Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Dia Yang Bodoh!

Langit biru itu berubah menjadi mendung, dan seketika kegelapan menyelimuti sore menjelang malam itu. Awan yang mendung digantikan dengan tetesan-tetesan kecil dari langit yang di namakan gerimis, dan seketika juga tetesan-tetesan...

Cinta itu Murah Hati

Dewi Handayani merasa terpekur setelah membuka mukenanya dari menjalani shalat subuh. Ia tahu akan ucapan ibu di sebelahnya yang menjadi tahanan bersamanya di sel penjara wanita itu. Dewi masih beruntung jika hukuman yang...

Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. Ayah

Kenapa.. kenapa harus aku? Semua takdir yang terjadi padaku bukanlah sebuah kebetulan. bukan pula sebuah cerita yang bisa terukir indah dalam hidup. Kenyataanku tak sesuai dengan harapanku. Tak dapat kurasakan bahagia itu,...

Aksara Tak Bisu

Bukit itu terlalu sunyi untuk di katakan wajar. Setelah dipersilahkan masuk ke rumah orang tua itu, aku duduk pada kursi di ruang tamu. Ia meraih sebungkus tembakau kasar. Disodorkannya tembakau itu di meja, beserta kertas...

Tinta Merah

Darah mengalir dengan perlahan dari luka yang terbuka. Kau tersenyum padaku seakan menjahit mili demi mili luka ini. Perih menjalar ke urat sarafku menyadarkan otakku, aku mulai memutar lagi rekaman tadi, apa yang terjadi...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply