Janji di Bulan Juni

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 6 June 2018

Aku tidak tahu apa yang ada di pikirannya saat itu. Tiba-tiba saja, setelah 5 tahun tak bertemu dia menjanjikan sesuatu. Saat aku membaca pesan yang ia kirimkan, aku hanya terdiam menatap layar handphoneku. Rasa tidak percaya dan bahagia menjadi satu. “Orang ini, kenapa tiba-tiba…” ucapku dalam hati dengan gerik tubuh kegirangan.

5 bulan berlalu setelah dia mengirim pesan yang berisikan janji itu. Selama itu, setiap hari hatiku selalu diresahkan oleh janjinya dan kepalaku dipenuhi dengan kalimat itu. Pesan itu tidak pernah aku hapus. Ketika rindu membisik hatiku, aku selalu membacanya berulang-ulang. Tak pernah bosan. Sampai-sampai membaca pesan itu menjadi suatu keharusan sebelum aku tidur. Berlebihan? Iya, mungkin. Tapi aku suka.

Bulan Juni. Bulan yang aku lalui hari-harinya dengan penuh harap dan kecemasan. Bulan yang dimana untuk pertama kalinya dia mengakatakan sesuatu yang aku tidak percaya. Karena sebelumnya, dia pergi pun tak mengatakan apa-apa. Dia pergi begitu saja, meninggalkan rindu yang tak tertampung oleh hatiku.

“Nanti kita ketemu ya. Kamu tunggu aku. Nanti kalau aku ke rumah, kamu jangan kabur, jangan ada alasan biar gak ketemu aku. Aku gak akan terima alasan kamu.” Isi pesan yang ia kirimkan.

Bagaimana hatiku tak luluh, membaca pesan dari orang yang telah menghuni hatiku selama bertahun-tahun. Bagaimana hatiku tak menjerit bahagia, ketika dia masih ingat kebiasaanku dulu ketika bertemu dia. Selalu kabur, lalu menatapnya dari jauh. Tapi tetap saja, aku ragu dan tidak percaya. Apakah janji di Bulan Juni ini akan dia tepati?

Cerpen Karangan: Rosania
Blog / Facebook: Rosania

Cerpen Janji di Bulan Juni merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kabarnya

Oleh:
Sepertinya kau sudah lupa denganku, atau mungkin kau sekedar pura-pura tidak tahu. Entahlah apa yang merasuki diriku, menuliskan pesan ini padamu. Dunia memang banyak berubah tapi aku ingat selembar

Penantian Yang Sia-Sia

Oleh:
Sudah sewajarnya kita para cewek sebagai seorang pacar yang setia, ingin sekali melihat kekasihnya ada di dekat kita. Tapi aku berbeda, sudah sebulan ini di tinggal kekasihku merantau untuk

Secret Admirer

Oleh:
Aku menutup buku diaryku sambil tersenyum puas. Suasana pagi ini benar-benar terasa sejuk. Pancaran sinar matahari pagi yang beriringan dengan suara gemerisik daun-daun dari atas pohon yang terkena angin.

Cinta Jarak Jauh

Oleh:
Aku melangkahkan kakiku ke ruang makan. Seperti biasanya setelah selesai mandi kami harus berkumpul di ruang makan untuk sarapan. Aku terdiri dari dua orang, aku -Raina- dan kakak laki-lakiku

Cinta Yang Ku Pilih

Oleh:
“Salahkah jika kata cinta ini ku ucap sekarang? Sudahkah ini dikatakan terlambat? Aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri” Mulutmu kembali melemaskan tubuhku setelah 5 tahun lamanya engkau membungkam mantra

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *