Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Pertemuan Dalam Mimpi

Kopi hitam pekat di depannya seakan-akan mencemooh Arief yang sejak tadi tak henti-hentinya meracau tentang mimpinya tadi malam. Pikirannya berkecamuk saat teringat puing-puing sisa mimpinya semalam. Tiap kali dia mencoba...

Maafkan Aku Ayah

Perlahan kuarahkan badan yang dari tadi memintaku ke tempat ini. Tempat dimana terdapat sepetak ruangan yang terhiasi foto sesosok perempuan berhijab putih. Senyumnya yang menawan terlihat begitu mempesona dibaluti wajah...

Bahagia

“Kalau itu yang mau kamu, ya sudah silahkan angkat kaki dari rumah ini!!” “Maafin Kiki Pi, Tapi Kiki tidak bisa menikah dengan wanita pilihannya Papi”. “Sudahlah Ki, papi sudah tidak mau mendengar...

Penyesalan Terdalam Kak Setya

Matahari mulai menyingsing di ufuk barat. Tanda sore telah usai. Gadis kecil itu hanya diam terpaku sambil menekuk lututnya di atas tempat tidur dalam kamar yang cukup nyaman itu. Jam telah menunjukkan pukul 05.30 nyatanya...

Mimpi Seorang Gadis Desa

“Suara kokok ayam mulai terdengar di telingaku, kok kok kok petok. Itu adalah alarm ku tanpa Hp ataupun jam weeker. itu biasanya waktu menunjukan pukul 04.35. Kenalin namaku Linna dan nama panjangku adalah “Sri Darlina”...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply