Thanks Miko (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 16 March 2014

Tut.. tut.. tutt..
“Ya beb, maaf beb jangan telpon sekarang aku lagi sibuk nih, bentar lagi aku ada pertemuan belajar kelompok beb”.
“Dio.. bisakah kita ngobrol sebentar aja..”
“Ya beb, mungkin lain waktu aku temui kamu, bener beb aku lagi banyak acara sore ini”
“Kapan kamu ada waktu buatku, setiap hari kamu belajar, belajar…”
“Sorry sayang, nanti aku jelasin, aku hubungin kamu nanti yaa.. mmuuaach”
Tut.. tut.. tut.. tut. tuut

“Dio.. Dio.. Diooo.. f*ck you..”, sahutku marah. Pllaarrr…rrrr… Hp BB yang aku beli kemarin, aku banting dan pecah berantakan di lantai kamar.
“Selalu gak ada waktu buatku.. selalu aku yang salah.. aku ini cewek.. kamu tau kan.. stupid stupid stupiiiid..” aku menggerutu dalam hati.

Namaku Amelia Swas Goodiya, teman-temanku biasa memanggilku Amel. Aku adalah anak yang bisa dibilang beruntung, ayahku seorang Direktur perusahaan yang bergerak di bidang General Supplyer bidang suku cadang kendaraan terbesar ketiga di Bekasi. Sedangkan ibuku adalah pemilik restoran mewah spesial masakan Italia yang cukup terkenal di Bekasi juga.

Aku adalah pelajar SMK Negeri elite yang ada di Bekasi, dan jurusan otomotif adalah pilihan yang aku pilih sebagai tujuan awal bahwa suatu saat nanti aku bisa meneruskan usaha ayahku. Saat ini aku sedang dalam masa PKL atau Praktik Kerja Lapangan selama 2,5 bulan, dan aku mengambil daerah Yogyakarta sebagai tempat magangku. Tepatnya di daerah sekitar Tugu Jogja, yang aku sendiri gak tau nama daerahnya.

Dio adalah nama pacarku Dio Restana Pernama, nama yang indah tapi tak seindah sifatnya ke aku, gak pernah perhatian, egois dan ah aku gak tau dari mana aku suka dia. Dia anak konglomerat juga, ayahnya pengusaha kerajinan perak impor. Dia kuliah di Universitas ternama di jogja. Dan iulah, kenapa aku memilih Jogja sebagai tempat aku magang PKL. Berharap Jogja in Love.. hahaha

“ahahaaaahaha.. hihihi wahahahaa” aku tertawa membaca status temen Fb aku yang belum pernah aku kenal.
“like, like, and like, wow 154 komen untuk status konyol kayak gini hahahaa.. brengsek ni orang otaknya dari apa, pengalamannya selalu menyenangkan” aku senyum senyum di depan laptop Toshiba ku.
“Namanya ehm.. eehm… Miko.. wow kece juga..”
“Ups.. upppsss hahahahahahaha”. Aku kembali tertawa setelah melihat nama oposional dalam kurung ternyata nama lengkapnya Raden Sumantri Jadmiko.
“Oh God Help me.. hahaha”
Baru kali ini aku bisa tertawa lepas.. ya terlepas dari penatku magang ditambah Dio pacarku yang menyebalkan.

Tiap hari aku buka FB Miko.. aku gak peduli dengan Dio.. aku biarin ternyata dia gak nelpon balik juga sampai akhirnya aku juga gak mau peduli. Saking seringnya aku like like and like, akhirnya eh akhirnya Miko menyapa lewat pesan FB dan kami terlibat dalam percakapan.
Tung ting
“Selamat malam nona manis” Miko menyapaku
“Apa lu. Ngapain nyapa-nyapa, sok kenal lu” aku pasang emoticon galak dan marah
“Ada masalah?” Miko membalas
“Eh lu gak usah sok deh, lu siapa gue gak kenal lu..” aku pura-pura marah.. secara gituu gua kan cewek, jaim dong, biar kelihatan wah.
“Namaku Jadmiko, aku tinggal di Jogja, salam kenal.. thanks ya dah sering mampir dan like statusku :D” ekspresi mringis yang nongol.
“Anj*ng lu.. kagak usah ngenalin diri, toh aku juga cuma sekedar lewat and like kok.”
Sosok Miko memberi warna baru dalam hidupku, Cuma mungkin aku jaim untuk beberapa waktu.
Aku pun off, karena waktu sudah hampir jam 9 dan aku belum juga mandi. Iuhh..

Temen-temen ku bilang aku ini tomboy, ya memang.. aku tomboy dan kata-kataku kasar mungkin lebih kasar dari seorang bos yang memarahi karyawannya. Temen-temenku gak ada yang berani menantangku. Bawaan sejak dulu karena semua di SMK itu cewek gak boleh terlihat lemah. Disiplin dan keras adalah hidupku. Aku adalah anggota Osis dan Tonti di SMK, so what my weakness? Nothing.

Temanku banyak yang bilang kalau aku ini seperti beruang kesurupan, aku sering dipanggil Endut, padahal aku gak gendut-gendut banget, seksi deh. Cantik dan aku punya segala yang aku ingin. Tinggal kring.. kringg yah 5 juta dong, dan ATM udah memberi jawaban.

Tapi satu hal yang mengganjal, bahwa aku jarang bisa tersenyum, entahlah, marah adalah hobiku, sampai-sampai ada temen cewekku nangis karena beradu mulut denganku, kata-kata kotor kasar dah gak asing di mulutku. Meski terbilang siswa pandai, ya 10 besar sesekolah jadi bukti tiap semesternya tapi Skorsing dan hukuman jumping jap udah menjadi hal biasa bagiku.

Huh PKL di Jogja ternyata dimanfaatkan oleh ayahku untuk mengajariku berhemat. Aku hanya ditransfer 500 ribu / minggu. Sengaja, ayah ingin tahu seberapa kemampuanku, atau ingin membalas dendam karena di rumah aku sering membuat onar.
“Oh Neptunusss.. you try to cheat me…” keluhku setiap cek saldo di ATM.

Uang 500 ribu sedikit banget bagiku. Gimana gak. Bayar kos, bensin motor, makan, laundry. Di Jakarta 500 ribu itu 1-2 hari aku dah habis. Tapi mau gak mau aku terima aku pun mulai berhemat, ditambah kemarin aku jual BB ku seharga 400 ribu, lumayan tapi nyesel juga, kenapa juga harus aku banting cuma gara-gara Dio sialan itu, coba masih utuh, pasti lebih dari 1,5 juta aku bisa jual.

“Nona manis, cewek yang baik itu tidak akan mudah marah, dia punya jiwa yang lembut. Eh lihat tu foto kamu, gak ada yang tersenyum.. kenapa?? Kamu bangga bisa seperti laki-laki, menyerupai laki-laki, kamu bangga, kamu membentak seperti laki-laki kamu bangga? Nona manis, jadilah layaknya seorang wanita yang anggun dan mempesona dengan tutur kata yang halus dan menyejukkan :D”
Ternyata inboxku kemarin masih berlanjut dan Miko membalasnya, uh kata-katanya membuatku serasa terpukul dengan palu seberat 100 ton yang mengena kepalaku. Duaarrr.. aku belum pernah dapat inbox yang seperti itu, bahkan dari Dio, pacarku sendiri.
“Ehm.. maaf mas, aku sebenarnya juga gak gitu kok, aku gitu cuma sama orang-orang tertentu kok.” Aku membalas dan menambahkan emoticon sedih dalam inboxku.

3 menit, 5 menit, 10 menit, aku lihat inbok cek cek cek dan gak ada yang baru dari miko.. aku tunggu sampai akhirnya.. Duung tit..
“Hahaha cobalah tersenyum nona, coba kamu lihat wahahaha.. mirip kamu kan” Miko membalas dan menambahkan emotion Pandi si beruang konyol yang sedang meringis.
Sontak aku tertwa kecil. Nama aku masih aja dengan jaim and sok wow sifatku.
“Heh.. lu.. ahaha.. kamu abis makan bom atom ya?” balasku.
“Lah.. kok iso ndes” logat jawa miko keluar
“Ndes palalu hahaa.. karena otakmu erorr hahahaaa”
Aku gak tau apa “ndes” dan kata-kata aneh miko, yang pasti kami berdua larut dalam canda tawa dan aku gak peduli lagi dengan jaim dan apapun itu aku sudah terbawa dalam kegembiraan dunia maya ini.

Hari berganti hari dan kami saling kenal meskipun sekedar lewat dunia maya. Miko anak Jogja asli. Dan dia umurnya 19 tahun, 2 tahun lebih tua dari aku. Dia bekerja di sebuat perusahaan sebagai admin keuangan.

Seperti biasa aku inbox Miko meski dengan kata-kata nyleneh dan kasar tapi aku bisa menikmatinya. Sampai akhirnya Miko menanyakan hal pribadi dalam hidupku.
“eh ndut, aku pengen nanya, tapi jangan marah ya, tinggal dijawab aja dan kalau berat ehmm, gak dijawab juga gak masalah… so?” miko memulai
“tumben lu hari ini serius, mo nanya apa?” aku membalas.
“Kamu dah punya pacar?”
“Udah, namanya Dio, kuliah di UAD ambil jurusan sastra. Emang kenapa, jangan-jangan kamu suka sama aku.. hahahahaha stop it plisss” aku gemetar menjawab pertanyaan Miko
“Huekk. huueeek.. hueeekk.. jd pacar kamu? What..? Ndak, pacar kamu setia? trus gimana dengan ortumu, kehidupanmu?” Miko membalas sedikit mengejekku.
“Pacarku setia, ortuku baik. aku bahagia, dan aku punya apa yang aku inginkan. Emang kenapa?” aku menyombongkan diri.
“Haha.. dasar beruang gendut, Kamu punya semuanya, tapi kamu gak punya senyum di hidupmu.!”
“aa.a.aaa…aaa…a” Jleb jleb jleb.. jantungku seolah-olah melaju dalam RPM yang tinggi.
“Miko, ok aku akan cerita tapi jangan off sebelum aku selesai. Ok” balasku.
“Dengan kerendahan hati, Nona”
“JANGAN PANGGIL AKU NONA!”
“Iyo iyo ngan, Mendoi” balas Miko
“what?”
“ee… maksudku iya mbak, silakan bercerita :D” Miko membalas

Akhirnya aku bercerita dengan orang yang hanya aku temui di dunia maya. Tapi aku yakin, Miko orangnya baik, dan bisa menjaga cerita suramku. Aku ceritakan betapa menjengkelkannya Dio, masalah sekolah, keluargaku yang kadang tidak ada waktu buatku dan bahkan masalah uang 500 ribu pun aku ceritakan semua.
“Miko, itulah kisahku dan mengapa aku tak bisa seceria sepertimu” tegasku.
“Ehmmm… apa bedanya kamu denganku.. kita sama Mel, yang mebedakan adalah bagaimana cara memposisikan perasaan kita, sehingga kita bisa ceria dan mengubur masalah kita.”
“Maksud kamu? Cerita dong, apa kisahmu..”
Miko pun memulai ceritanya, namun belum mencapai 10 kalimat dia memutusnya. Aku pun marah
“Hei.. Cuma itu? Br*ngsek lu.. cerita apaan” aku marah
“Haha.. kita ketemuan, besok sabtu sore di JEC ada pameran modifikasi motor, aku tau kamu suka, pameran sampai jam 9, aku tunggu kamu disana jam 4 sore, jangan terlambat ya.. 087732678990 Ke chaaaaww..”

Miko pun off meninggalkan nomor hpnya dan cerita misterius. Sebenarnya aku marah tapi aku pikir ada benernya juga, lagi pula aku juga tertarik dengan pameran motor modifikasi. Aku ingin ke pameran itu 2 hari yang lalu, tapi gak sempet karena Rani temen satu PKLku sakit dan harus di rawat di rumah sakit. Dan mungkin ini waktu yang tepat, seperti apakah sosok Miko?

Sudah jam 3.15, aku mandi sepulang dari aku PKL, aku gak mau Miko kecewa, sebenarnya, aku bingung dengan perasaanku sendiri, seperti ada getaran yang membuatku begitu penasaran dengan sosok Miko.
Brum.. brrumm… motor Supra terbaru yang aku gadai dari kantor pegadaian untuk 2,5 bulan ini pun berbunyi nyaring dan aku meluncur ke JEC, yang aku sudah yakin karena kos ku hanya berjaran 10 menit dari JEC jadi aku pasti datang lebih dulu. Haha. Dan benar saja aku sampai sebelum jam 4.

Kwingkwung… Hp di saku jaketku berbunyi..
“Heh beruang gendut, posisi dimana?” oh sms Miko.
“Aku di sebelah barat pake baju merah celana merah motor supra merah dan sepatu hitam, bawa tas biru”
Aku menjawab dengan ekpresi jahat hahah.

10 menit, 20 menit, setengah jam berlalu dan miko belum juga menghampiriku, sementara waktu sudah menunjukan pukul 4.30 pm. Tiba tiba..
“waaaaaaaaaaaaa” aku menjerit ketakutan dan berlalu mengitari pohon dekat tempat motorku diparkir melihat sesosok makhluk berwajah hitam berada di depanku.
Kemudian sreeeettt.. sosok itu menarikku dan aku berhenti tepat di depannya dan masih terdengar suara lirih krenggosan sosok itu.
“ssiiissiiissiiiapa kamu” aku bertanya gugup dan tak bisa berlari karena tanganku masih dipegangnya.
Kemudian sosok itu membuka kresek hitam yang menutupi mukanya.
“Raden Sumantri Jadmiko” sahutnya.. Wajahnya ganteng sosoknya lumayan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek untuk bisa berdiri di depanku. Tatapan matanya yang mengarah ke mataku tak bisa aku hindari.
Plllaaakkk…
“Aaaaawwww”
“Ngapain lu pake nakut-nakutin gua segala, udah datang telat, pake usil, jantung gua mo copot.. ah” aku menunduk masih tersedak-sedak.
“Heh beruang gendut, kamu lihat disana, disana, disana dan disana, semua pake baju merah, karena ini temanya Merahkan Harimu di JEC, hah.. kebanyakan pengunjung tentu memakai baju merah..” Miko menjawab.
“haaaaaah..” aku benar-benar tidak tahu kalau hari ini ada tema berbaju merah, pantes Miko terlambat, eh bukan terlambat, tapi kesulitan mencariku.
“Hehehee.. maaf maaf.. tapi gimana kamu bisa tau kalau ini aku, Amelia?” tanyaku sambil meringis.
“Hanya kamu yang pake tas biru konyol dengan gantungan busi tua disini” Miko pun tersenyum.
“Aw aw aww”
“Miko..?” aku keheranan
“Sakit, goblok”
“Hahaa dasar, sini..” aku duduk di samping miko dan mengeluarkan obat penghilang rasa sakit cair yang memang selalu aku bawa untuk berjaga-jaga saat di tempat PKL. Aku menteskannya pada kapas dan mengusapkan pelan di pojok mata kanannya yang aku tampar tadi.

Perasaanku tidak bisa aku bohongi, mungkin ini yang dinamakan cinta pandangan pertama, dia memikatku dalam sekali senyum. Tak berbeda jauh saat di FB, aku tertegun menatap wajahnya yang sedikit merintih karena tamparanku. Matanya yang bulat dan wajahnya yang bersih tanpa jerawat setitik pun dan rambutnya yang cepak keren membuatku tak bisa mengalihkan perhatian.
“mel.. mel.. mel.. AMELIAAA” tiba-tiba miko sedikit berteriak lemah.
“ha?” aku tersadar dari lamunanku
“ini yang kamu usap bibir, yang sakit matanya..” Miko mengerutkan jidadnya ekspresi marah.
“oh.. oh.. maaf maaf sorry sorry Miko” aku gugup dan membersihkan bekas kapas yang menempel di bibir Miko.

Setelah itu, aku dan Miko masuk ke ruang pameran. Aku pun tak hentinya mengagumi motor-motor yang ada di ruangan JEC.
“wooww Miko, lihat.. metic yang berkilau dengan air brush limousin classic theme”
“wwwaaaa seher ganda Miko..”
“ini Miko Sssaaatria 250 Cc yang akan keluar tahun 2015”
Aku terus mengagumi motor-motor yang terjajar di pameran itu.

Dan jam sudah menunjukkan pukul 18.15, Miko mengajakku keluar untuk sholat magrib. Berhubung waktu itu aku sedang berhalangan karena masalah wanita, aku tidak sholat, aku putuskan menunggu Miko di Taman JEC sebelah barat. Tak lama kemudian Miko pun kembali.
“Ayo kita keluar cari makan” Miko mengajak
“Gak mau. Aku mau makan disini, bareng kamu duduk di taman ini, dan kamu yang bayar hahaha” aku meminta, aku lepas kendali dan tanpa sadar ternyata aku mencintainya..
“Whaattt..?” Miko kaget
“Disini mahal mel. Bisa kita cari tempat lain soto depan nampaknya enak..?” Miko memohon.

Tanpa pikir panjang aku menggeret upps.. lebih tepatnya menggandeng tangan Miko dan mendekati kios Mister Burger.
“Mbak, burger tipis daging dan tanpa salad ya mbak.. saur tar tar di atasnya, kamu apa Miko?” tanyaku memaksa.
“Sssaaatu Krrreebbby Petty mbak.. yang ini.” Miko menunjuk burger dengan daging dan roti biasa.
Sontak para pelayan kios tertawa lirih mendengar nama Krebby Petty yang hanya ada di Film Spongebob.
“Ok mbak, meja nomer 5 ya..” aku pun meninggalkan Miko yang harus membayar dulu. Terdengar lirih Miko memelas.
“Total 24.600 mas” kata pelayan kios.
“Hah. Semahal itu mbak” Miko menjawab
“iya, sudah termasuk air mineral, dan kami antar ke meja nomor 5 mas”. jawab pelayan itu.
“Ok, Ok.. biar saya aja yang bawa mbak, sekalianya jalannya”

Aku tertawa dalam hati, mendengar Miko yang konyol. Aku pun duduk di di kursi menunggu Miko di nomer 5.
“Permisi Nona, hidangan sudah datang” Sesorang menyodorkan 2 burger di meja.
“oh.. Miko.. hahaha thank You Sir Miko” jawabku.. kami tertawa bersama.
“Mari makan Mel..” Ajak Miko

Cerpen Karangan: Deden Sutrisna
Facebook: Sutrisna Deden
Saya Deden Sutrsina, Asli Yogyakarta. Punya mimpi suatu saat punya buku hasil karya sendiri

Cerpen Thanks Miko (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bias Asa Nadia

Oleh:
Melelahkan. Sudah lama aku tidak beres-beres kamar tidur. Akhirnya setelah melewati bulan-bulan yang sibuk aku bisa menikmati sejenak hari libur. Setelah dua hari kemarin dihabiskan berlibur bersama teman-teman sekantor,

Kau Berubah

Oleh:
Ku hirup udara malam dalam-dalam. Kejadian beberapa jam yang lalu kembali terputar di memoriku. Kejadian yang selalu berhasil membuatku menitikkan air mata kesedihan. Sahabat yang sudah ku anggap sebagai

Izinkan Aku Mencintainya (Part 1)

Oleh:
Kusambut hari dengan berseri Seiring mentari yang terus menyinari Selaras hati yang bernyanyi Serinai kasih yang menyinar di hati Bersama sahabat yang selalu dekat Jalin erat terikat kuat ALIEF

Kala Senja

Oleh:
Halaman belakang SMA Nagari dikelilingi belasan pohon mangga yang akan berbuah pada masanya. Berbagai macam mangga menggambarkan keanekaragaman di negara kita. Salah satu pohon tertua disana, pohon mangga madu,

Karena Kita (Part 2)

Oleh:
Hatiku yang hancur! Ketika cinta kita bergetar di hatiku! Sekarang, ketika kita telah usai, kau hancurkan hati itu! Ketika anda menghancurkan hati yang mencintai anda. Itu s-s-s-s-sakit sekali! Bagaimana

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *