Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sahabat Sehidup Semati

“Wahahaha!”, “ayo kesini! Disini!” begitulah teriakan anak-anak sore itu di taman bermain. Banyak anak-anak yang bermain di taman bunga yang indah sore ini. Maklum saja hari itu adalah hari pertama liburan akhir semester....

Diary Terakhirku

Alunan waktu terus berputar. Jarum merah terpanjang telah melewati 00.00. Kupandangi jam dindingku tanpa henti. Sesekali dinginnya angin malam masuk melalui celah angin-angin yang menusuk pori-poriku. Suasana hening terasa...

Tanpa Aku

“Aku rindu saat-saat itu. Saat semuanya masih baik-baik saja, tentunya tanpa kehadiran sosok lain yang kini singgah di hatinya.” Malam demi malam yang kulalui rasanya semakin sunyi saja. Tanpa ocehanmu, tanpa omelanmu,...

Kepergian Beliau

Masih di dalam mobil, perjalanan ini terasa amat panjang. Tatapanku masih kosong, lamunanku terbang entah kemana. Rasanya air mata ini tak dapat menetes lagi, sudah terlalu kering mungkin. Aku terduduk layaknya orang linglung....

Tergantung Niat

Lembayung senja menemani langkah Fatin. Bergegas ia menuju ke jalan besar untuk menunggu angkutan umum yang akan mengantarnya pulang ke rumah. “Lagi dan lagi, saya sendiri.” Ucap Fatin lirih. Sambil terus berzikir, ia...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply