninggal, ia akan percaya bila melihat langsung jasadnya. Selama kepergian Senja, Irwan berkerja keras mewujudkan mimpi Senja. Bahwa sebelum menikah, Senja ingin punya rumah sederhana dengan halaman penuh bunga warna warni. Ia ingin rumah seperti film kartun upin ipin, rumah panggung. Terdengar konyol memang, namun Irwan menganggap ini serius. Senja pun pernah berkata, ia ingin dilamar di puncak gunung Rinjani, dan keliling Indonesia.
“heh wan! Udah lah jangan ngayal kamu!! Senja itu sudah mati, ngapain kamu susah payah tuk orang yang udah ilang. Dasar bego lu!! Mending kamu menikah denganku” ujar Tiyas yang secara blak blakan mencintai Irwan. Kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya membuat Irwan tak sedikitpun mencintai wanita ini.
“dengar ya!!! Kalo emang dia mati, tunjukin aku kuburannya, tunjukin aku jasadnya. Kalo emang dia bener-bener mati, aku bakalan nikahin kamu.” Tegas Irwan, ia pun segera meninggalkan Tiyas tanpa salam. Ada kesedihan yang luar biasa dalam dirinya. Dari dulu ia dilema tentang kabar Senja. Namun entah keyakinan darimana, Irwan sangat yakin bahwa Senja masih tetap ada dan mencintainya selalu. Setiap hari ia memikirkan cinta matinya, ia berusaha meyakinkan dirinya, berdoa bahwa Senja akan hadir suatu saat nanti. 4 hari lagi adalah tanggal jadiannya dengan Senja. Tanggal 20 mei 2011, 5 hari setelah hari ulang tahun Senja, Irwan menyatakan cinta pada Senja. Kali ini Irwan ingin membuat acara untuk mengenang atau merayakan 5 tahun usia percintaannya. Ia mengundang 4 kawan Senja. Awalnya mereka menolak dan berfikir bahwa ini konyol, namun karena besarnya cinta Irwan pada Senja, mereka berjanji akan hadir tepat waktu.

“Senjaaaaaaaa” teriak irwan pada pagi dini hari. Ia bermimpi tentang kekasihnya.
Hari ini adalah hari yang tlah Irwan tunggu, saat pagi hari jelang, ia sibuk mendekorasi tempat acara Irwan yang sekaligus tempat jadiaanya. Rembangan, dataran tinggi yang indah. Tempat ini sangatlah sederhana, salah satu cafe yang berada di dataran tinggi. Tempatnya memang sederhana, namun nuansa dataran tinggi dan pemandangannya mempercantik tempat ini. Malam hari adalah yang terindah dengan lampu-lampu kota yang seolah bertaburan bagai bintang terlihat indah dari atas sini. Waktu pun berjalan dengan cepat, detak jantung Irwan berdetak kencang seperti awal ia akan menembak Senja. Satu persatu kawan Senja berdatangan
“hei kalian sudah datang ternyata, kalian tau? Senja akan datang. Semalam aku memimpikannya, ia akan datang. Lihat ini cincin yang akan aku persembahkan untuknya, pasti indah di jemari tangannya. Lihat Bagas, Lia, Joni, Arsya…. li…aaattt” wajah Irwan riang sekali, lalu tangis pun pecah di antara mereka semua. Lia tak sanggup melihat keadaan ini, ia menyembunyikan pandangannya dengan memeluk Arsya.
“wan, sadar!! Senja gak akan hadir, Senja gak akan di sini. Senja udah tenang disana. Wan…..” Joni memeluk Irwan yang tiba-tiba menangis kecewa.
“enggak Jon, kamu bohong brengsek!! Senja masih hidup. Semalem aku mimpi dia bakalan dateng, dia bakalan ada disini. Dia gak mungkin lupa sama hari jadian kita. Dia ada, diaaa a…daa Jon…” irwan menangis histeris dalam pelukaan Joni. Malam kian larut, tangis mereka memang reda, namun hati mereka menangis tanpa henti. Irwan terus melihat cincin itu dengan tatapan kosong. Pikirannya kacau, raut wajahnya berantakan. Namun dari lubuk hati yang paling dalam ia menaruh keyakinan bahwa cintanya akan hadir. Semua berdiam diri dengan tatapan kosong. Mereka tak sadar bahwa malam kian larut, namun semakin malam cafe ini semakin ramai.

“ok, selamat malam para pengunjung… selamat malam para cinta yang hadir. Semoga kalian yang lagi berduaan dengan kekasihnya tambah langgeng” penyanyi cafe wanita itu pun telah siap menghibur para pengunjung. Namun Irwan dan kawannya tetap berdiam diri dan tak merasa terhibur
“kali ini aku tidak sendiri, ada kawan jauh aku yang hadir dari kalimantan selatan yang ingin menyatakan cintanya, karena hari ini tepat hari jadiaannya. Wah so sweet sekali yaaa. Tepuk tangan doongg” semua pengunjung bertepuk tangan. Lagu pun mengalun diawali dengan suara piano. Semua pandangan pengunjung mengarah ke arah panggung, mengarah ke arah gadis yang bermain piano. Gadis itu sangat anggun dengan busana berwana pastel dan berhijab. Anggun dan cantik sekali, semua terpanah melihatnya.

Badai tuan telah berlalu
salahkah ku menuntut mesra
Tiap pagi menjelang kau disampingku,
Ku aman ada bersamamu….
Selamanya.. sampai kita tua, sampai jadi debu
Ku diliang yang satu, ku disebelahmu…
Badai puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra
Tiap taufan menyerang, kau di sampingku
kau aman ada bersamaku
Selamanya… sampai kita tua, sampai jadi debu
Ku di liang yang satu, ku di sebelahmu…
– banda neira, sampai jadi debu –

Semua bertepuk tangan, lagunya sangat menyentuh sekali. “Aku persembahkan lagu ini untuk lelakiku yang setia menungguku, yang setia ada di sampingku. Lagu ini juga ku persembahkan untuk 4 sahabatku yang setia menemaniku. Hari ini adalah hari yang paling istimewa dalam hidupku. Untuk pertama kalinya aku bertemu lelakiku, setelah 2 tahun kita LDRan. Untukmu lelakiku, aku mencintaimu selalu… Irwan..”
Irwan dan 4 kawannya langsung menoleh ke arah panggung. Mereka kaget bukan kepalang saat melihat wanita itu. Irwan pun segera berlari menuju panggung, segera ia memeluk wanita itu dengan kerinduan yang mendalam. Setelah itu ia berlutut dan berkata. “Senja Seindah Edelwais… maukah kau menikah denganku, menjadi pendamping hidupku, sampai kita jadi debu…” Irwan menunjukkan cincin pernikahan mereka.
“terima.. terima.. terima..” teriak para pengunjung dan kawan Senja. Kawan Senja menangis bahagia melihat sahabatnya hadir di hadapannya.
“ya, aku mau..” cincin itu pun disematkan di jari manis Senja. Semua pengunjung bertepuk tangan. Irwan dan Senja berpelukan melepas rindu yang telah lama terpendam. Hari ini semua berbahagia, Lia langsung memeluk dan mencium sahabat wanitanya. Semua kembali seperti semula, kebahagian hadir kembali.

Bulan depan Senja dan Irwan menikah. Undangan pun telah tersebar. Semua yang menerima undangan pernikahan mereka kaget dan seakan tak percaya. Ternyata setelah Senja berada di panti Rehabilitas, ia memutuskan pergi ke Kalimantan Selatan. Ia mengabdi disana, ia menjadi relawan dan berusaha mengubah dirinya menjadi lebih baik. Dan ia juga mendirikan organisasi terbesar seIndonesia sebagai anti narkoba.

Cerpen Karangan: Api Unggun
Facebook: Api Unggun

Cerpen Ketika Senja Tiba merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selalu (Part 1)

Oleh:
“Jangan beri pupuk atas cinta yang tak pantas ini. Jangan beri harapan kepada rasa yang tak wajar ini,” – Keena untuk Nubie. Gadis itu duduk termangu di seberang sungai

Antara Icha dan Chacha

Oleh:
“Icca bangun matahari telah terbit” ujar mamaku sambil membuka tirai. Sinar mentari mengenai wajahku. Silau, kuangkat selimutku untuk menutupi tubuhku. Mamaku menarik selimutku dan membangunkanku. “Bangun Cha, udah jam

Merindukan Hujan

Oleh:
Kata orang temu adalah penawar rindu. Tapi bagaimana jika merindu namun tidak ada celah untuk bertemu? Memuncak, bertambah, bertumpuk-tumpuk sudah pasti. Sama dengan hari-hari sebelumnya. Hujan menjadi viral di

Sahabat Sejati

Oleh:
Hai namaku Michael Alyesha. Aku masih duduk di bangku kelas tiga SD. Aku mempunyai seorang sahabat ia bernama: Chika jessi, namun aku seiring memanggilnya dengan sebutan chika. Hari-hariku selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *