Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sahabatku Berubah

“hai zid” panggilku kepada sahabatku yang bernama zidny “hai juga lala” jawabnya kepadaku “zidny nggak kerasa ya dikit lagi kita berpisah” aku yang tampak sedih karena tidak bisa ketemu...

Hidupku di Ujung Takdir

Di pagi nan cerah ada seorang anak perempuan bernama Dinda. Ia adalah gadis dari keluarga yang sangat sederhana. Kala itu Dinda berjalan kaki menuju sekolahnya yang tidak jauh dari rumahnya. Di sekolah ia mengundang teman-temannya...

Tetap semangat menjalani Hidup

“pada hari ini… Kulantunkan puisi ini untuk seorang ibu… Doa yang selalu kulantunkan saat sholat… Ibu yang membesarkan ku… Yang membelaiku dengan kasih sayang sepenuhnya… Yang mengandungku...

Puisi Terakhir

Kita masih disini… Masih menghirup udara yang sama di ruangan ini. Entah sampai kapan kita mampu bertahan. Tapi kita harus tetap berjuang. Saat ini mungkin tak akan pernah kembali, Maka nikmatilah saat ini. Saat esok...

Kau Punya Luka?

Selalu. Setiap mendung memayungi langit kota ini, aku melihat seorang perempuan menghampiri satu-persatu dari orang-orang yang melintas dan bertanya demikian, Kau punya luka? Aku heran, kenapa hanya setiap mendung saja aku...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Kupu-Kupu Api

  1. Destia Eka Putri 14 June, 2013 at 5:50 am | | Reply

    Ceritanya unik, sukaa.. :)

  2. Yasmine 29 June, 2013 at 1:10 am | | Reply

    Good story :)

Leave a Reply