Ketika Sahabat Menjadi Pengkhianat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 July 2017

Riuh angin berhembus menjatuhkan daun. Daun daun jatuh yang tak pernah menyalahkan angin. Jalan jalan dipenuhi daun. Aku bersekolah hari ini seperti biasanya. Aku memiliki seorang sahabat bernama Fanya. Semua cerita tentang Aku sudah cukup banyak. Dia adalah orang yang selalu menjadi tempat curhatku selama ini. Aku menyukai seorang lelaki dengan tubuh yang tinggi, putih, serta ganteng. Tentunya menjadi salah satu laki-laki populer di sekolahku.

Semua tentang dia kuceritakan kepada sahabatku Fanya. Dia selalu memberiku semangat setiap hari dalam mendapatkan Reno si cowok populer di sekolah. Aku memang tidak terlalu cantik. Aku sempat tidak yakin dengan perasaanku ini. Karena aku takut, jika cinta ini bertepuk sebelah tangan, hanya patah hati yang kuterima. Fanya juga memiliki seorang cowok yang ia kagumi. Hingga suatu hari ada peristiwa yang tak pernah aku lupakan.

Hari demi hari Aku memperhatikan tingkah laku Fanya. Aku merasa janggal. Seperti ada sesuatu yang tersembunyi. Yang tak kuketahui. Aku mencoba mencari tahu. Fanya sempat bilang kepadaku bahwa ia sempat mengobrol via chat dengan Reno. Aku mencoba tak berburuk sangka kepada Fanya, namun pikirian ini tetap menggerayangi otakku. Hingga suatu hari Aku dan Fanya pergi untuk hangout bersama. Kami berdua sering dibilang anak kembar oleh teman-teman. Aku dan Fanya berada di sebuah cafe. Aku meminjam ponsel miliknya. Aku berpikir berjuta kali untuk melakukan hal ini. Aku mencoba membuka chat antara Fanya dan Reno di ponsel. Kubaca dengan runtut percakapan demi percakapan.

Perhatian. Fanya perhatian kepada Reno. Sontak Aku kaget melihat percakapan itu. Aku yang suka pun tak pernah berani untuk memulai percakapan dengannya. Aku bingung saat ini. Aku tak berhak cemburu atas semua itu, namun Aku juga sakit hati.

Di sekolah, aku hanya diam memikirkan semuanya. Hingga Fanya sadar. “Kamu kenapa Via, kok dari tadi diem mulu nggak kaya biasanya.” “Haa.. eng enggak papa” jawabku agak kaget. Aku ingin sekali menanyakan hal itu kepadanya. “Cerita aja Vi, ada apa, ada masalah sama Reno ya?”. “Nggak kok, nggak papa”. “Jujur aja vi jujur sama aku”, mohon Fanya kepadaku. “Kamu suka ya sama Reno?” tanyaku dengan spontan. “haa.. ma maksud kamu apa Via?”, jawab Fanya agak terbata bata. “Udah ngaku aja nggak papa kok, Aku udah tau, aku liat chat kamu sama Reno”, ujarku. “Oke via, maafin aku, aku sebenernya suka sama Reno”, jelas Fanya

Sejak kejadian itu, Aku menjaga jarak dengan Fanya. Meski beda rasanya jika hari tanpa ada Fanya. Aku masih tak percaya akan semua itu. Satu bulan ini, Aku tak berbincang dengan Fanya walaupun terkadang ia mengajakku untuk pergi. Tapi Aku menolaknya. Aku mungkin harus merelakan demi sahabatku, walau terlalu sulit untuk dilakukan. Walau begitu, Fanya masih tetap menjadi sahabat terbaikku. Akan tetapi, aku harus menjaga jarak dengannya.

Suatu hari, Aku mendengar berita bahwa Fanya dan Reno baru saja jadian. Itu menjadi pecutan bagiku dalam hati. Aku pikir ia tak akan melakukan itu, karena ia mengerti bagaimana perasaanku jika mereka jadian. Dari sana, Aku berpikir mungkin Sahabat terbaikku selama ini bisa saja menjadi musuh terburukku dan pengkhianat bagi hatiku. Aku berharap memiliki teman yang tulus bersamaku.

Cerpen Karangan: Ade Novia
Facebook: Ade Novia R
Ig: @adenoovia
Nama: Ade Novia Rahmawanti
Alamat: Semarang, Jawa Tengah
Acc: silahkan follow @adenoovia

Cerpen Ketika Sahabat Menjadi Pengkhianat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salah Siapa?

Oleh:
“Apa yang kalian lakukan di tempat seperti ini?” pertanyaan itu begitu memojokkan nadia bahkan ia tidak berkutik, yang jelas ia hanya tertunduk lemah, entah malu, menyesal atau alasan lainnya,

Pos Hujan

Oleh:
Kulihat langit senja di tepi jalan ini, tak terasa hari sudah mulai berganti malam. Ku bergegas pergi menuju rumah, Aku baru saja pulang dari rumah sahabatku untuk membuat tugas

Selamat Tinggal

Oleh:
Aku sungguh bersemangat saat ibu berkata bahwa aku harus pindah sekolah. Ini pertama kalinya aku harus pindah sekolah. Bayangkan saja, dari aku TK sampai aku SMA kelas satu, aku

Ohh My Best Friend

Oleh:
Hari ini adalah hari pertamaku di SMP (Sekolah Menengah Pertama) di sana aku sangat merasa tak percaya diri dan takut. Sampai-sampai di bangku milikku aku hanya sendiri, banyak teman

Kenangan yang Terlupakan

Oleh:
Aku memandang papan tulis yang kosong di depan kelas. Sudah 5 menit semenjak bel pulang berbunyi. Hanya aku sendiri yang berada di kelas sekarang. Perasaan ini selalu muncul setiap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *