Andi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 14 December 2015

Aku berjalan menyusuri lorong sekolah berniat untuk mengambil buku yang tertinggal di meja kelasku. Suasana sekolah nampak sepi karena semua murid memang sudah di pulangkan sejak 1 jam yang lalu. Aku berjalan agak cepat berharap pintu kelas belum dikunci, dan yes!! Akhirnya pintu masih terbuka. Dengan segera aku masuk dan mencari-cari bukuku yang tertinggal. Namun tiba-tiba, (pluk!) sebuah tangan menepuk pundakku. Dengan terkejut, aku menoleh ke belakang.

“Andi?” Tanyaku heran.
“Kamu ngapain di sini?” Tanyaku lagi.
Andi hanya tersenyum dengan mata berkaca-kaca ia kemudian memelukku sembari berkata.
“Aku senang bisa menjadi sahabatmu selama ini, aku juga bangga punya sahabat yang baik seperti kamu”

Aku melepaskan pelukannya dengan perasaan penuh tanda tanya. “Hahaha Kamu apaan sih? Kok sampe segitunya?” Tanyaku heran.
“Iya, aku juga senang kok bisa punya sahabat kayak kamu, yang baik, yang selalu ada, ya meskipun kadang suka rese wleeee!!” ledekku. Andi hanya tersenyum.
“Ya sudah ayo sekarang kita pulang, udah mau sore tahu” ajakku kepada Andi. Namun Andi menggeleng dengan senyumnya yang masih terpancar dari raut wajahnya.
“Duluan aja” sahutnya.
“Ya sudah aku duluan ya, kamu nanti cepet pulang, oke bye…” seruku sambil berlari pulang meninggalkan Andi.

Di jalan tiba-tiba hp-ku berdering, rupanya telepon itu dari teman sekelasku juga, Yusni.
“Halo Yusni ada apa?” Tanyaku mengangkat telepon.
“Dedew..” sapanya dengan suara menangis.
“Kamu kenapa?” Tanyaku penasaran.
“Andi meninggal, Dew. Dia kecelakaan pas pulang sekolah tadi” ucapnya.
“Kamu jangan becanda, Yusni. Orang tadi aku ketemu Andi kok di sekolah, baru juga beberapa menit yang lalu. Kamu jangan bohong ah!” Seruku mengelak berita yang Yusni kabarkan.
“Aku juga baru denger kabarnya dari Tita sama Vena, mereka kan tetanggaan sama Andi”

Tiba-tiba, (deg!!) Jantungku berdegup kencang seakan tak percaya akan semuanya. Bergegas aku pergi ke rumah Andi, untuk memastikan kebenaran akan berita tadi. Sesampainya di rumah Andi, bendera kuning sudah tercecer di depan rumahnya, namun aku masih tak percaya. Aku berlari masuk ke dalam rumahnya, dan tangisku pecah ketika melihat Andi sudah terbujur kaku dengan alunan surat Yasin yang menghiasi ruangan tersebut. Aku berlari memeluk Andi, aku guncangkan badannya berharap Andi membuka matanya. Namun semuanya sia-sia. Andi pergi untuk selama-lamanya.

“Andi, meski kau telah tiada, tapi kau tetap sahabatku, sahabat terbaikku, dan aku bangga punya sahabat seperti kamu. Terima kasih telah hadir memeluk ku sebelum akhirnya kau pergi meninggalkanku untuk selamanya.”

Cerpen Karangan: Syarifah Dewi Nindi
Facebook: Nindi Syarifah Dewi
Nama: Syarifah Dewi Nindi
TTL: Indramayu, 25 september 1999
Sekolah: SMAN 1 Sliyeg-Indramayu
Mohon maaf jika ada cerpen yang mirip ya. Bukan maksud menjiplak, tapi saya tidak tahu. Terima kasih 🙂

Cerpen Andi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dinda

Oleh:
Pagi hari yang cerah. Aku mengenakan kemeja kotak-kotakku dan kerudungku. Aku langkahkan kaki menuju teras rumahku sambil melakukan olahraga ringan, untungnya hari itu sekolah sedang libur. Tak lama kemudian,

Seandainya Kau Mencintai Ku (Part 3)

Oleh:
“Dinara, tunggu,” Teriak seseorang dari lapangan basket. Dinara menoleh ke arah suara yang sudah tidak asing lagi baginya. Tampak Ray tengah berlari menuju ke arahnya. “Din, aku mau ngomong

Dunia Kita Semakin Gelap

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 06.30 pagi. Namun, asap kendaraan sudah menyebar ke mana-mana. Klakson-klakson mobil dan motor terus berbunyi yang menandakan kekesalan pengendara ketika macet. Ya, rumah Putri memang berada

Hari Terakhir

Oleh:
Pagi itu aku berangkat sekolah dengan gembira, sampai di sekolah entah mengapa saat aku melihat sahabatku hatiku merasa kesal, tiba tiba reza musuh bebuyutanku itu menghampiriku sambil berkata “mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *