Goodbye Tegar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 5 December 2017

Tegar, nama lengkapnya Berani Tegar. Seorang cowok yang kurang lebih satu tahun mengisi hatiku. Ya! hanya mengisi tidak untuk memiliki. Aku menyukainya, sangat sangat menyukainya. Sosoknya yang perfectionist dengan tubuhnya yang tegap tinggi, berkulit putih, berjakun jantan, rambut yang selalu dimodel jambul ke atas, dengan gayanya yang coolest siapa yang tidak terpikat padanya? Aku merasa kata kataku ini terlalu hiperbolis, tapi memang itulah faktanya. Ah andai kalian bisa melihatnya akan aku pastikan kalian terpesona dengan sosoknya.

Namaku sendiri, Evi. Lengkapnya Evi Anti Kurnia Sandy. Aku kelas XI di salah satu sekolah kejuruan swasta di kotaku. Aku mengambil jurusan TGB (Teknik Gambar Bangunan) di sekolahku. Aku sangat suka mengambar, apalagi menggambar desain desain interior dan eksterior rumah. Aku satu kelas dengannya, Tegar. Awalnya pertemanan kami baik baik saja. Aku sangat akrab dengannya, bercanda bareng, duduk bareng, mencontek bareng haha. Tapi itu dulu, sekarang jauh berbeda.

Waktu masih kelas 10 semester awal, hubunganku dengannya baik baik saja seperti yang kuceritakan di atas. Hingga pada semester genap, disuatu hari saat pelajaran sedang berlangsung, kudapati Tegar sedang mencuri curi pandang ke arahku. Awalnya aku berfikir kalau aku hanya ke ge-eran saja maka tidak terlalu aku pedulikan. Tetapi hampir setiap hari Tegar seperti itu, entah waktu pelajaran maupun sedang waktu istirahat. Dan aku juga seperti terkena sihir oleh matanya, Lama kelamaan mataku juga tak ingin lepas dari matanya. Ya, aku mulai mencuri curi pandang dengannya. Dan kurasa aku menyukainya.

Pernah suatu hari dia melirikku dan akupun saat itu juga meliriknya, mata kami bertemu dan kemudian saling membuang pandangan karena malu. Aku merasa kalau Tegar suka padaku. Entah pasal apa aku bisa suka padanya. Sejak itu aku tak pernah berani mendekatinya lagi, bahkan berbicara dengannya pun aku tak pernah. Begitu juga dengannya.

Hingga sekarang aku kelas 11 perasaan itu tak pernah lepas dari hatiku, dia pun masih saja selalu melirik ke arahku. Aku sampai tak bisa berkonsentrasi pada pelajaran hanya karena ingin memergokinya melirikku. Dan pada hari itu entah pasal apa teman teman sekelasku tau kalau aku suka Tegar. Setiap saat mereka selalu memanas manasi hatiku dengan sengaja mendekati Tegar atau memegang tangannya. Aku tidak peduli itu, aku yakin Tegar bisa mengendalikan semua itu.

Suatu hari temanku kupanggil saja ‘A’ yang berbadan gemuk, dia berteriak di dalam kelas, dia bilang kalau Tegar menyukainya dan jangan malu untuk mengungkapkannya. Seketika hatiku sakit mendengarnya, aku tahu itu hanya bohongan agar aku membara dibakar cemburu. Tapi Tegar tak pernah menghiraukannya, dia cuek sangat cuek sekali. Aku sedikit lega karenanya, tapi aku juga sedikit tidak enak padanya karena sebab aku teman teman jadi seperti itu.

Aku dan Tegar selama ini tak pernah saling berbicara walau hanya sebentar. Hanya mata kami lah perantaranya, hingga tak kusadari aku telah menyukainya kurang lebih satu tahun. Orang bilang kalau kita menyukai seseorang lebih dari 4 bulan itu berarti kita benar benar mencintainya. Benar saja, selama setahun ini hatiku hanya ada nama ‘Tegar’ di dalamnya. Dan aku tak pernah berpaling sekalipun darinya. Hingga pada suatu hari, bagaikan disambar petir di siang bolong, Tegar mengganti display picture BBM-nya dengan foto cewek. Aku memang satu kontak dengannya di BBM, dan dia yang meng-inviteku dan seketika aku langsung me-acc nya. Perasaanku kalang kabut dibuatnya, ada apa ini? siapa cewek ini? apakah pacar baru Tegar?. Pertanyaan pertanyaan itu berputar di otakku, hatiku sakit, hatiku hancur, aku menangis seketika.

Tegar, kenapa kau tega sekali padaku?. Aku sesenggukan di sudut kamar. Aku tak tau harus berbuat apa. Tega sekali Tegar menghancurkan hatiku yang sudah selama ini mencintainya. Lalu apa maksud dari semua lirikan itu? Apa aku yang terlalu baper? Aku yang mungkin ge-er? Apa ini salahku? Ya tuhan, tolong aku keluar dari perasaan ini.

Dan ternyata memang cewek yang ada di foto itu benar cewek barunya. Setiap kali dia mengganti display picture BBM-nya, foto cewek itu lagi dan lagi dipajang. Aku akui dia memang lebih cantik dariku, hidungya mancung, sangat berbeda dariku yang berhidung pesek. Pantas saja Tegar lebih tertaik padanya, aku tahu posisi diriku.

Kini aku harus bersusah payah menghilangkan perasaan yang sudah lama melekat di hatiku, walaupun sakit. Aku harus secepatnya move on darinya. Harus!.

Semoga mereka bahagia selalu, hanya itu doaku.

Terima kasih, Tegar. Kau telah mengajarkanku apa arti kesetiaan dan kesabaran sesungguhnya. Mencintaimu dalam diam itu adalah hal yang menyenangkan sekaligus menyakitkan.

Cerita ini adalah kisah nyata dariku, kisah percintaan yang aku alami. Aku senang bisa berbagi cerita, dan pertama kalinya aku bercerita tentang kisah cintaku pada orang lain. Terima kasih karena telah membaca ceritaku!

Goodbye Tegar!.

Cerpen Karangan: Eviseyoo
Facebook: Eviseyoo
Nama: Evi Anti Kurnia Sandy
Umur: 16 tahun
Instagram @eviseyooo
Twitter: @evntkrnsndy

Cerpen Goodbye Tegar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selalu Menunggumu

Oleh:
Hai, perkenalkan namaku Restiyana Anugrahaeni Putri biasa disapa Resti. Aku duduk di kelas 9 bangku SMP. Aku bersekolah di SMP yang cukup terkenal di kotaku. Dulu waktu kelas 7

Hanya Sebuah Angin

Oleh:
Matahari menyinari halaman sekolah yang dipenuhi para siswa. Mereka akan segera melaksanakan upacara sekaligus pengumuman para juara dalam Lomba Pionering yang berlangsung dua hari yang lalu. Upacara berlangsung dengan

Hello To Myself

Oleh:
Quqila Mataku menatap sesosok pria yang sedang asyik memainkan piano, sambil sesekali aku menuangkan pemandangan indah itu pada secarik kertas yang kugenggam. Pria itu adalah Kevin. Ya, aku menyukainya

Diabetes

Oleh:
“Lagi ngapain, Gy?” aku duduk mensejajarinya. “Liat danau.” Dia tidak menoleh sama sekali. “Aku tau, Gigy sayang. Kok murung? Jelek tau, kaya ayam pengen kawin aja.” Aku tertawa. Dia

A Cup Of Longing Please! (Part 1)

Oleh:
Kuhirup secangkir moccachino pertamaku. Aromanya yang wangi membiusku agar terjaga sore ini. Sekedar melepas penat usai bekerja di kantor seharian, ditambah persiapan ujian di kampus besok. Kupikir mampir di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *