The Advanture of Two Friends

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 4 June 2013

Hari Minggu, hari yang di tunggu-tunggu Nafa Maulidya Sahni. Bersama sahabatnya, Cassandra Syena. Nafa baru saja mendapat sepeda berwarna kuning. Karena nilai ulangan IPS-nya sangat bagus, Cassandra atau di sapa Sandra itu sahabat setianya. Yang selalu menemani Nafa dalam menghadapi segala kesulitan menghadang.

Segala kesulitan sangat mudah dilalui kedua sahabat itu, dengan saling bahu-membahu. Kring … Kring bunyi bel sepeda sangat nyaring terdengar oleh Nafa. Dilihatnya gadis cantik berambut hitam legam, itu Sandra!

“Hai … Naf! Ayuk kita main sepeda,” katanya dengan lembut.
“Ayuk … bentar lagi mau mendung!” kata Nafa tak yakin akan bermain sepeda.

Kedua sahabat itu, menjalankan sepedanya dan berlalu. Bermain sepeda dengan bergurau sangatlah mengasyikkan tapi sangat mengerikan jika di jalan raya, kan bahaya. Awan-awan hitam mulai berkumpul perlahan-lahan, mengeluarkan rintik-rintik air. Lama-lama semakin deras saja rintik-rintik itu.

Nafa dan Sandra segera berhenti dulu, di dekat taman yang ada pelindungnya dari basahnya air hujan. Selama satu jam mereka menunggu hujan itu berhenti, akhirnya berhenti juga rintik-rintik hujan itu. Matahari bersinar terang, menerangi bumi. Terlihatlah pelangi yang indah, tergabung dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu dan menjadi satu yaitu cahaya putih.

Pelangi itu sangat kecil dari kejauhan, Nafa dan sandra menuju tempat pelangi itu. Dilihatnya pelangi yang besar, cahaya putih yang mendekat pada mereka sungguh memukau dan pelangi itu berkata,

“Hai … aku Puffy!”
“Kau pelangi kecil ya! Anaknya induk pelangi ini,” sahut Nafa.
“Ya … mari ikut aku! Ke negeri Rainbow. Naiklah pada induk pelagi ini, dan kalian akan menuju negeri itu!” katanya lagi.

Nafa dan Sandra segera menaiki pelangi, dan berjalan terus sampai titik akhir. Sesampainya di ujung induk pelangi, Nafa dan Sandra terkagum-kagum. Melihat negerinya sangat indah, di banding yang mereka bayangkan. Warganya saja para pelangi-pelangi kecil. Rumahnya dari awan-awan putih.

Ketika induk pelangi tidak menunjukkan lagi dirinya, para pelangi kecil siap meggantikan sebagai induk pelangi. Para pelangi kecil bergabung menjadi satu dan menjadilah kumpulan pelangi besar.

“Puffy, aku Nafa dan ini sahabatku Sandra!” kata Nafa memperkenalkan dirinya.
“Oh … kalian bersahabat ya! Aku juga punya sahabat,” ajak Puffy ke suatu tempat.

Puffy menunjukkan suatu tempat, yakni awan hitam. Ia adalah petir kecil, atau panggilannya Cano. Kalau sudah waktunnya mendung, Cano akan berbaris dengan yang lainnya. Cano memang bersahabat baik dengan Puffy.

“Ayo … Puffy silakan masuk rumahku!” ajaknya ramah.
“Ini temanku! Cano, mereka baik lho!” kata Puffy mengenalkan kami.
“Senang bertemu dengan mu,” kata Nafa dan sandra bebarengan.

Mereka memasuki rumah Cano, rumahnya dingin banget. Mereka bercengkerama tentang rumah awan hitam ini. Selama satu jam Nafa dan Sandra segera pulang. Mereka berpamitan, untuk terakhir kalinnya.

“Bye … Cano dan Puffy!” kata Nafa tersenyum.
“Bye … semua!” timpal Sandra sembari melambaikan tangan.

Karena bentar lagi induk pelangi akan menghilang, jadi cepat-cepat deh. Cano dan Puffy cuma mengantar Nafa dan Sandra sampai pintu gerbang pelangi. Cano dan Puffy melambaikan tangan kepada Nafa dan Sandra. Nafa dan Sandra segera menuruni induk pelangi. Turun lagi deh di taman yang sejuk ini. Ternyata kami berpetualang sampai siang. Setiap hujan berhenti, Nafa dan Sandra selalu melihat pelangi, tersenyum pada mereka.

Cerpen Karangan: Tifa Raisandra
Facebook: Tifa Raisandra
Sudah lama nggak nulis cerpen lagi, karena kesibukanku akan belajar buat UKK nanti! Inilah cerpen keenamku! Padahal cerpen ini aku buat waktu kelas 5. Jadinya masih kayak anak kecil gitu 😀 … nikmatin aja deh cerita ini seperti makanan. Semoga enak di baca … hehe!

Cerpen The Advanture of Two Friends merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Lamaku Sudah Tak Kukenali

Oleh:
“Hallo teman-teman, aku Fayya Karin Putri. Panggil Fayya saja!” masih teringat saat dia mengenalkan dirinya pada anak kelas V-B. Aku Freya Alya Ukroy. Panggilannya Freya. Anak itu mengingatkanku pada

I Promise, Best Friend

Oleh:
Pagi Ini, aku ingin jalan-jalan bersama sahabatku, Elisa. Kami sangat dekat sudah hampir lima tahun. “Elisa!” seruku. “Eh, Zahra,” kata Elisa. “Mau ke Taman Cendrawasih, nggak?” tanyaku. “Yuk, kapan?”

Si Pembaca Serius Itu..

Oleh:
Setiap malam, menjelang pergantian hari.. “Assalaamualaikum..,” bisikku pelan sembari membuka pintu kamar kos. Aroma lemon pengharum pasaran, menyeruak hidung saat pintu terbuka pelan. Beringsut kumasuki ruang dengan dominasi warna

Jangan Ambil Sahabatku

Oleh:
Aku manusia biasa yang bersekolah di salah satu SMA Negeri Di Bandar Lampung. Aku tidaklah se*si tapi aku bersyukur dengan keadaanku sekarang ini. Aku juga tidaklah pintar tetapi aku

Adik Bayi

Oleh:
Namaku Putri, aku tinggal bersama ayah dan bunda yang sangat baik dan sangat menyayangiku, apapun permintaanku selalu mereka berikan. Namun sekarang tidak lagi, karena ada adik bayi yang tinggal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *