Ibu Apa Aku Anugerah Untukmu?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 6 September 2016

Pagi, namaku Nina, aku tinggal di Desa sukaraja bersama ibuku. Ibuku bekerja sebagai Desaigner baju, ibu juga sangat sibuk bekerja di sebuah griya butique Melati, karena kesibukan ibuku tersebut sehingga aku lebih sering dititipkan ke rumah bibikku.

Ibu berangkat bekerja sekitar pukul 05.00 pagi, terlihat sangat pagi bukan? dan pulang sangat malam kira kira jam 09.30 sampai rumah. Ibu bahkan hampir tidak pernah libur dan tidak pernah mempunyai waktu luang untukku.
Karena tuntutan kerja ibu, aku jadi benci sama ibu karena tidak pernah mempunyai waktu untukku, setiap kali aku berfikir dan bertanya tanya “Kapan aku bisa seperti mereka yang bisa bermain, bergurau bersama?” aku fikir itu hanya ilusi. Sampai sampai aku berfikiran buruk bahwa aku tak membutuhkan ibu karena telah ada penggantinya ibu yaitu bibiku yang sangat sayang padaku.

Setelah beberapa hari ini, ibu tiba-tiba pulang ke rumah, tetapi aku tetap mendiamkannya, beliau bertanya tanya dan pertanyaan itu membuat aku merasakan sesuatu
“Anakku sayang, bagaimana kabar ibu? baik baik sajakah? Anakku sayang, bagaimana dengan sekolahmu? kamu pasti mendapat nilai yang bagus kan?”
Tetapi aku tetap mendiamkan ibuku. Sampai pertanyaan terakhir ibu bertanya “Esok kamu akan menjadi anakku yang hebat, cantik dan kuat seperti ibumu ini kan?”.
Kemudian aku menjawab “Entahlah, aku tidak berfikiran begitu, aku sudah seperti tak punya ibu”. Kemudian ibu tersenyum dan mengelus kepalaku dan berkata “Anakku.. maafkan ibu, maafkan ibu, ibu berjanji tidak akan seperti itu lagi”. Aku menatap ibuku yang tersenyum tetapi air matanya juga mengalir di pipinya. Melihat ibu menangis, aku jadi tidak tega sehingga aku melupakan masa lalu dan memaafkan ibu.

Hari berikutnya, kring.. kring, terdengar suara sepeda. Ternyata ibuku telah membelikanku sebuah sepeda baru dan apakah kalian tau apa yang ibuku katakan? “Selamat ulang tahun yang ke-8 anakku, ini untuk anakku tersayang mungkin tahun depan ibu tidak bisa membelikanmu apa apa lagi..”. Aku terkejut “ibu berkata apa? ibu pasti akan membelikan aku sesuatu lagi di tahun tahun kedepan sampai aku dewasa sampai aku menikah sampai aku yang ganti membelikan ibu sesuatu, iya kan ibu? ibu janji kan? ibu harus berjanji itu”. Ibuku hanya mengangguk dan tersenyum.

Seharian ini ibu mengajariku sepeda, saat kami mau pulang ibuku tiba tiba terjatuh dan pingsan. Aku bingung dan menelepon bibiku, setelah itu bibiku membawanya ke rumah sakit, aku tidak tau hasil dari pemeriksaan dokter tentang ibuku, tetapi bibiku mengerti bahwa ibuku terkena kanker darah.

3 hari kemudian ibu pulang dengan wajah ceria seperti biasa, tetapi berbeda dengan bibi yang cemas. Ibu yang semula tidak pernah membawakanku bekal sekolah, berhari hari ini ibu membawakanku dan mengantarku ke sekolah.
Saat sampai di rumah aku terkejut ibuku pingsan lagi seperti saat mengajariku sepeda, aku bangunkan ibu dengan hati hati, saat itu aku tanya “ibu kenapa, apakah ibu sakit? ibu sakit apa? bukan sakit parah kan?”
Ibuku menjawab “ibu hanya pusing anaku sayang, ibu.. ”
Aku menyela “ibu bohong kan? ibu dulu tidak seperti ini? seandainya ibu tidak sakit ibu pasti tidak ada di rumah, ibu juga tidak mungkin mau mengantarku sekolah, membuatkanku bekal, mengajariku bersepeda, ibu pasti bohong..” aku menangis di hadapan ibu, kemudian ibu bertanya “nak, jika ibumu tiada kamu harus menjadi wanita yang kuat, yang hebat jangan seperti ibumu yang selalu mengecewakanmu”
“Tidak ibu, ibu akan hidup sampai aku tua nanti, ibu adalah anugerah satu satunya yang kumiliki ibu..” aku menangis tersedu sedu, “ibu berjanjilah untuk selalu bersamaku ibu.. huhu”
“Iya nak ibu berjanji akan selalu menemanimu sampai tua nanti”, tapi dalam batin ibu, tetapi itu hanya di bayanganmu nak, maafkan ibu, maafkan ibu, jadilah anak yang berguna yang kuat walaupun tanpa ibumu, jika kau berpikiran aku adalah anugerah satu satunya dalam hidupmu, aku berfikiran bahwa kamu lebih dari sekedar anugerah terindah dalam hidupku nak
ibu berkata sambil memelukku dengan erat, tetapi semakin lama keeratan itu semakin berkurang dan akhirnya aku lepas dari pelukan ibu. Saat aku perhatikan, ternyata ibuku telah tiada.
“Ibuuuuu…” aku menjerit dengan keras, dan berkata “kenapa ibu berbohong? aku belum sempat meminta maaf padamu huhu…”

Saat upacara pemakaman, pemilik griya butique menghampiriku, bahwa ibuku ternyata telah merancang gaun untuk pernikahanku nanti yang entah kapan, dan meninggalkan surat berisi.

“Maafkan aku sayang, ibu tidak bisa menemanimu sampai esok, jadilah anak yang berguna, jangan membantah perintah bibimu lagi, jangan nakal lagi, janfan membenci orang di sekelilingmu lagi, dan lakukanlah apa yang menurutmu pantas dan baik untuk dilakukan. Aku sayang kamu nak.. selamat tinggal”

Cerpen Karangan: Vina Idamatusilmi
Facebook: Vina Idamatusilmi
Vina Idamatusilmi
X BB/SMAN7PWR

Cerpen Ibu Apa Aku Anugerah Untukmu? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Buta (Part 4)

Oleh:
“Kakak gak bisa kasih kepastian kapan Tyo masuk sekolah lagi, tapi kamu sama teman-teman gak usah khawatir, Tyo baik-baik aja, kok.” Gue menghentikan langkah yang hendak ke dapur untuk

Ternyata Dia Baik

Oleh:
“Maaf bu saya salah” ucap Tania ke Bu Tari. Bu Tari sangat marah kepada Tania, karena dia tidak pernah mengerjakan tugas geografi. Teman-teman sekelasnya menatap tajam ke arah Tania,

Beautiful Life (Part 1)

Oleh:
Sama seperti kalian semua… Aku terlahir sebagai anak perempuan, normal dan sehat. Aku tumbuh di keluarga yang berada. Papaku adalah seorang politikus dan ia bergabung dengan salah satu partai

Ijinkan Aku Menulis Kisahku

Oleh:
Menulis adalah sesuatu yang menjadi kegemaran Sahara semenjak ia duduk di bangku kuliah. Kini, ia telah bekerja menjadi seorang guru Matematika di SMA. Ia juga telah menikah dengan seseorang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *