Seberkas Kebahagiaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 14 May 2016

Suara sahut-bersahutan kicauan burung dan sinar matahari yang begitu indah mewarnai indahnya pagi hari ini, tapi tak seindah apa yang dirasakan oleh David. Pemuda yang sedang duduk di bangku sekolah SMA kelas XI yang berparas tinggi dan sifatnya yang lugu itu. Entah seperti apa yang sedang dia rasakan, seakan keindahan demi keindahan yang ada di dalam hidupnya sirna bagaikan batu karang yang ditelan oleh ombak. Semua kemewahan dan kasih sayang dari kedua orangtuanya hilang sudah.

Kejadian itu terjadi sekitar dua bulan yang lalu di saat keluarga David, ayah, ibu, David, dan adik tercintanya Syila sedang berlibur di suatu pantai yang indah. Suatu tempat yang dimana membuat kehangatan keluarga David semakin erat, tapi siapa yang mengira liburan itu akhirnya akan menjadi liburan terakhir David bersama kedua orangtuanya. Mobil yang ditumpangi oleh keluarga David mengalami kecelakaan pada waktu perjalanan pulang. Mobil tersebut bertabrakan dengan mobil lain dari arah yang berlawanan, dan akibat dari peristiwa itu kedua orangtua David meninggal dunia.

David yang sejak kejadian itu tidak sadarkan diri dan dirawat di rumah sakit akibat koma, tidak menyadari bahwa kedua orangtuanya telah meninggal, dia baru tahu pada waktu pulang ke rumahnya. David tidak bisa menahan air matanya karena kehilangan kedua orang yang sangat berharga di dalam hidupnya. Orang yang selalu memberi dia semangat dan selalu ada di saat David sedang bahagia maupun sedih, kini David hanya bisa bersedih meratapi kepergian kedua orangtuanya di depan teras rumah. David berkata di dalam hati. “Aku bisa apa Ayah, bunda tanpa kalian berdua!”

David yang sedang melamun tiba-tiba dikagetkan dengan tangisan adiknya. Sambil menahan kesedihan David bertanya, “Kenapa kamu Syil, kok nangis?”
“Aku lapar Kak!” sahut Syila. David hanya termenung dengan perkataan adiknya tadi. Memang selama beberapa hari ini David hanya merenung meratapi keadaan yang ada sehingga lupa akan adiknya yang seharusnya butuh kasih sayang darinya.
“Kak, Kak David, Syila lapar!” teriak Syila lagi.

Seolah David kaget dengan teriakan Syila itu, “Sebentar ya Adikku tersayang Kakak carikan makanan dulu,” jawab David sambil pergi ke dapur untuk mencari makanan buat adiknya. Ternyata di dapur pun David tidak menemukan apa-apa yang bisa dimakan. “Sungguh keadaan seperti ini sangat berbeda di saat engkau masih ada Ayah dan Bunda,” kata David di dalam hati. David kembali dan menghampiri adik tersayangnya. “Sebentar ya Syil, Kakak ke luar dulu cari makanan buat Syila,” kata David. Sambil berjalan ke luar dari rumah, David bingung apa yang harus dia lakukan, “Uang sepeser pun aku tidak punya, terus bagaimana aku bisa mendapatkan makanan untuk Syila,” gumam dalam hatinya.

Memang setelah kepergian kedua orangtuanya keadaan ekonomi keluarga David berubah drastis, dulu selalu hidup serba berlebih, sekarang untuk makan saja kesulitan, tinggal satu-satunya peninggalan kedua orangtua David yaitu rumah, semua kemewahan yang David miliki sekarang habis diambil oleh rentenir. Dengan semua keadaan yang ada sekarang akhirnya David mengumpulkan sebuah tekad, sebuah niat untuk mengakhiri sekolahnya dan mencari sebuah pekerjaan demi bisa mencukupi kebutuhan David dan adiknya. Dengan usaha dan kerja keras David mencoba melamar pekerjaan ke sana ke mari, tapi memang tidak mudah mencari sebuah pekerjaan apalagi David hanya seorang lulusan SMP.

“Aku tidak boleh menyerah dengan keadaan, aku harus dapat kerja dan aku tak peduli pekerjaan apa pun itu, yang aku butuhkan hanya aku bisa mendapat kerja dan bisa membelikan makanan untuk Adik tersayangku Syila,” David terus berjalan dengan sebuah pandangan yang kosong, dan tanpa disadari dia menabrak seorang gadis, seorang gadis yang sangat anggun dengan tampilan rambut panjang yang tergerai indah.

“Maaf, saya tidak sengaja,” sahut David.
“Iya gak apa-apa kok, lain kali kalau jalan jangan melamun seperti itu, bahaya,” kata perempuan tadi.
“Iya maaf! Kamu tidak apa-apa?”
“Iya saya tidak apa-apa, kamu lagi ada masalah ya kok dari tadi kamu terus melamun seperti itu?” tanyanya.
“Iya, saya memang lagi ada masalah, saya bingung harus cari kerja di mana, sedangkan Adik saya di rumah sedang mengharapkan saya pulang dengan membawa makanan untuk dia,”

“Memang kamu cari pekerjaan yang seperti apa?”
“Iya apa saja, yang penting aku bisa mendapatkan uang untuk bisa membelikan makan dan mencukupi kehidupan aku dan Adikku,”
“Kalau memang kamu sangat membutuhkan pekerjaan mari ikut aku. Mungkin aku bisa sedikit membantu,”
“Iya, terima kasih sebelumnya, oh iya maaf, dari tadi kita belum kenalan. Perkenalkan saya David,”
“Saya Anggi,”

Sambil berjalan menuju tempat yang Anggi bicarakan tadi mereka berdua terus mengobrol sampai akhirnya sampai di depan sebuah toko roti kepunyaan keluarga Anggi yang sangat dipenuhi oleh pembeli. Lalu Anggi masuk ke dalam toko tersebut dan ke luar membawa berita baik kepada David. Dan akhirnya David disuruh kerja di toko roti kepunyaan keluarga Anggi tersebut. Sejak David kerja di toko roti tersebut, David semakin akrab dengan Anggi. Dan akhirnya mereka berdua menjalin cinta kasih yang sangat bahagia sampai akhirnya menikah dan hidup bahagia bersama adik yang sangat David sayangi yaitu Syila.

The End

Cerpen Karangan: Andi Pratama
Facebook: Gandhi Pratama

Cerpen Seberkas Kebahagiaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Bukan Evi

Oleh:
Aku benci sama orangtua yang selalu mengatur aku ingin menjadi diri sendiri. Sampai aku trauma sekali memilih untuk tidak bersosialisasi. “Gue pengen banget bisa mati!” ucapku menaruh gantungan tali

Mencintai Dengan Ikhlas

Oleh:
Hari ini tepat tiga belas tahun usia pernikahan kami. Aku sangat bahagia karena selama itu aku dan Mas Rizal suamiku mampu melalui lika-liku rumah tangga yang selalu tidak pasti.

Ibu, Aku Minta Waktumu Sedikit Saja

Oleh:
Bercerita seorang anak, yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Namanya Mayltha Farsha. Biasa dipanggil May. Ia tinggal memakai sepatu, dan segera ia berangkat sambil berjalan kaki. Sesampainya di

Piano Bunda

Oleh:
Aku selalu duduk di pangkuan bunda, bunda akan memainkan sebuah lagu dengan piano putih kesayangannya. Biasanya tanpa sadar aku akan terlelap di pangkuan bunda, bunda adalah ibu yang sangat

Senyum Lastri

Oleh:
Semanis Kasih, Semanis Gethukmu Eyang… Lastri baru saja mengambil kotak Gethuknya di kantin sekolah. Dia bergegas menuju tempat parkir, hari ini dia dan kelompok belajarnya akan mengerjakan tugas kelompok

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *