Si Pengganggu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 5 April 2021

Di balik jendela kelas yang ditembus cahaya senja, gadisku menatap cemberut berpaling dariku seolah menganggapku tak pernah ada. Seperti biasa, dia menyendiri saat pulang sekolah menatap langit jingga dan sudah kehilangan sifat periangnya, setiap hari aku memandanginya di bangku paling depan mencoba menghiburnya namun sia-sia.

Kelas begitu sepi hanya ada kami berdua mungkin baginya dia hanya seorang diri, seperti biasa aku mencoba mendekatinya namun terhenti ketika seorang cowok datang dari luar melewati ambang pintu, sesaat Gadisku tertegun dia adalah mantan pacarnya, seseorang yang membuat si Gadis jadi pemurung karena dikhianati, kenapa cowok itu kembali? Seharusnya dia lenyap saja.

“B-belum pulang Mil?” tanya Cowok tersebut agak gugup.
“Belum Dra,” jawab Emilia mengalihkan pandang keluar jendela.

Tercipta keheningan diantara mereka berdua, aku tidak suka suasana ini, seharusnya Emilia membenci Andra karena telah mengkhianatinya, tapi raut mukanya menunjukan dia masih menyimpan perasaan untuk cowok di sampingnya begitu jelas ketika dia memainkan rambut saat merasa canggung.

“Aku ingin bicara,” Andra menatap Emilia yang masih terlihat tak peduli.
“Jika tidak penting mending pergi saja,” balas Emilia dingin tak sudi memandang balik cowok ini.
“Aku tidak menyalahkanmu jika membenci diriku, setidaknya kau harus tau kebenaran,” ujar Andra menghadap sepenuhnya kepada Emilia.

Gadisku kini menatap Andra setelah dia mendengar dan menggumamkan kata ‘kebenaran’ alisnya sebelah terangkat seolah tak akan mempercayai lagi tentang penjelasanya mengenai kebenaran dari konflik diantara mereka bedua.

“Semuanya sudah jelas, aku melihatmu pergi bersamanya, dengan mata kepalaku sendiri kulihat kau memeluknya,” ujar Emilia sembari menunjukan bukti sebuah foto di smarphonenya.
“Itu hanya kecelakaan, kamu salah paham—”
“Ini faktanya, kamu memberikan sebuah kalung untuknya,” potong Emilia sembari menggeser layarnya menunjukan Andra sedang mengenakan kalung kepada cewek lain.

Kurasakan suasana di sini semakin memanas, kesuraman kelas bertambah saat cahaya mentari terhalang awan dan kelas menjadi lebih gelap, angin terasa dingin menyibak tirai dan menerpa kedua manusia yang dilanda konflik ini. Sendari tadi aku dikacangin karena itu aku melangkah mendekat untuk melerai mereka sekaligus mengusir Andra cowok menyebalkan ini.

“Syuh… jangan ganggu,” usir Emilia pelan kepadaku.

Entah kenapa hatiku sakit, segitunya kah Emilia tak menyukaiku? Padahal aku yang selalu menemaninya saat menyendiri di sini, kenapa dia malah memilih berbicara kepada Andra yang jelas telah menyakitinya?

“Ini tidak seperti yang kamu pikirkan, percayalah padaku,” bujuk Andra dengan tatapan memohon.
“Sebaiknya kau pergi saja, aku tidak mau mendengar apapun darimu,” balas Emilia membuatku senang.

Bagus! Emilia mengusinya, namun sepertinya cowok itu keras kepala dan masih diam di sana, aku mencoba mendekat untuk mengusir Andra namun dia malah berontak.
“jangan deket-deket, pergi sana,” usir Andra pelan.

Gak nyadar! Yang pergi itu harusnya dia, setelah dia mengusirku kulihat dia mengeluarkan sebuah kalung dari dalam sakunya, Emilia tertarik karena kalung itu mirip dengan di Foto.

“Sebenarnya aku hanya ingin membeli hadiah, aku tak tau apa yang kau suka jadi aku mengajak sahabatmu untuk memilihnya, apa kau suka kalung ini?” tanya Andra tersenyum.
Emilia terkejut saat melihatnya lalu menunduk dengan wajah memerah, terdiam dengan seribu bahasa meski begitu dia memaksakan dirinya untuk mengangguk dan mengucapkan “Maaf” kepada Andra.

Andra menggeser tempat duduknya semakin dekat dengan Emilia lalu tak lama dua orang datang seorang cowok dan cewek yang ada di foto, seorang dari mereka membawa kue ulang tahun yang di atasnya menyala Lilin dengan angka 17. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun, Emilia yang melihatnya terkejut merasa terharu karena kejutan teman-temannya.

Setelah meniup Lilin Si Cewek yang bernama Mona itu menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi, dengan begitu Emilia memaafkan Andra, tapi aku tidak suka jika Emilia balikan sama Andra bukankah lebih baik mereka putus saja? dari tampangnya saja aku tau dia cowok gak baik. Lebih kesalnya lagi mereka tak peduli denganku yang berada di samping Emilia.

Kulihat Andra memanas-manasiku dengan merangkul dan mengecup kening Emilia, sorot matanya begitu licik saat dia menatapku.

“Boleh aku pakaikan kalung ini padamu?” izin Andra yang dijawab dengan anggukan.

Emilia mengikat rambutnya yang sepunggung dan Andra melangkah ke belakangnya, kulihat kalung itu hendak dikenakan tapi aku tidak akan membiarkannya begitu saja, dengan perasaan kesal dan marah aku dengan cepat terbang memeluk Emilia erat sontak membuatnya berteriak keras. Dengan sigap Andra melepasku dari Emilia dan mengbantingku ke meja, tak membiarkan diriku lari dengan kejam Andra menghantamku dengan buku tebal sehingga menggema ke seluruh kelas, di akhir hayatku aku dapat mendengar umpatan dari Emilia yang kesal.

“Kecoa sialan!”

Tamat

Cerpen Karangan: Miftah
Facebook: Miftah Abdul Patah
Wattapad: MAP171615

Cerpen Si Pengganggu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Arif Part 2

Oleh:
Hari itu, aku merasakan lelah. Sudah 5 bulan aku tidak lagi ketempat mas arif bekerja. Mas arif pun mengerti, hingga tidak banyak menggangguku kecuali dengan sms setiap malam itu.

Terjebak Khayalan

Oleh:
Adzan Isya belum berkumandang. Wajah Imran terlihat ngantuk, sekali-kali ia menguap. Adiknya, Marwan duduk bersandar di tiang gubuk. Ayah dan ibu mereka sudah meninggal setahun yang lalu. Setelah orangtua

Kamu Lovable

Oleh:
Pentingkah peduli apa yang dilakukan dan tempat kencan pertama tiap pasangan? Seperti teori surya yang pasti tenggelam di barat maka tujuanku adalah sesuatu yang sudah sangat jelas. Membuat kedua

Mau RenSot, di Suruh Mencok

Oleh:
Tanggal 17 Juli 2013, ada sebuah acara besar-besaran yang diadakan oleh Keluarga Pak Budiman. Acara tersebut adalah acara yang diadakan karena anaknya berulang tahun, sekaligus karena anaknya Dini meraih

Boyband Westlept (Antara Ada dan Tiada)

Oleh:
Merenda mimpi menjadi kenyataan adalah obsesi setiap insan yang bernyawa. Berbagai usaha pasti dilakukan untuk mencapai mimpi tersebut. Meski peluh mengering dan raga tak lagi menunjukan ketegarannya, hal itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *