Kutuangkan Dalam Nada

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 September 2017

Hari hari yang kulalui cukup membuatku nyaman walau saat ini tidak ada wujud dari kedua orangtuaku di sampingku. Memang, pernah ada pepatah mengatakan “Carilah Ilmu sampai negeri Cina”, dan itu memang sedang kujalani walau tidak sampai di Cina.

Oh ya, perkenalkan nama aku Dharma Manggala Wirya, panggil saja aku Wirya. Saat ini aku duduk di bangku Kuliah tingkat 4 di Fakultas Ekonomi UGM. Aku anak tertua dari 2 saudaraku. Sekalian kuperkenalkan adik yang sangat kusayang Wuri Kinasih dan Rahjendra Aryananta yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar. Mungkin, hari hari ku tidak terlalu damai, karena banyaknya tugas, atau permasalahan keluarga dan yang terpenting aku selalu memikirkan bagaimana aku bisa mencari uang untuk menafkahi hidupku dan keluargaku. Aku sudah mencoba mencari segala jenis pekerjaan, tapi aku selalu tidak betah. Wajar, kebanyakan aku ditempatkan di daerah yang jauh dari sekolah dan juga rumah. Sampai suatu ketika, aku melamun di depan jendela rumah, menatap rimbunan pohon hijau yang ternyata memunculkan ide cemerlang.

Oh, aku baru merasakan, ketika aku lomba pentas seni aku sempat menciptakan sebuah karya yang terinspirasi dari kehidupanku saat itu. Dan karya itu dibeli seorang produser rekaman dengan harga yang cukup mahal. Namun, aku tidak yakin, apakah nanti seorang Wirya bisa terjun ke dunia seni lagi? Sedangkan selama 3 tahun tidak pernah lagi bermain musik?. Apalah yang tidak mungkin? Kenapa aku tidak mencoba dulu?.

Segera kubuyarkan lamunanku, berlari mengambil sebuah gitar usang yang kusimpan dalam gudang, kubersihkan dari debu yang menempel dan akhirnya gitar tuaku dapat kugunakan lagi. Karena waktu itu kuliah sedang libur, maka kuhabiskan waktuku di kamar. Menuangkan segala kesedihanku, kebimbanganku, dalam sebuah rangkaian syair indah bernada.

Dan beberapa jam kemudian sebuah karya tercipta. Betapa senangnya walau kadang ada rangkaian syair yang kurang pas atau nada yang tidak enak didengar. Memang butuh waktu lama untuk membuat sebuah karya yang benar benar indah.

“Oahm…” aku menguap merasakan kantuk yang teramat sangat, “Mamah? Wuri? Jendra?” tidak ada sahutan? pada ke mana mereka?. Kulirik jam dindingku, “Hah?!! Jam 10 malam? apa aku ketiduran ya?” pikirku, “Handphone mana Handphone?” sambil mencari cari barang pentingku itu. “Wallah?! 10 pesan diterima?” terkejut sekali aku. “Waaa? yeaaay!” senang ku, sms dari seorang tetanggaku yang ternyata produser itu mengagetkanku. Bagaimana tidak? Dia mengajakku untuk mencoba mengaranseman lagu karyaku sendiri, dan dia bersedia membayarku cukup mahal karena komentarnya nada dan syair dari lagu ciptaanku sangat indah dan familiar. Heran dan heran, secepat ini jawaban Tuhan untukku? Oh Terima Kasih Tuhan. Ternyata aku punya bakat dari hobi yang dapat menghasilkan uang.

Dan setelah kontrak dengan produser karierku melejit dari seorang rakyat jelata menjadi seorang komposer dan penyanyi Indonesia.

Cerpen Karangan: Nowin Nariswari
Facebook: Retno Windhari
Hobinya sama, cuman suka bikin lagu tapi belum rezekinya ketemu produser ๐Ÿ™‚ Hay saya Anting Retno Windhari .. Dari SMKI YK .. Selamat membaca ๐Ÿ™‚

Cerpen Kutuangkan Dalam Nada merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Lovely Teacher

Oleh:
โ€œFree download game Zuma, tinggal ngetik itu aja fer.โ€ Jelas Sam padaku. โ€œWoi lo dengerin gue kagak sih? Kok malah ngelamun,โ€ Ucap Sam kesal padaku โ€œIya-iya gue denger kok,โ€

Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
Semuanya berawal dari persahabatanku dengan Sindy sejak kami SMP sampai sekarang kami berdua sudah masuk SMA. Walaupun kami berdua tidak satu kelas tetapi kami sering bertemu pada saat bel

Sedih Atau Bahagia

Oleh:
Jum’at ini aku seneng banget karena aku bakal ketemu sama Fiki, karena kemarin aku ijin gak masuk sekolah. Siang-siang kaya gini panasnya kebangetan. Yup aku termasuk murid siang karena

Tania

Oleh:
Seorang gadis remaja berbaju putih biru tengah berdiri di depan sebuah gedung sekolah. Dari tadi wajahnya yang cantik tampak gelisah. Siapakah gerangan gadis itu…? Namanya TANIA PUTRI. Dia adalah

Kegelisahan Cici

Oleh:
Entah kenapa hari ini terasa lain dari hari kemarin-kemarin. Padahal tidak ada satupun hal yang lain yang dialami oleh Cici. Aktivitasnya hari ini dimulai dengan sholat subuh sama seperti

โ€œHai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?โ€
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *