Guest Flower (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 15 January 2019

Kantor Learn Design Future,
Bastian dan Marsha masuk ke ruang tamu, di sana banyak lukisan Bastian yang sangat cantik dan berhasil membuat Marsha takjub.
“Wah, keren banget lukisan lo Bas, kok lo bisa sih?” Tanyanya
Bastian tersenyum bangga “Oh iya donk, semuanya ada di imajinasi gua,”
Marsha tak begitu mempedulikan jawaban Bastian, matanya tertuju ke lukisan wanita di pojok kursi, “Wah lo hebat ya, bahkan di imajinasi lo bisa muncul cewek cantik kayak gini,” Ucap Marsha yang membuat salah satu resepsionist di sana terkejut
Itu kan lukisan Sheira,
“Hey, itu orang beneran!” Gertak Bastian dan membuat sang resepsionist tertawa
“Oh, gua kira orang bohongan,” Marsha memperhatikan tulisan di lukisan tersebut, “Sheira?”
“Iya, dia Sheira, tunangan gua”
Marsha sedikit terkejut mendengarnya, “Tunangan lo?”
“Iya, tapi dia meninggal setahun yang lalu karena kecelakaan.” Jelas Bastian
“Oh, sorry Bas.”
“Iya gak apa,” Jawab Bastian lalu pergi meninggalkan Marsha
Marsha menemukan secarik kertas dibalik lukisan tersebut dan mengambilnya.

Malam harinya,
Marsha duduk santai membaca kertas yang ia temukan di lukisan Bastian
Salam cinta untukmu Sheira,
Aku sangat merindukanmu, aku merasa semuanya begitu sunyi..
Aku ingin dirimu, maka biarlah aku menjemputmu di malam dimana kau pergi meninggalkanku, dua hari dari hari ini, I Love u Sheira,
20/7/2017

Tangan Marsha gemetar, pikirannya kacau, “bastian!!” Ia melepas selang infus di tangannya dan segera mengambil jaket berlari keluar dari kamarnya.
Hujan sangat deras, jalanan pun tampak sepi, sepertinya semua orang memilih berdiam diri di dalam rumah. Begitu juga Bastian, ia terus menatap lukisan wanita di hadapannya,
“Sheira, aku kangen kamu… biarin aku jemput kamu malam ini ya,” Ucapnya dengan beberapa kapsul obat di tangannya, “Kamu tenang aja, kamu gak akan sendirian lagi, aku dateng Shei, aku dateng,” Bastian bersiap menelan kapsul-kapsul di tangannya, namun…
“Bastian!!!” Teriak Marsha dan membuang kapsul di tangan Bastian
Bastian tampak sangat terkejut, ia melihat tubuh Marsha basah kuyup karena air hujan, “Lo ngapain ke sini?” Tanya Bastian
“Lo yang apa-apa an hah? Lo mau mati? Lo masih punya kesempatan hidup lebih banyak lagi Bas!!!” teriaknya kesal
Bastian menatap Marsha dengan kesal “Apa urusan lo? Lo gak tau gimana rasanya keilangan orang yang paling lo cinta, lo gak tau cinta…!!”
“Lo bener, gua emang gak tau cinta, tapi seenggaknya, gua tau bagaimana menghargai cinta untuk tetap hidup!!! Lo… gua benci sama orang yang lebih milih mengakhiri hidunya karena satu alasan padahal dia masih diberi kesempatan, gua benci orang yang gak pernah mensyukuri kalo masih ada keluarga yang di sekelilingnya! gua benci lo bas!”
Bastian tampak sangat terkejut mendengar ocehan Marsha, gadis tersebut menangis tersedu-sedu sambil terus mengoceh.

“Lo mau mati? Silahkan,” Marsha mengambil butir-butir kapsul di lantai dan dilemparkan ke arah Bastian, “Makan itu kapsul! Di hadapan lukisan wanita yang pernah sayang sama lo!! Lo pikir apa yang akan dia lakuin kalo dia liat lo hah?!” Marsha membanting semua peralatan lukisan Bastian ke lantai, ia tampak sangat kesal. Marshapun berlari keluar rumah Bastian, ia terus berlari walaupun hujan turun semakin deras. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya begitu lemas, ia tak mampu lagi berlari, ia duduk di pinggir trotoar, kepalanya terasa begitu berat, darah segar mulai bertetesan keluar dari hidungnya, dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

Pagi harinya, Bastian benar-benar terus memikirkan Marsha, ya.. wanita itu kini terus berada dalam pikirannya sejak 2 hari yang lalu, dan kejadian semalam membuat pikirannya tak menentu. Bastian keluar dari kantor dan memutuskan untuk mencari alamat rumah Marsha, ia pergi ke Guest Flower, dan bertanya ke salah satu pelayan di Guest Flower tempat penjualan hamster.

“Permisi pak, saya mau Tanya, Bapak kenal wanita ini gak Pak?” Tanya bastian sambil memberi foto Marsha ke pelayan tersebut
“Oh, Marsha?”
“Iya bener pak, bapak kenal dia?”
“Iya, baru kenal 2 hari yang lalu, dia suka sekali meminjam hamster untuk dipegangnya saja.” Jelas bapak tersebut.
“bapak tahu siapa yang pernah antar dia ke sini?” Tanya Bastian lagi
“Dia selalu diantar ayahnya, salah satu dokter di RS dekat sini dek, namanya Dr. Harry”
“Baiklah terimakasih pak,” Ucap Bastian lalu berjalan pergi menuju mobilnya

RS Umum,
Bastian berdiri termenung melihat tubuh Marsha terbujur lemas dengan selang infus di tubuhnya.
Marsha adalah anak angkat saya, ia menderita leukemia dari kecil, saya menemukannya di jalan sekitar umurnya 5 tahun. Dia sangat pintar dan cantik, tapi sayangnya ia tak bisa keluar kemana-mana karena kondisi penyakitnya. Jadi ia saya rawat di RS selama 18 tahun. Penyakitnya tidak akan membaik sampai ia menemukan keluarga kandungnya untuk pendonoran sumsum tulang belakangnya. Ini adalah hari terakhirnya ia harus mendapatkan donor tersebut, kalau tidak, kami terpaksa menyerah.
Ucapan Dr. Harry masih terngiang jelas di kepala Bastian. Ia benar-benar merasa bersalah kepada wanita di hadapannya, “Marsha..” panggil Bastian pelan sambil menggenggam telapak tangan kanan Marsha. “Wake up please, Marsha… gua gak akan bunuh diri, demi lo, tapi lo harus bangun, gua janji bakal di sini terus sampe lo bangun, gua mau orang yang pertama kali lo lihat waktu lo buka mata itu gua, Sha, lo emang bukan Sheira, tapi lo udah mampu buat gua ngerti, gua juga harus bahagia demi Sheira untuk hidup di dunia ini.. Sha, tolong bangun,” ucapnya dengan penuh sesal.

Keesokan harinya, Bastian segera menuju RS untuk menemui Marsha. Namun, sesampainya di RS ia bertemu Ayah Sheira.
“Om, kok Oom di sini? Siapa yang sakit om?” Tanya Bastian
“Bastian, tante dan Sheira yang dirawat.” Jawab Papah Sheira
Bastian benar-benar terkejut mendengar ucapan Papah Sheira “Maksud Om? Sheira kan sudah meninggal setahun yang lalu.”
Papah Sheira mengajak Bastian duduk di sampingnya, “Ada hal yang Oom dan tante rahasiakan dari keluarga kalian 7 tahun yang lalu Bas, Sheira yang sebenarnya hilang 18 tahun yang lalu, lalu kami pergi keluar kota dan mengadopsi Sheira tunangan kamu. Dan saat kami kembali ke Bogor, Papah kamu menagih janji perjodohan antara kamu dan Sheira, apa boleh buat, yang Oom jodohkan sama kamu itu bukan Sheira anak oom, tapi anak adopsi oom, Sheira temen kecil kamu sekarang dalam masa operasi. Kamu ingat kan dulu dia gak pernah keluar rumah kecuali kalau ada kamu? Dia menderita leukemia Bas, oom ingat sekali Sheira itu takut yang namanya Barbie, dan dia juga suka sekali foto dengan patung.. Sheira yang sekarang, itu Sheira yang benar-benar mau oom jodohkan sama kamu. Namanya Marsha Bas,” Jelas Papah Sheira
Deg!!! “Marsha om??” Tanya bastian tak percaya
“Iya, Marsha, dia diadopsi Dr Herry, salah satu dokter di RS ini. Sekarang sedang dalam proses pencangkokan sumsum tulang belakang.”
Bastian benar-benar tak percaya mendengar penjelasan Papah Sheira, berarti, selama 2 hari ini ia benar-benar telah dipertemukan Sheira, Sheira yang seharusnya menjadi miliknya dari dulu.

“Bas, kamu kaget ya? Maaf oom sudah membohongi keluarga kalian. Ngomong-ngomong, kamu kenapa ada di sini? Siapa yang sakit?”
Bastian tersenyum kecil, “Marsha om, Bastian kenal dia dari 2 hari yang lalu, dan selama 2 hari itu dia mampu ngerubah hidup Bastian.”
Sontak Papah Sheira terkejut, “maksud kamu? Kamu sudah kenal Marsha?”
Bastian mengangguk, “Om, tolong kasih Sheira lagi ke Bastian, Bastian janji bakal jaga dia, Bastian janji..”
“Kamu yakin?” Tanya Papah Sheira ragu
“Iya Om, sudah seharusnya kami bersama, dan Bastian sudah dikasih takdir itu, Marsha adalah Sheira,”
Papah Sheira menghela nafas, “baiklah kalau itu mau kamu, oom setuju, jaga Sheira baik-baik. Oom percaya sama kamu.” Ucap Papah Sheira sambil menepuk pundak Bastian

Seminggu kemudian,
Marsha sengaja berjalan-jalan ke Guest flowers untuk menghirup udara segar. Tiba-tiba seseorang datang ke depannya dan memberikan mawar berwarna merah. Orang tersebut segera pergi tanpa mengucap sepatah katapun, selanjutnya anak-anak kecil memberinya beberapa bunga aster berwarna putih dan menariknya ke tempat hamster.
“Kenapa ini?” Tanyanya bingung namun tak ada jawaban dari mereka. Marsha tak mau ambil pusing, ia mulai memperhatikan hamster-hamster di hadapannya.
“They are really cute, isn’t it?” Tanya seseorang di sebelahnya
Marsha menoleh ke orang di sebelahnya “Bastian, Hey, Apa Kabar?” Tanya Marsha tampak bahagia.
“Ada satu pertanyaan dari gua dan lo harus jawab”
“Apa?” Tanya Marsha penasaran
“Kenapa lo lupa sama gua? Dan kenapa lo lupa kalo nama lo itu Sheira?”
Marsha tersenyum kecil “I don’t forget it, tapi gua mau coba lupain karena gua pikir, gua gak bakal menjadi Sheira lagi, dan gua gak bakal ketemu Bastian lagi. Tapi, pas pertama kali gua liat lo di sini, disitu gua mulai inget, inget kalau gua masih punya keluarga yang harus gua cari.”
Bastian tersenyum, ia memberikan secarik kertas ke tangan Marsha, ia pun membukanya
“Apa ini?” Marsha begitu terkejut melihat tulisan di dalamnya

I don’t wanna lose you,
Be without you,
Any more, I love you, I’ll do everything for you’r happines

Marsha tertawa dan menutup mulutnya, terlihat roma bahagia di wajah cantiknya “Jadi, yang kamu cinta itu Sheira, atau Marsha?”
“All of them, Sheira nd Marsha is mine..” Jawab Bastian sambil tertawa
Marsha menutup kedua matanya “I love you too” Ucapnya lalu membuka mata “for all that you are, all that you have been, and all you’re yet to be”
Bastianpun memeluk wanita dihadapannya, kini ia percaya, sebuah takdir tidak akan pernah bisa dirubah sampai kapanpun.

TAMAT

Cerpen Karangan: Ratih Khairun Nisa
Blog / Facebook: Ratihkhoirunnisa.wordpress.com / Ratih Khoirunnisa
Ratih Khairun Nisa
Lampung 27-01-1997
Mahasisiwi UIN Raden Fatah Palembang

Cerpen Guest Flower (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Engkau Yang Setia Padaku

Oleh:
Dua tahun aku mengenalnya, dia tetap setia menjadi kekasihku, ya dia pacarku namanya irene. Masih teringat waktu pertama kali aku melihat wajahnya yang indah dan menarik perhatianku, aku pacaran

Ingatan Yang Pertama (Part 2)

Oleh:
Setelah aku masuk ke dalam bis, benar saja, Ribka duduk di dekatku, hanya terpisahkan oleh gang di dalam bis. Gary mengabsen semua mahasiswa di dalam bis dan setelah selesai,

Uang Kertas

Oleh:
“Vanya… hari ini kamu jadi kan ketemuan sama sepupu aku yang dari London kan?”. “ya, jadi deh”. Nidya menggandengku menuju kelas. Inilah diriku, aku sudah terlalu sering gagal dalam

Cinta dan Gengsi

Oleh:
Siang hari yang sedikit panas di Pasar Badung, Denpasar.. Sebuah mobil jazz silver metalic memasuki area parkir. Seorang ibu keluar dari mobil sambil membawa tas belanjaan. “Arka, ayo ikut!”

Lentera Usai Senja

Oleh:
2012 Langit kota Jogja memerah. Matahari perlahan ditelan oleh batas laut. Aktivitas beberapa remaja begitu asik. Memotret keelokan senja yang menghias pantai. Aku masih duduk dengan anggun. Anggun, mungkin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Guest Flower (Part 2)”

  1. Rena says:

    Cerpennya bagus kak,Aku Suka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *